Senin, 26 Oktober 2015

Sharing Materi IPC #31 - BERSEGERALAH DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH


SharingmateriIPC/31

19 Oktober 2015
6 Muharram 1437
_______________________

Disarikan oleh: Maya Tri Bonda Sari

BERSEGERALAH DALAM KETAATAN KEPADA ALLAH

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Siapa saja yang taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS an-Nur [24]: 51-52)

Rasulullah SAW bersabda:

"Bersegeralah beramal sebelum datang berbagai fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap. (Saat itu) di pagi hari seseorang beriman tapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Ada beberapa kisah inspiratif terkait ketaatan total dan pengorbanan sepenuhnya dalam melaksanakan perintah Allah Swt.

Abu Buraidah menceritakan bahwa ayahnya pernah mengisahkan, “Kami tengah duduk-duduk sambil minum di padang pasir. Saat itu kami bertiga atau berempat. Di hadapan kami tersaji bejana berisi minuman keras (khamr). Kami pun minum-minum menikmatinya. Tiba-tiba turunlah ayat pengharaman khamr dari Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW:“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (TQS. Al-Maidah: 90). Kala itu ada orang yang sudah meminumnya, namun seketika itu pula ia memuntahkan khamr yang ada di mulutnya. Ada pula orang memegang khamr di tangannya, persis akan meminumnya hingga cangkir sudah menempel di bibirnya. Dicampakkanlah cangkir-cangkir saat itu juga. Dipecahkanlah bejana-bejana berisi khamr tanpa ditunda-tunda. Seraya berkata:'Kami telah berhenti, duhai Tuhan kami, kami telah berhenti!'“

Para sahabat Rasul yang mulia begitu cepat menunaikan perintah Allah SWT. Mereka tidak menunda-nunda ketaatan. Padahal seperti yang kita ketahui, bagi bangsa arab yang namanya minuman keras bukan hanya sekedar hobi akan tetapi sudah menjadi bagian integral dari kehidupan mereka. Saking terikatnya mereka dengan minuman keras, sampai-sampai oarang arab tidak akan bisa tidur kecuali di bawah ranjangnya ada botol minuman keras dan mereka tidak bisa ‘benar-benar’ bangun dari tidur kecuali mereka harus terlebih dahulu meneguk minuman keras.    

Dulu, pernah kaum wanita berkumpul bersama dengan Ibunda 'Aisyah ra. Beliau menuturkan keutamaan wanita Quraisy dan Anshar, serta keimanannya pada wahyu yang diturunkan.  Lalu, beliau menyampaikan bahwa telah turun surat an-Nur ayat 31 tentang jilbab: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya …”. Pada saat yang sama, para suami segera menyampaikan ayat tersebut kepada para istrinya, anak-anak perempuannya, saudara-saudaranya perempuan, dll.  Bersegeralah mereka mengambil sarung, seraya merobeknya dan menutupkannya ke seluruh tubuhnya.  Ada juga yang menjadikan gordeng, bahkan taplak meja sebagai penutup badan dan kepalanya.

Dua penggalan kisah di atas merupakan sebagian kecil contoh dari sikap para sahabat terhadap perintah dari Allah dan Rasul-Nya baik berupa perintah untuk melakukan suatu hal maupun larangan untuk meninggalkan suatu hal. Kita bisa melihat bagaimana semangat mereka dalam mentaati perintah Allah. Tidak ada diantara mereka yang mempertanyakan, memperselisihkan, mempertimbangkan untung ruginya, terlebih lagi mendebat perintah Allah dan Rasul-Nya. Bahkan mereka menjalankan perintah yang datang tersebut segera setelah mendapat penjelasannya dengan mengerahkan segala upaya yang mereka miliki pada saat tersebut. Bandingkan hal ini dengan kebanyakan kita saat ini. Masih banyak sebagian dari kita yang menimbang-nimbang perintah, melihat untung rugi suatu perintah dan larangan, mengatakan belum mendapat hidayah, belum siap atau belum mampu, dan alasan-alasan lainnya. Bahkan karena terlalu menuhankan akal dan hawa nafsu ada diantara manusia yang mempertanyakan kembali dan meragukan perintah Allah dan Rasul-Nya yang sudah jelas. 

Dengan merenungkan hal tersebut, hendaklah kita melihat perintah yang telah shahih dan jelas berasal dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebab-sebab jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Setelah itu, bersegeralah untuk melaksanakannya. Karena pada dasarnya perintah tersebut berasal dari Allah Ta’ala, Dzat yang Maha Bijaksana, Dzat yang Maha Mengetahui, serta yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. 

Sumber

Nur Alian As’Adi. Mencermati Ketaatan Para Sahabat. 20 Juni 2012. http://alianasadi.blogspot.co.id/2012/06/rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html?m=1

Fahrur Rozy. Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai Allah SWT. 17 November 2010. https://m.facebook.com/notes/media-islam-online/aku-mencintaimu-tapi-aku-lebih-mencintai-allah-swt-refleksi-idul-adha-1431-h/467559524548

Min Muqawimat Nafsiyah Islamiyah. 2012

Divisi Program IPC ✏

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community  
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

Instagram: @islamicparenting

twitter: @isparentingcom

blog:  isparenting.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar