Senin, 26 Oktober 2015

Sharing Materi IPC #29 - Iman Kepada Qadar Allah

��������������
SharingmateriIPC/29
��������������

�� 12 Oktober 2015
�� 25 Dzulhijjah 1436
_______________________

�� Disarikan oleh: Bunga Erlita Rosalia

��IMAN KEPADA QADAR ALLAH��

Apa itu iman kepada qadar Allah? Apakah semua yang terjadi kepada diri kita harus kita terima? Bagaimana cara kita menerima semua yang kita dapat, sementara terkadang semua itu jauh dari apa yang kita inginkan? Bagaimana cara kita mengikhlas kan semuanya saat apa yang kita usahakan jauh dari hasil nya?

Mari kita bahas satu persatu ya ipc-ers shalihah��

--------------------------------��

Jika kita ditanya apa itu Iman? Mungkin kita sudah bisa menjawabnya tanpa harus buka kitab apapun.

"Iman menurut pengertian syar’i tidaklah bisa terwujud kecuali dengan adanya keyakinan (i’tiqod), perkataan dan perbuatan. Demikian definisi yang disampaikan oleh kebanyakan ulama. Bahkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal serta Abu ‘Ubaid juga ulama lainnya bersepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.” (Tafsir Ibnu Katsir pada surat Al Baqarah ayat 2).

Jadi singkatnya, Iman itu adalah Keyakinan.

Iman itu YAKIN, yakin dalam perkataan dan perbuatan. Harus satu paket, kalau hanya perkataan saja bukan iman namanya, kalau hanya perbuatan saja, juga bukan iman namanya.

Bagaimana dengan Iman terhadap qadar (taqdir) Allah? Apa artinya? Iman terhadap qadar (taqdir) Allah, definisi nya sesingkat ini:

"Iman terhadap taqdir (qadar) Allah artinya adalah yakin (membenarkan) bahwa semua yang terjadi (baik & buruk) terhadap diri kita adalah atas qadha' dan qadar Allah"

“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada qadar baik dan buruknya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi)

Simpel ya ipc-ers? tapi sayang nya, prakteknya gak se simpel definisi diatas.

Berapa banyak orang yang mencoba bunuh diri karena dia tidak sanggup menerima hidupnya? Berapa banyak ibu yang terkena baby blues hingga tidak mau menyentuh anaknya karena sang anak mengalami cacat fisik? Berapa banyak istri yang depresi karena sudah berpuluh tahun tapi perutnya tak pernah terisi janin?

Apa yang menjadi contoh diatas(bunuh diri, depresi, stress), adalah contoh nyata, betapa beriman kepada qadar Allah-lah yang akan menjaga kita tetap menjadi manusia yang tenang dlm menjalani hidup, karena yakin akan qadarNya.

Lalu bagaimana cara kita untuk tetap 'yakin'?

1. The Best, Sometimes is No Fun����

Setiap kali kita mendengar kalimat "Allah pasti memberikan yang terbaik" pasti kita semua berfikir bahwa: Terbaik itu pasti menyenangkan, terbaik itu pasti membuat hati gembira, terbaik itu pasti membuat hari berbunga bunga.

Apakah selalu seperti itu? Sayang oh sayang nya tidak ipc-ers. Jika kita berfikir terbaik itu arti nya selalu menyenangkan, itu sebuah kesalahan besar.

Ingat Al Baqarah 216?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Maka kesalahan pertama yang sering kita lakukan adalah, jika kita berharap yang terbaik terjadi pada diri kita, kita selalu dan selalu berfikir bahwa hal terbaik itu selalu menyenangkan. Padahal sudah jelas Allah bilang bahwa yang terbaik untuk kita itu bisa saja suatu hal yang kita sangat benci. Tapi itu lah yang terbaik untuk kita ipc-ers shalihah.

Allah mengetahui semua kejadian di Bumi dan di Langit. Maka Allah pun mengetahui apa yang terbaik untuk kita semua, walaupun kenyataan nya itu pahit dan berat.

Maka, mulai saat ini, tanam kan dalam hati kita bahwa kita akan ikhlas menerima semua keputusan Allah. Karena keputusan Allah adalah yang terbaik untuk kita, walaupun yang terbaik untuk kita (mungkin saja) hal yang kita tidak suka.

Yang harus kita ingat juga, an-nisa 79 menjelaskan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yg diterima manusia berasal dari Allah. Sedangkan keburukan yg menimpanya, adalah karena dosa dan kemaksiatannya.
Segala yg dinisbatkan kpd Allah adalah keadilan, hikmat dan rahmat. Maka keburukan murni tidak termasuk ke dlm sifat Allah dan tidak juga ke dlm perbuatanNya. Dia memiliki kesempurnaan mutlak.

2. Sabar dan Shalat ��

Rumus ini paling sering di lupakan, padahal ini rumus paling ampuh dan paling hebat.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

Setelah ikhtiar sekuat tenaga, berdoa tiada putus pagi siang hingga sepertiga malam. Hal yang bisa dilakukan selanjutnya adalah menunggu pertolongan Alah dengan sabar dan shalat. Apakah mudah? Tentu tidak. Tapi jika kita bersungguh sungguh pasti kita akan bisa melaluinya.

3. Tidak akan melebihi kemampuan hambanya.

"Allah tidak akan membebani seseorang (hamba-NYA) melainkan sesuai dengan kemampuannya"

Terjemahan Surat Al Baqarah 265 ini mungkin sudah sering kita baca, tapi apa makna sebenarnya?

Saat kita tertimpa masalah, biasanya kita akan bertanya "Mengapa harus saya yang mengalami ini?" Betul? Seharusnya pertanyaan itu tidak pernah muncul

Mulai sekarang berfikirlah bahwa "Saya memang harus mengalami hal ini". Karena kita tau bahwa Allah tidak akan membebani hambanya melebihi kemampuan nya.

Jadi sebesar apapun masalahnya, jika Allah membebani nya kepada kita. Artinya Allah tau bahwa kita mampu melaluinya. Allah tau hanya kita lah yang mampu menjalani masalah tersebut. Karena mungkin, jika masalah itu dibebankan kepada oranglain, oranglain tidak akan sanggup melampauinya. Siapa yang sanggup? Kita lah yang sanggup. Jaminan nya siapa kita bisa melalui semua ujian Nya? Allah sendiri.
Carilah hikmah dibaliknya, karena Allah pasti selipkan hikmahNya...

4. Badai pasti berlalu ��

Pelangi akan muncul setelah hujan deras semalaman. Matahari akan memberikan cahaya terangnya setelah gelap gulita malam hari. Akan selalu ada kemudahan untuk orang orang yang yakin dan sabar. Akan selalu ada hari hari baru yang indah dibalik suram nya malam kelam

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh, QS 94:5-6)

Ayat ini di ulang 2 kali. Sudah sangat jelas bahwa Allah tidak main main dengan ayat ini. Artinya bahwa sungguh, setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Tidak ada kesulitan yang terus menerus tanpa henti. Tidak ada masalah tanpa penyelesaian nya. Tidak ada kesulitan tanpa ada kemudahan setelahnya. Siapa yang menjamin? Allah.

---------------------------------��

Iman kepada Allah, artinya juga beriman kepada qadha' dan qadarNya. Menerima dengan ikhlas dan ridha atas qadar (taqdir) baik dan buruk yang menimpa kita. Apapun itu. Banyak orang yang mengaku beriman, tapi saat ditimpa kesulitan lalu berpaling dan ingkar. Semoga kita semua bisa menjalani taqdir Allah dengan hati lapang dan keikhlasan penuh. Aamiin

Wallahu'alam

Referensi:
��Al-Quran
��Tafsir Ibnu Katsir
��At Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-'Ali
��Aqidah Islam, Sayid Sabiq

��Divisi Program IPC ✏

��〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Islamic Parenting Community �� 
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

�� fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

�� Instagram: @islamicparenting

�� twitter: @isparentingcom

�� blog:  isparenting.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar