SharingmateriIPC/26
5 Oktober 2015
21 Dzulhijjah 1436
_______________________
Disarikan oleh: Maya Tri Bonda Sari
MENGAJARKAN SHALAT PADA ANAK
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – dalam sabdanya,
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun dan pukulah mereka jika tidak shalat saat berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidur.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud II/167)
Hadits di atas menjelaskan bahwa mendidik anak untuk shalat merupkan kewajiban orang tua, maka jika ia melalaikan kewajibannya maka ia akan diminta pertanggungjawabannya.
Setelah mengetahui bahwa mendidik anak untuk shalat merupakan kewajiban orang tua, lalu kapankah orang tua mulai mendidik anaknya untuk shalat?
Perlu diketahui, mendidik anak untuk shalat itu melalui beberapa tahap, yaitu : mengajarkan dan membiasakan anak shalat, memerintahkan anak untuk shalat, dan yang ketiga adalah memukul anak jika enggan atau membangkang saat diperintah untuk shalat. Tentu tak mudah dalam mengajarkan shalat pada anak. Dibutuhkan sikap yang bijaksana dan teladan terbaik dari orangtua.
Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak. Bapak yang slalu pergi ke masjid, Ibu yang selalu siap ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjama'ah merupakan teladan yang terbaik bagi anak-Anak.
-----------------------------
Cara mengenalkan shalat berdasarkan tahapan usia:
1⃣ Umur anak 0 – 2 tahun: Wujudkan suasana yang shaleh shalehah.
Walaupun anak-anak ketika kecil belum mengerti dan paham, namun lingkungan yang menyenangkan dan shaleh akan menjadikan anak anak terbiasa dengan kebiasaan yang baik. Sebaiknya anak terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktu dan shalat berjama'ah. Anak-anakpun sebaiknya mulai dikenalkan dengan adzan serta diperdengarkan bacaan ayat-ayat al-qur’an. Ketika orangtua akan menunaikan shalat, sampaikanlah dengan menggunakan kata kata yang menyenangkan. Misal: ” Tunggu di sebelah Ayah / ibu ya nak,Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ” Terima kasih anakku sayang karena telah menunggu Ayah/ibu shalat.”
2⃣ Umur anak 2 – 3 tahun: Ajaklah anak anda.
Sebagai orangtua sebaiknya tidak jenuh untuk selalu mengajak anak shalat, walaupun mereka tidak merespon ajakan kita. Teruslah mengajak mereka ketika kita akan shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”
3⃣ Umur anak 4 – 6 tahun: Sampaikan tujuan dari shalat
Sekarang merupakan saat untuk mengenalkan shalat lebih jauh lagi. Sampaikan tentang kepentingan shalat pada anak dengan cara yang menarik. Misal melalui cerita, menggunakan boneka tangan, menggunakan puppet atau cara lainnya. Sampaikan pada anak-anak sesering mungkin tentang masjid. Ajaklah anak ke masjid, kenalkan adab-adabnya, lakukan shalat jama'ah, ajak anak berinteraksi dengan jama'ah yang lain dan lain sebagainya.
4⃣ Umur 7 – 9 tahun: Masa memperkenalkan tanggungjawab
Ini merupakan periode penting penguatan pondasi shalat untuk anak. Orangtua telah menunjukkan teladan, mengajak dan memberikan pengenalan serta pemahaman dari sejak lahir. Maka, periode ini anak sebaiknya telah tau apa saja yang harus dilakukan ketika adzan, tau cara berwudhu, gerakan shalat dan bacaan shalat. Tak perlu risau dan gundah jika anak belum lancar dan tepat. Namun, pastikan anak telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar dalam shalat. Saat usia anak mencapai 9 tahun, sebaiknya orangtua semakin tegas dan selalu mengingatkan anak untuk shalat.
5⃣ Umur 10 tahun ke atas: Memberikan hukuman
Dalam hadist bab shalat, Nabi Muhammad Saw membolehkan oangtua untuk memukul mereka yang tidak shalat jika umurnya telah mencapai 10 tahun. Namun sebelum ayah ibu memukul, evaluasi terlebih dahulu. Apakah orangtua sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak?
❗❗INGAT❗❗
Perlu diperhatikan di sini, memukul adalah cara terakhir untuk mendidik anak. Maksudnya, sebelum memukul harus menempuh cara-cara lainnya terlebih dahulu, seperti menasihati, kemudian memperingatkan dengan keras, memberi ancaman hukuman jika memang anak termasuk orang yang jera hanya dengan ancaman. Jika ketiga cara ini tidak mempan, barulah ia memukul anaknya.
❗❗DILARANG❗❗
Tentunya, saat memukul harus memerhatikan beberapa hal sebagai berikut:
❎ Tidak lebih dari sepuluh kali, karena tujuan memukul adalah mendidik bukan menyakiti.
Hal ini sesuai sabda rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam -,
لاَ يُجْلَدُ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ إِلاَّ فِى حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّه
“Tidak boleh memukul lebih dari sepuluh kali kecuali dalam hukuman pasti dari hukuman-hukuman yang Allah tentukan.” (Diriwayatkan oleh Bukhari no 6848)
❎ Tidak memukul wajah, karena di wajah terdapat mata, hidung, mulut, lisan, dan bagian-bagian vital lainnya. Sehingga jika salah satu dari bagian ini cidera atau terganggu maka akan hilang fungsi vital dari organ tersebut.
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْتَنِبِ الْوَجْهَ
“Apabila salah seorang di antara kalian hendak memukul, hendaklah ia menjauhi wajah.” (Diriwayatkan oleh Ahmad no. 7552)
❎ Tidak memukul pada anggota tubuh yang vital dan membahayakan, seperti kemaluan, perut dan yang semisalnya.
❎ Tidak memukul saat emosi dan marah. Karena marah hanya akan menyeret pelakunya kepada kebrutalan. Sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya.
Jika orang tua memukul anaknya sesuai ketentuan-ketentuan di atas, maka hal ini diperbolehkan dan ia tidak berdosa.
❗❗JANGAN DILAKUKAN ❗❗
Hindari pengenalan shalat dengan motivasi materil, intimidasi dan hukuman.
Motivasi materil, seperti "Shalatlah nanti ayah beri uang" atau "Ayo shalat nanti Ibu belikan mainan" atau sejenisnya, akan merusak pemahaman anak tentang shalat.
Motivasi di atas sangat berbahaya bagi anak, karena bukan spiritualisasi yang dibangun, melainkan materialisasi.
Terakhir, perlu diingat bahwa Allah yang membolak balikkan hati manusia. Oleh karena itu, senatiasalah berdoa.
Doa yang bisa diamalkan adalah:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
Sumber
Abu Rufaid Agus Suseno, Lc. Kiat-Kiat Mengajari Anak Shalat. http://majalahsakinah.com/2014/04/kiat-kiat-mengajari-anak-shalat/
R. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA. Sudah Benarkah Cara Kita Mengajarkan Shalat Pada Anak?https://www.islampos.com/sudah-benarkah-cara-kita-mengajarkan-shalat-pada-anak-92261/
Cara mengajar shalat menurut peringkat umur. http://infomasihariini.blogspot.co.id/2015/03/7-cara-mengajar-untuk-anak-shalat.html?m=1
Divisi Program IPC ✏
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
Instagram: @islamicparenting
twitter: @isparentingcom
blog: isparenting.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar