Senin, 26 Oktober 2015

Sharing Materi IPC #17 - Tanggung Jawab Pendidikan Iman

⭐SharingmateriIPC/17

����������TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN IMAN����������

Oleh: Thasya Sugito

��Mendidik anak, haruslah dimuai dari mendidik diri kita sebagai orang tua. Mendidik anak, artinya membangkitkan fitrah yang ada pada diri mereka: fitrah iman, fitrah belajar, fitrah perkembangan, dll.  Prosesnya haruslah INSIDE OUT (membangkitkan yang di dalam dirinya), dan bukan OUTSIDE IN (menjejali dengan hal-hal dari luar dirinya).

��Fitrah anak yang suci, akan mudah untuk diikat dengan:
1⃣ Dasar-dasar keimanan sejak ia mengerti (iman kepada Allah, Rasul, malaikat, kitabullah, surga, neraka, dan hal-hal ghaib lainnya)
2⃣ Membiasakannya dengan rukun Islam sejak ia memahami (setiap ibadah yang bersifat badani/materi: shalat, puasa, zakat, haji, dll)
3⃣ Mengajarkan dasar-dasar syariat padanya sejak usia tamyiz (segala yg berhubungan dgn aturan Allah: akidah, ibadah, akhlak, hukum syariat, dll)

��Kewajiban orangtua sebagai pendidik adalah menumbuhkan kesadaran pemahaman anak akan hal-hal tersebut diatas, agar anak selalu terikat hatinya dengan Allah, dalam bingkai akidah Islamiyah serta bingkai ibadah. Dengan begitu, insya Allah ia hanya akan mengenal Allah sebagai tuhannya, Islam sebagai agamanya, Al Qur’an sebagai imamnya, serta Rasulullah sebagai teladannya.

��Rasulullah yang mulia, mencontohkan beberapa hal berikut dalam menjalankan pendidikan iman untuk anak-anak:
1⃣ Membuka kehidupan anak dengan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH (Tiada Tuhan Selain Allah). Maksudnya adalah, agar kalimat tauhid menjadi kalimat pertama yang masuk ke dalam pendengaran anak, kalimat pertama yang diucapkan lisannya, serta kalimat pertama yang dipahaminya. Inilah hakikatnya, mengapa adzan dan iqamat di kedua telinga anak yang baru lahir dikumandangkan.
“Bacakanlah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan Laa Ilaaha Illallah” (HR. Al Hakim)

2⃣ Mengenalkan hukum halal-haram sejak dini.
Tujuannya adalah, agar ketika ia tumbuh besar, ia telah mengenal perintah-perintah Allah, sehingga ia akan bersegera melaksanakannya; dan ia akan memahami larangan-laranganNya, sehingga ia akan menjauhinya. Karena bila saat masuk usia baligh ia telah paham dan hatinya telah terikat hukum syariat, maka ia tidak akan bersandar kecuali pada hukum Allah dan syariat Islam saja.

3⃣ Menyuruh anak beribadah saat usianya memasuki 7 tahun
BIla sejak masa pertumbuhan anak sudah dididik untuk beribadah kepada Allah, maka insya Allah ketika tumbuh besar, ia akan terbiasa melakukan dan terdidik untuk mentaati Allah, melaksanakan hak-Nya, bersyukur kepadaNya, kembali padaNya, berpegang teguh hanya padaNya, bersandar kepadaNya dan berserah diri hanya padaNya. Buahnya, insya Allah adalah suci rohani, sehat jasmani, akhlak yang baik, serta perkataan dan perbuatan yang dibingkai oleh ketaatan badah.  Insya Allah.

4⃣ Mendidik anak untuk mencintai Rasul, keluarganya, serta membaca Al Qur’an
“Didiklah anak-anakmu pada tiga hal: mencintai nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Al Qur’an. Sebab, orang yang ahli Al Qur’an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain daripada perlindunganNya beserta para Nabi-Nya dan orang-orang yang suci.” (HR. Ath Thabrani)

����Mengajarkan cinta kepada Nabi, berarti mengajarkan pula tentang peperangan Rasulullah SAW, kisah keluarga Rasulullah, perjalanan hidup para sahabat, dan berbagai kisah sejarah yang mengikutinya.
Sa’ad bin Abi Waqqash ra berkata, “Kami mengajar anak-anak kami tentang peperangan Rasulullah SAW, sebagaimana kami mengajarkan surah Al Qur’an kepada mereka.”
Kaum terdahulu, saat menyerahkan anak-anaknya kepada seorang pendidik, maka hal pertama yang mereka isyaratkan dan nasihatkan adalah mengajarkan Al Qur’an. Agar lurus lisan mereka, tinggi semangatnya, tenang hatinya, mengalir air matanya karena cinta pada Allah, serta terpatri iman dan keyakinan dalam jiwa mereka.

Lantas, seperti apa batasan tanggung jawab dan kewajiban orang tua sebagai seorang pendidik? Berikut ini rambu-rambunya:
1⃣ Membina anak-anak agar beriman kepada Allah, kekuasaan, dan ciptaanNya; dengan cara tafakur akan kebesaranNya. Hal ini dilakukan saat anak sudah dapat mengenal dan membedakan sesuatu. Metodenya berjenjang, mulai dari yang kongkrit ke yang abstrak, dari yang khusus kepada yang umum, dan mulai dari yang sederhana kepada yang lebih kompleks.

Harapannya, pada akhirnya anak-anak akan memahami iman dengan cara yang logis dan argumentatif. Keimanan dan tauhid yang mantap sejak kecil akan menyapa mereka dari perang pemikiran yang merusak akidah. 

2⃣ Menanamkan khusyuk, takwa dan ubudiyah kepada Allah SWT dalam jiwa anak. Hal ini dimaksudkan agar anak senantiasa terkagum-kagum akan penciptaan Allah, sehingga jiwanya akan khusyuk dan tergugah melihat keagungan Allah. Jiwanya akan selalu bertakwa kepadaNya, lalu merasakan nikmat karena taat beribadah padaNya.

Cara menanamkan khusyuk dan takwa ini , diantaranya adalah dengan membiasakan anak sejak usia dini agar selalu khusyuk dalam shalat (melihat orang tuanya khusyuk dan menikmati waktu-waktu berjumpa dengan Allah lewat shalat), serta senantiasa mendengar dan menyimak bacaan Al Qur’an dari orang-orang shaleh.

3⃣ Menanamkan perasaan selalu ingat Allah SWT. Libatkan selalu Allah dalam setiap aktivitas bersama anak, hingga pada akhirnya, anak akan selalu mengingat Allah. Tanamkan bahwa Allah selalu melihat, selalu memperhatikan, mengetahui rahasia dan isi hati, serta mengetahui setiap keinginannya.

Berikutnya, tanamkan pula bahwa apa yang dilakukan di dunia ini semata-mata untuk mencari keridhoan Allah SWT, bahwa setiap perbuatan haruslah diniatkan untukmendapatkan ridhoNya. Dengan demikian, insya Allah akan tercipta ubudiyah (pengabdian) yang semata-mata hanya untuk Allah SWT.

����Demikianlah, tanggung jawab pendidikan iman menjadi tanggung jawab terpenting bagi para orangtua dan pendidik, karena itulah sumber keutamaan, sumber kesempurnaan. Inilah pangkal/dasar untuk memasuki gerbang iman dan meniti jembatan islam.

����Dengan ikhtiar ini, semoga anak-anak sungguh menjadi qurrota’ayun yang sebenarnya,dan tentunya menjadi robbi rodhiya -orang yang diridhoi Allah.  Aamiin Allahumma Aamiin.

�� Divisi Program IPC ✏

��〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Islamic Parenting Community �� 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

�� fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

�� Instagram: @islamicparenting

�� twitter: @isparentingcom

�� blog:  isparenting.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar