SharingmateriIPC/35
Rabu 28 Oktober 2015
15 Muharram 1437
_______________________
Ditulis oleh: Bunga Erlita Rosalia
Tips Menjaga Stabilitas Emosi sebagai Istri dan Ibu
Ibu adalah profesi yang paling melelahkan dan menyita waktu. Menjadi seorang ibu membutuhkan lebih dari 7 bahkan sampai 9 profesi sekaligus. Seorang ibu harus bisa menjadi koki, guru, akuntan, supir, dokter, dokter gigi, perawat, tukang bersih bersih, sampai jadi tukang ronda tiap malem nungguin si kecil yang gak bisa tidur.
Tidak heran banyak ibu ibu yang merasa letih, capek, bahkan ada juga yang sampai depresi, karena memang tugas yang diembannya sangat berat. Seorang ibu bertanggung jawab atas perkembangan fisik, moral dan akhlak si kecil, sejak lahir hingga dewasa. Perubahan lingkungan yang sangat drastis dari sebelum punya anak dengan setelah punya anak, terkadang menjadi bumerang tersendiri, terutama untuk pasangan yang baru memiliki anak.
Lalu, bagaimana sih caranya memiliki stabilitas emosi saat menghadapi si kecil? atau bahkan saat menghadapi peliknya permasalahan rumah tangga? yuk kita bahas sama sama
1⃣ Selalu evaluasi kualitas ibadah, serta kondisi ruhiyah kita.
Saat kualitas ibadah kita baik, komunikasi dengan Allah lancar, dan kondisi ruhiyah kita mantap, insya Allah tidak akan ada permasalahan yang terasa berat. Semua akan terasa ringan dan mudah untuk dijalani. Karena dengan begitu, insya Allah kita yakin, bahwa segala karunia dan juga ujian bersumber dari Allah SWT. Dan, karena yakin bahwa Allah-lah yang paling tahu yang terbaik untuk kita, maka tidak akan ada rasa berat saat menjalani semuanya.
2⃣ Teknik Breathing
Saat emosi meledak, Teknik Breathing ini biasanya sangat ampuh untuk meredakannya. Melihat ruang keluarga berantakan, setrikaan banyak, cucian kena hujan, makanan untuk suami belum siap, si kecil rewel gak mau makan, kakaknya malah main air di toilet. duuh... rasanya dada sesek banget ya bunda. Emosi udah di ubun-ubun nih, pengen meledak deh rasanya. Sebelum bunda meledak di depan anak anak, yuk coba teknik breathing ini. Gimana caranya?
⛅ Cari tempat yang nyaman. Gak usah jauh-jauh ya bunda, disuruh cari tempat nyaman nanti malah pergi ke mall kan repot. Misalkan cari pojokan kamar atau di tempat shalat.
⛅ Jika belum terbiasa dengan teknik breathing ini, atur nafas terlebih dahulu dengan hitungan 1-1. 1 kali tarik nafas lewat hidung, 1 kali tarik nafas lewat mulut. Lakukan sekitar 5 kali.
⛅ Lakukan Pernafasan 4 - 5 - 7. Tarik nafas menggunakan hidung selama 4 detik. Tahan nafas selama 5 detik. Buang nafas melalui mulut selama 7 detik. Bunda bisa menggunakan tangan untuk mengitung detiknya. Lakukan 7-10 kali.
Bunda akan merasa jauh lebih nyaman setelah melakukan teknik breathing ini. Memang sih, dengan cara ini pekerjaan bunda gak tiba tiba jadi selesai semua. Tapi yang jelas bunda akan jauh lebih tenang dan lebih nyaman untuk mengerjakan pekerjaan rumah selanjutnya.
3⃣ Cari teman diskusi / sharing
Berubah status menjadi seorang bunda tentunya akan mengurangi jatah bunda untuk berinteraksi dengan teman-teman. Ya gimana, setelah punya anak paling ketemunya kalau gak bantal, popok, kasur, bantal, popok, kasur...gitu aja muter terus ya bun. Boring juga yah lama-lama. Gimana sih cari teman curhat atau diskusi yang asyik?
⛅Bunda bisa berdiskusi dengan suami tentang emosi yang bunda rasakan. Bunda tidak usah khawatir akan menganggu pekerjaannya. Cari waktu dan suasana yang tepat untuk berdiskusi. Pahami karakter dan kebiasaan suami. Misalkan di hari minggu sore, sambil ditemani secangkir teh hangat. Waah, pasti bakal seru sekali bisa berdiskusi bersama suami seperti ini ya bun, emosi bunda pun akan lebih stabil karena bunda dibantu untuk menyalurkan emosi bunda dengan bersama suami.
⛅Cari komunitas baru yang mendukung dan menambah ilmu bunda seperti IPC ini ya bunda hehe, dengan bergabung bersama komunitas seperti ini, bunda akan mendapatkan banyak teman baru yang mungkin sama sama boringnya atau bahkan memiliki permasalahan yang lebih berat. Akhirnya bunda gak merasa sendirian lagi deh, karena semakin banyak teman untuk bunda bisa sharing apa saja yang mungkin tidak bisa bunda lakukan di dunia nyata.
4⃣ 'Me Time'
Banyak para bunda yang selalu over expectation dengan 'me time' ini. Membayangkan seharian tanpa anak dan suami di salon perawatan dari atas sampai bawah, mulai dari creambath, lulur, pijet, sampai meni, pedi. Waah, itu bukan 'me time' namanya, itu 'jomblo time' nama nya hehee.
Realitas memang jauh dari angan-angan ya bun, pengennya ke salon eh ketemu lagi sama cucian dan setrikaan. Kalau bunda masih berfikir 'me time' adalah kabur sementara dari tanggung jawab mengurus anak walau cuman sehari, bunda harus siap siap kecewa nantinya. Karena konsep 'me time' yang tepat tidaklah seperti itu .
'Me time' adalah waktu untuk diri bunda sendiri tanpa mengesampingkan tanggung jawab terhadap anak. Nah kapan dan ngapain aja sih 'Me time' itu?
⛅ Saat anak tidur siang biasanya jadi favorite 'Me time' para bunda. Setelah si kecil berhasil terlelap, bunda bisa melakukan apa saja yang bunda mau. Misalkan bunda punya keahlian knitting atau crochet, bunda bisa gunakan di sela-sela waktu itu untuk meng eksplorasi hobi bunda tersebut. Atau bunda memilih untuk ikutan tidur siang, itu pun sudah termasuk 'me time' lho...
⛅ Saat malam hari setelah anak sudah tidur juga bisa jadi 'me time' yang seru. Bunda bisa membaca buku, membuka video youtube, bunda bisa sharing bersama suami, atau bunda bisa relaks dengan merendam kaki di air hangat. Waah, pasti quality me time banget itu bunda
⛅ Saat anak pergi ke sekolah juga salah satu favorit 'me time' nya para bunda, eh habis anter anak ke sekolah bisa mampir ke salon bentar dong ya kalau gitu. Boleh aja bunda, tapi habis dari salon inget cucian juga ya..
5⃣ Bersyukur atas apa yang Allah karuniakan
Terkadang kita lupa untuk bersyukur, karena merasa memikul beban terberat dengan menjadi seorang ibu. Terkadang emosi kita meluap-luap tak terbendung, hingga anak menjadi korbannya, atau bahkan suami yang menjadi sasarannya. Yang tersisa saat malam tiba adalah penyesalan .
"Ya Allah, mengapa tadi aku memarahi anakku padahal ia tak sengaja menyenggol air minum nya"
"Ya Allah, mengapa tadi aku cemberut dengan suami ku hanya karena aku ditanya kenapa rumah masih berantakan, padahal memang aku belum sempat membereskannya"
Bersyukur adalah kunci untuk menenangkan hati. Bersyukur itu melihat diri sendiri lalu berterimakasih kepada Allah dengan semua yang kita miliki.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"
Semoga bermanfaat bunda.
Selamat menjadi madrasah utama untuk anak anak kita.
Referensi
Al Qur'an
Hypnotheraphy Script III, American School of Hypnotheraphy
Berbagai sumber
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
Instagram: @islamicparenting
twitter: @isparentingcom
blog: isparenting.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar