SharingmateriIPC/25
2 Oktober 2015
18 Dzulhijjah 1436
_______________________
Disusun Oleh: Riesya Utami
Tahap Perkembangan Psikososial dan Kognitif Anak menurut Psikologi dan Islam (Usia di atas 12 tahun)
IDENTITAS VS KEKACAUAN IDENTITAS
Tahap ini merupakan tahap remaja, dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 12-18 tahun/anak.
Di dalam tahap ini lingkup lingkungan anak semakin luas, tidak hanya di lingkungan keluarga atau sekolah, namun juga di masyarakat.
Pencarian jati diri mulai terjadi dalam tahap ini.
Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik maka akan tercipta identitas yang baik. Namun, Jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut.
Piaget (dalam Clickhar, 2012) menyebutkan anak usia 10/11 tahun ke atas perkembangan kognitifnya berada pada Periode Operasional Formal.
Secara kognitif pada masa ini anak sudah mampu melakukan hipotesa dan berpikir tentang sesuatu yang abstrak. Anak yang sudah memasuki usia remaja sudah dapat berpikir dan memecahkan masalah menggunakan beberapa alternative pemecahan.
Dalam Islam (Adhim, 1996, dalam Virgiani, 2014), fase ini disebut dengan Masa Amrad (10-15 tahun).
Fase ini adalah fase dimana anak mulai mengembangkan potensi dirinya guna mencapai kedewasaan dan memiliki kemampuan bertanggung jawab secara penuh. Dalam islam, fase ini juga merupakan fase dimana anak mencapai aqil baligh sehingga sudah semakin pandai menggunakan akalnya secara penuh. Salah satu yang menjadi tuntutan bagi anak kemudian adalah kepandaiannya dalam mengatur harta yang dimulai dengan kemampuan mengatur anggaran untuk dirinya sendiri.
Setelah anak memasuki usia 15 tahun, dalam Islam, berarti anak telah masuk pada Masa Taklif (15-18 tahun) (Adhim, 1996, dalam Virgiani, 2014).
Pada masa ini anak seharusnya sudah sampai pada titik bernama taklif atau bertanggung jawab. Bagi lelaki setidaknya fase ini paling lambat dicapai di usia 18 tahun dan bagi anak perempuan paling lambat dicapai di usia 17 tahun. Tanggung jawab yang dimaksud selain pada diri sendiri juga tanggung jawab terhadap keluarga, masyarakat sekitar dan masyarakat secara keseluruhan.
Pada fase ini, yang menjadi fokus perkembangan karakter anak adalah anak memiliki kemampuan intrapersonal dan interpersonal yang baik dan bertanggung jawab.
Caranya? (Virgiani, 2014)
1⃣ Bantu anak untuk meningkatkan kemampuan intrapersonalnya dengan
terus memahami dirinya, yang meliputi apa yang ia rasakan, ia inginkan, apa yang ingin dicapainya
dan bimbing anak dalam mencapai hal-yang diinginkannya tersebut. Pancing anak untuk terus memotivasi dirinya ketika menghadapi masalah/kegagalan. Yakinkan anak bahwa setiap masalah yang terjadi diberikan Allah hanya sesuai dengan kemampuannya.
2⃣ Bantu anak meningkatkan kemampuan interpersonalnya dengan aktif mendukung anak untuk masuk ke organisasi atau kegiatan-kegiatan bermanfaat. Sehingga anak dapat mengembangkan sikap empati dan sosialisasinya (bagaimana mendukung orang lain, mengatasi masalah, bekerja sama, berkomunikasi, dlsb.)
3⃣ Dukung anak untuk menentukan minat, mengembangkan bakat, dan fokus dalam mengejar cita-citanya.
4⃣ Menjadi sahabat bagi anak dalam mengatasi konflik-konflik remajanya, seperti pubertas yang dihadapi, ketertarikan terhadap lawan jenis, jerawat, berpenampilan yang menarik, dll.
5⃣ Terus ingatkan anak untuk bertanggung jawab terhadap ibadah-ibadah wajibnya.
6⃣ Terus dukung anak untuk bertanggung jawab terhadap kebutuhan materinya. Bagaimana menabung, jajan, membayar uang sekolah, hang out dengan teman-teman, dll.
Daftar Pustaka
Virgiani, I. (2014). Pendidikan Karakter Sesuai Tahap Perkembangan Anak. 5 Mei 2015.
https://www.facebook.com/notes/innu-virgiani/pendidikan-karakter-sesuai-tahap-perkembangan-anak/10152831996060675
Clickhar. (2012). Psikologi Kognitif dan Pendidikan Taklif. 5 Mei 2015. http://sekolahhebatku.blogspot.com/2012/07/psikologi-kognitif-dan-pendidikan-taklif.html?m=1
Faridah, S. (2006). Metode Pendidikan Moral pada Anak Prasekolah menurut Mohammad Fauzil Adhim. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo.
http://library.walisongo.ac.id/digilib/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jtptiain-gdl-s1-2006-sitifarida-993
Divisi Program IPC ✏
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
Instagram: @islamicparenting
twitter: @isparentingcom
blog: isparenting.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar