Senin, 26 Oktober 2015

Sharing Materi IPC #24 - MPASI

��������������
SharingmateriIPC/23
��������������

�� 30 September 2015
�� 16 Dzulhijjah 1436
______________________

MPASI INSTAN VS MPASI HOMEMADE
����������������

�� Penulis: Fatimah Berliana Monika (Teh Monik)

�� Beberapa kali saya diminta pendapatnya mengenai pemberian MPASI Instan pada bayi. Sama seperti ketika saya ditanya mengenai Susu Formula (SuFor) vs ASI, tidak pernah saya menjawab atau melarang pemberian MPASI Instan atau SuFor secara langsung. Saya minta yang bertanya membaca dulu, mendiskusikan, sehingga ketika mengambil keputusan sudah ada dasarnya.

�� Adalah hak anak sejak dilahirkan untuk mendapatkan perawatan dan perlindungan kesehatan yang terbaik. Konvensi hak anak dunia article 24 menyatakan bahwa anak berhak untuk mendapatkan makanan bergizi yang mencukupi serta air bersih. Pada akhirnya, pesan yang selalu saya ulang-ulang, yuk jadi Smart parents, yuk belajar belajar belajar supaya bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

1⃣ Rekomendasi IDAI pemberian MPASI Instan Difortifikasi

Di bawah ini adalah 2 sumber yang saya punya mengenai rekomendasi IDAI pemberian MPASI Instan Difortifikasi. Saya sudah coba cari apakah ada artikel terkai di web site resmi IDAI (idai.or.id) tidak ada/belum ketemu (boleh saling share siapa tau ada yang punya link nya).

���� MPASI Difortifikasi Bisa Cegah Bayi Kurang Zat Besi
 
“Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Damayanti Rusli Syarif, Sp.A(K)   : Sebagian orangtua memilih makanan dari bahan alami, yang diyakini lebih aman, namun sebenarnya kebutuhan zat besi tidak terpenuhi.
 
"Saat bayi mulai MPASI, orangtua banyak memberikan pisang, zat besinya hanya 0,31 mg, atau tepung beras dengan zat besi 0,1 mg. Sedangkan MPASI yang difortifikasi zat besinya 2,26 . Makanan bayi pabrikan dianggap sama dengan makanan pabrikan dengan orang dewasa. Padahal MPASI fortifikasi diproduksi sesuai aturan WHO dan diawasi oleh WHO dalam pembuatannya. Kalaupun ada zat aditif, seperti garam dan gula, ada aturannya, tidak boleh berlebihan. Pastikan saja makanan fortifikasi seperti bubur dan biskuit tersebut punya izin BPOM, baca labelnya dengan baik," terangnya.

Makanan pendampinginstant (commercial)

Dahulu , WHO dan UNICEF lebih menekankan pemberian MPASI yang dibuat sendiri di rumah daripada makanan instant yang diproduksi massal. Namun setelah dilakukan banyak penelitian klinis, ternyata banyak bayi  tidak memperoleh zat nutrient yang adekuat sesuai dengan yang seharusnya didapatkan bayi. 

Untuk itu WHO/UNICEF mengeluarkan Global Strategy for Infant and Young Child Feeding dan mengumumkan bahwa makanan tambahan yang diproses oleh industri makanan dapat digunakan sebagai pilihan para ibu dalam memberikan makanan tambahan yang mudah disiapkan, mencukupi kebutuhan nutrisi dan aman. Makanan tersebut sudah diperkaya dengan tambahan suplemen yang menjamin kecukupan mikronutrien bayi.   

Pembuatan makanan diatur oleh  The Codex Alimentarius Commission, yaitu lembaga yang dibuat oleh FAO dan WHO (1963) yang mengatur standar pembuatan makanan dan menjamin keamanan termasuk cara membuat, promosi dan transportasi dan dilindungi oleh pemerintah Internasional. The Codex Alimentarius mengatur bahwa makanan bayi yang diproduksi massal tidak boleh menggunakan pengawet dan zat aditif yang berbahaya. Yang perlu diperhatikan saat membeli adalah tanggal kadaluarsa yang masih jauh, kemasan masih tersegel, warna dan bentuk makanan tidak berubah atau menggumpal.  Di pasaran beredar Nestle Cerelac, Milna, Promina dll yang sudah difortifikasi vitamin mineral sesuai standar Codex alimentarius Internasional, tidak memakai pengawet dan zat aditif berbahaya. Jadi simpulannya aman. MP ASI yang tidak difortifikasi seperti GERBER, tepung GASOL (hanya berupa tepung2-an biasa  dari sumber pisang, ketela, dll) yang tidak difortifikasi, tidak dianjurkan. (Simposium & Workshop UKK Nutrisi & Metabolik IDAI tentang Infant Feeding Practice - Dr.dr.Damayanti Roesli Sjarif, SpA(K), dr.Sri Nasar,SpA(K), dr.Gusti Lanang,SpA).

2⃣ Anemia Defisiensi Besi (ADB)

���� 2 milyar manusia di dunia mengalami kekurangan mikronutrien yang sebab utamanya konsumsi makanan yang kurang vitamin & mineral. Faktor kunci : Kemiskinan, kurangnya akses untuk mendapat berbagai makanan bervariasi, kurangnya pengentahuan mengenai gizi/nutrisi yang baik serta tingginya penyakit infeksi .

���� Anjuran pemberian Suplementasi besi IDAI (4 bulan – 2 tahun) vs AAP (4-6 bulan lanjut MPASI kaya zat besi)

����Anjuran Screening / Pemeriksaan ADB (Anemia Defisiensi Besi). IDAI : 2 tahun. AAP : 9-12 bulan. Saya : deteksi dini LEBIH baik, paket lengkap Screening ADB bila ada dana lebih. Jangan tunda bila pada bayi/anak jelas tampak gejala2 ADB.

 ����2 hal lain yang mempengaruhi status besi/cadangan besi dalam tubuh bayi: Kondisi Ibu saat hamil (menderita ADB/tidak) dan Penundaan Pemotongan tali pusat bayi baru lahir (Delayed Umbilical Cord Clamping).

3⃣ Food is MORE THAN Just Nutrition = Makanan Tidak Hanya Sekedar Untuk memenuhi kebutuhan Nutrisi / Gizi

����Negara2 maju seperti US & UK gencar mengkampanyekan agar para Ibu                     -khususnya- KEMBALI ke dapur, MEMASAK Whole foods untuk anggota keluarganya, terutama bayinya, meninggalkan junk foods / makanan instant lainnya.     

����Food sebagai Nutrisi. Terbagi atas :Makronutrien : karbohidrat, protein, lemak

Mikronutrien : vitamin & mineral (zat besi termasuk dalam golongan mineral)Fiber / serat , Air bersih

����Food is MORE than Nutrition – only : Komunikasi, hubungan sosial, kesehatan emosi dan sejarah/tradisi. Family time salah satunya Meal time.

���� Ketika manusia makan bersama, hormon oksitosinnya meningkat , proses pencernaan dan metabolime makanan juga menjadi lebih efektif.

4⃣ Serba-Serbi MPASI , dengan fokus pada kandungan zat besi MPASI

����Porsi MPASI tidak boleh melebihi kapasitas yang seharusnya diterima bayi, sehingga MPASI bukannya menjadi Makanan pendamping ASI tapi menjadi Pengganti ASI / Breastmilk Substitutes . ASI yang UTAMA hingga bayi usia 1 tahun.

����Pemberian MPASI kaya zat besi dimulai sesegera mungkin saat MPASI dimulai.

����Prinsip dasar utama MPASI adalah : Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygiene . Agar gampang diingat kita singkat jadi AFATVAH.

����Ada 2 jenis zat besi dalam makanan, yaitu heme iron dan non heme iron.

Heme iron dapat ditemukan dalam daging yang secara asalnya mengandung hemoglobin seperti daging merah, ikan dan unggas. Sementara non heme iron banyak ditemukan pada tanaman (buah dan sayur).

����Zat besi dalam non-heme iron hanya sedikit diserap tubuh dibandingkan dengan heme iron yang dapat mencapai penyerapan sebesar 3x lipat lebih banyak dari non heme iron. 

����Padukan dengan Iron enhancers / Bahan makanan&hal2 yang membantu penyerapan zat besi

����Hindari Iron inhibitors / Penghambat penyerapan zat besi

5⃣ Seputar MPASI Instan

����Kecenderungan menyukai suatu rasa dibentuk sejak awal kehidupan dan cara pemberian makan awal bayi (MPASI) dapat membentuk bayi/anak menginginkan rasa yang terlalu manis, asin, makanan-minuman rendah nutrisi untuk jangka panjang.

����Terdapat bukti/evidence bahwa anak2 yang tereskpose/mendapatkan beragam makanan sehat dan alami , di masa mendatang akan memilih sendiri makanan sehat seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisinya

����Kemiskinan adalah faktor kunci terjadinya kasus malnutrisi, tapi jangan salah, anak2 yang lahir besar di keluarga yang  mampu bahkan kaya juga dapat menerima nutrisi yang tidak tepat/tidak optimal.

����Sejak beberapa decade terakhir, industri makanan meningkat secara pesat. Harap diingat bahwa ketika para orang tua membeli makanan instant tersebut mereka tidak hanya membayar untuk kandungannya tapi juga untuk pemrosesannya, pengemasannya, penyimpanan, pendistribusian, dan iklan serta biaya2 pemasaran lainnya.

����MPASI Instan difortifikasi dapat diberikan saat anak menderita kasus malnutrisi atau sudah mendekati tahap malnutrisi DAN akses mendapatkan bahan makanan kaya gizi dan spesifik untuk malnutrisinya itu sulit. Sulit di di sini bisa 2, bisa sulit karena tidak mampu (kondisi kemiskinan) dan atau sulit mendapatkannya di daerah Ibu tinggal. (key point : RUTFs is NOT for daily diet for healthy baby & easy access to get nutritious food).

����Ada kondisi-kondisi di mana Ibu tidak dapat menyiapkan MPASI homemade seperti Ibu sakit , dalam perjalanan dan kondisi2 emergency lainnya.
Ketika Ibu membeli MPASI Instan, perhatikan What To Do Listnya.

❗❗❗ Sangat direkomendasikan untuk membaca informasi detail di  https://m.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/mpasi-instan-vs-mpasi-homemade-1-5-awal-mulaanemia-defisiensi-besifood-is-more-t/10203526686033649

��Divisi Program IPC ✏

��〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Islamic Parenting Community �� 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

�� fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

�� Instagram: @islamicparenting

�� twitter: @isparentingcom

�� blog:  isparenting.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar