SharingmateriIPC/32
21 Oktober 2015
8 Muharram 1437
_______________________
Disarikan oleh : Ade Puspita
ALERGI PADA ANAK-ANAK
Alergi adalah reaksi abnormal dari system kekebalan tubuh terhadap suatu benda, yang umumnya tidak berbahaya bagi sebagian besar orang. Saat seseorang alergi maka system kekebalan tubuhnya akan mengenali bahan yang masuk (yang pada umumnya orang tidak berbahaya) sebagai bahan berbahaya bagi tubuhnya.
Bahan yang menyebabkan reaksi alergi disebut alergen. Alergen bisa berupa makanan tertentu, debu, serbuk sari, atau obat. Dalam rangka melindungi tubuh, maka system kekebalan tubuh akan menghasilkan antibody IgE terhadap alergen tersebut. Antibodi IgE menyebabkan sel-sel tertentu dalam tubuh mengeluarkan bahan-bahan kimia ke dalam aliran darah, salah satunya adalah histamine.
Histamine inilah yang akan mempengaruhi mata, hidung, tenggorokan, paru-paru, kulit atau saluran pencernaan dan menyebabkan gejala-gejala dari reaksi alergi.
Reaksi alergi bisa ringan berupa hidung berair, atau dapat juga berat seperti kesulitan bernafas. Serangan asma, merupakan contoh reaksi alergi terhadap sesuatu yang terhirup ke dalam paru-paru orang yang memiliki bakat alergi (rentan alergi).
Alergi juga menimbulkan bermacam-macam gejala, pada keadaan berat (walaupun JARANG terjadi), dapat terjadi reaksi alergi berat atau anafilaksis. Tanda anafilaksis adalah: kesulitan bernafas, kesulitan menelan, pembengkakan bibir, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya, dan pusing/kehilangan kesadaran. Anafilaksis umumnya muncul beberapa menit setelah terpapar allergen, namun bisa juga baru muncul dalam 4 jam. Anafilaksis dapat dilewati bila ditatalaksana dengan baik.
Mengapa orang mengalami alergi:
Kecenderungan mengalami alergi umumnya diturunkan melalui alur genetic. Alergi tidak menular, namun bisa diturunkan dari orang tua. Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, kemungkinan anak mempunyai resiko alergi juga tinggi,sekitar 70%. Jika hanya salah satu dari orang tua yang alergi,kemungkinannya hanya 30%. Pun jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi,anak tetap mempunyai resiko alergi sebesar 5% - 15%. Yang diturunkan hanyalah kecenderungan/bakat mengalami alerginya, dan bukan alergi khususnya.
❗Beberapa allergen (barang/bahan yang menyebabkan alergi) yang umum adalah:
Makanan
Alergi makanan seringkali terjadi pada bayi dan umumnya menghilang saat bayi lebih besar. Pada bayi, biasanya terjadi karena ketidakmatangan saluran pencernaan dan paparan makanan yang bersifat alergen terlalu dini. Bila disebabkan dari faktor genetis dan ketidakmatangan saluran pencernaan, biasanya akan membaik ketika anak berusia 2-7 tahun.
Beberapa gejala yang dapat timbul,seperti ruam yang gatal, hidung tersumbat dan diare. Makanan yang paling sering menyebabkan alergi adalah susu dan produk turunannya, telur, kacang, kedelai, seafood. Alergi terhadap satu jenis kacang tidak berarti alergi juga terhadap jenis kacang lain.
Gigitan dan sengatan serangga
Racun dari gigitan dan sengatan serangga dapat menyebabkan reaksi alergi pada banyak orang. Alergi ini dapat menjadi berat dan menyebabkan anafilaksis pada beberapa orang.
Partkel-partikel di udara
Ini disebut allergen lingkungan dan ini merupakan allergen yang paling sering. Beberapa contoh partikel udara yang menyebabkan alergi adalah tungau debu rumah, spora jamur, serpihan kulit binatang atau liur yang kering, serbuk sari tumbuhan.
Obat
Antibiotik adalah obat yang paling sering menyebabkan reaksi alergi. Obat-obatan lainnya termasuk obat yang dijual bebas juga dapat menyebabkan reaksi alergi.
Bahan Kimia
Terkadang, bahan kosmetik atau deterjen dapat menyebabkan urtikaria. Umumnya ini terjadi karena seseorang bereaksi terhadap bahan kimia dalam produk tersebut. Bahan pewarna, pembersih rumah tangga, dan pestisida dapat juga menyebabkan reaksi alergi
3 jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa alergi yaitu:
Test Tusuk Kulit (skin prick test)
Test yang paling sederhana, waktu singkat (±15 mnt), dengan alat bantu bernama point yang diletakkan di atas kulit,agak ditekan-tekan.
Test Tempel (patch test)
Bila dicurigai alergi terhadap bahan kimia. Patch test dilakukan dengan menempatkan bahan kimia pada tempat khusus (finn chamber), lalu ditempelkan pada punggung pasien. Dibutuhkan waktu sekitar 48 jam, dan pasien dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas jasmani / bekerja keras.
Tes Darah
Dengan mengecek jenis antibodi IgE yang meningkat.
❗❗Cara paling utama untuk mengatasi reaksi alergi adalah dengan menghindari allergen (avoidance). Berikut beberapa cara untuk mengatasi reaksi alergi:
1⃣ AVOIDANCE (Pencegahan)
Pada kasus alergi makanan, pencegahan adalah satu-satunya cara mengatasi alergi makanan. Dengan avoidance, maka orang dapat terlindung dari allergen kimia dan allergen non-makanan. Pada beberapa orang dengan avoidance cukup untuk mencegah reaksi alergi sehingga tidak perlu menggunakan obat anti alergi.
Beberapa cara mencegah allergen udara:
Jauhkan binatang peliharaan dari ruangan tertentu, missal tidak boleh ada binatang peliharaan di dalam kamar tidur. Mandikan binatang peliharaan secara teratur.
Jangan gunakan karpet atau bahan-bahan berbulu dalam ruangan anda (karena karpet mengumpulkan debu)
Jangan menggantung pakaian karena dapat mengumpulkan debu
Bersihkan rumah/ruangan secara teratur.
Gunakan pelapis untuk bantal/tempat tidur jika anda alergi tungau debu rumah
Jika anda alergi serbuk sari maka tutup jendela saat musim penyerbukan, dang anti baju setiap kali anda dari luar.
Hindari tempat lembab jika anda alergi terhadap spora jamur. Jaga kamar mandi dan ruangan yang lembab tetap bersih dan kering.
2⃣ OBAT-OBATAN
Obat seperti obat minum dan semprot hidung seringkali digunakan untuk mengobati alergi. Obat alergi dapat mengobati gejala alergi (bersin, sakit kepala, hidung tersumbat,dll), namun tidak menyembuhkan dan tidak menghilangkan bakat alergi.
Obat untuk alergi berat/anafilaksis adalah epinefrin.
3⃣ IMUNOTERAPI
Imunoterapi dengan cara pemberian injeksi sejumlah kecil allergen, sehingga tubuh anda secara bertahap dapat membentuk antibody dan mengubah system kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah reaksi terhadap zat allergen nantinya.
Imunoterapi direkomendasikan untuk alergi yang spesifik, seperti alergi yang terhirup atau sengatan binatang. Imunoterapi tidak bekerja pada alergi lain seperti alergi makanan.
☕ Beberapa makanan atau minuman yang baik untuk mengurangi alergi pada anak:
Plain yoghurt
Dalam sebuah penelitian dijelaskan bahwa dalam 2 cangkir plain yoghurt dapat mencegah alergi kulit sampai 40%. Yoghurt mengandung bakteri baik yang bekerja sebagai anti-inflamasi. Selain itu molekul yang terkandung di dalamnya juga daat meningkatkan sistem imun kita. Disarankan untuk memilih yoghurt yang bebas gula karena pemanis buatan akan memperburuk alergi.
Madu murni
1 sendok madu murni yang dikonsumsi setiap hari dapat membangun antibodi tubuh terhadap hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada anak, kecuali jika anak alergi terhadap madu.
Sayuran
Tomat, terong, zucchini, dan kacang-kacangan, termasuk dalam jenis sayuran yang dapat membantu mengurangi serangan asma dan alergi pada anak.
☕ Teh
Minum secangkir teh adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk mengurangi alergi. Kandungan anti oksidan dalam teh dapat mengurangi gejala alergi yang diderita anak. Kandungan yang ada dalam teh juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Biarkan teh dalam gelas setidaknya 3 menit untuk memaksimalkan anti oksidan tercampur dalam minuman sebelum anak meminumnya.
❗❗❗Saat mengalami alergi, maka yg terpenting adalah mencegah agar tidak terpapar allergen. Jika anda alergi makanan, maka hindari makanan pemicu alergi. Jika anda alergi terhadap allergen lingkungan maka tetap jaga rumah bersih dari tungau debu rumah dan bulu-bulu binatang. Jika alergi bahan kimia, maka hindari bahan kimia yang menyebabkan alergi, pilih deterjen yang bebas parfum dan pewarna, hindari kosmetik dan produk kecantikan. ❗❗❗
Semoga bermanfaat.
Sumber
Jenis dan Ciri Alergi Pada Anak. http://meetdoctor.com/mobile/article/jenis-dan-ciri-alergi-pada-anak. Diakses pada 19 Oktober 2015.
Alergi Pada Anak. http://alergikulit.com/alergi-pada-anak/. Diakses pada 19 Oktober 2015.
Kupas Tuntas Alergi Makanan Pada Anak. http://www.parenting.co.id/balita/kupas+tuntas+alergi+makanan+pada+anak. Diakses pada 19 Oktober 2015.
http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=familydoctor&article_set=20954&lic=44&cat_id=20156#
Divisi Program IPC ✏
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
Instagram: @islamicparenting
twitter: @isparentingcom
blog: isparenting.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar