RESUME BINCANG SERU (BIRU)
Islamic Parenting Community
Perkembangan Motorik Anak 0-2 tahun
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Narasumber : Puti Ayu Setiani, S.Psi
IPC 3
PJ Management : Riesya Utami & Kamilah Fithri (Div Program IPC)
Admin : Evi Satriana
Host : Rianita Nur P (Rhea) - Sokaraja
Co-Host : Winhy's Ika Y - Sidoarjo
MC IPC #1 : Tantry Mulyani - Cirebon
MC IPC #3 : Tyas Endah - Kudus
MC IPC #4 : Afifah - Solo
MC IPC #5 : Lia Rahayu - Indramayu
Tanggal Diskusi : Sabtu, 17 Oktober 2015
⌚ Waktu Diskusi : 19.30 - 21.00 WIB
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Profil Narasumber
Puti Ayu Setiani, S.Psi
Puti merupakan Lulusan S1 Psikologi UI yang kini sedang menimba ilmu di Magister Psikologi Profesi Pendidikan di Fakultas Psikologi UGM.
Puti sangat menyenangi dunia pendidikan, terutama pendidikan anak usia dini. Saat tinggal di Singapura, Puti banyak terlibat dalam kegiatan saung Anak yang diselenggarakan tiap bulan dalam acara pengajian bulanan Indonesia Muslim Association in Singapore di KBRI Singapura. Puti juga pernah mengajar sebagai guru privat qiraati bagi anak-anak Indonesia usia 5-8 tahun. Puti lalu berhijrah ke Yogya untuk mendampingi suami sekaligus menimba ilmu untuk meraih gelar psikolog di UGM.
Saat ini Puti sedang menjalani masa praktik kerja di 5 kancah pendidikan, yaitu SLB, TK, SD, SMP, dan SMA di Yogyakarta.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Perkembangan Motorik Anak 0-2 tahun
Oleh : Puti Ayu Setiani, S.Psi
MATERI
Perkembangan Motorik Anak 0-2 Tahun
Pada umumnya, perkembangan motorik dibagi menjadi dua, yaitu:
Motorik kasar ; aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, seperti mengangkat leher, duduk, merangkak, tengkurap, dsb.
Perkembangan motorik kasar anak akan lebih dahulu berkembang dibanding motorik halus.
Motorik halus ; mengacu pada pergerakan yang dilakukan oleh otot-otot kecil dari tangan.
Bayi akan mengeksplorasi tubuhnya dan dunia sekitarnya dengan menggunakan tangannya. Ketrampilan motorik halus memerlukan koordinasi antara otot-otot tangan dan juga koordinasi dengan penglihatannya.
Tahun pertama kehidupan merupakan dasar dari perkembangan motorik halus. Sedangkan dua tahun berikutnya merupakan masa bagi bayi untuk mengasah ketrampilan tersebut. Ketrampilan motorik halus terkait dengan berbagai macam aspek ke depannya, diantaranya menjadi dasar bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bina diri seperti memakai baju, menyisir, makan menggunakan sendok, dsb. Ketrampilan motorik halus juga sangat berkaitan erat dengan kemampuan problem solving, komunikasi, dan pemahaman terhadap bagaimana tubuh bekerja.
Ketrampilan motorik sendiri terdiri dari beberapa unsur, yaitu:
Kekuatan : ketrampilan otot untuk menampilkan tenaga
Koordinasi : ketrampilan untuk memisahkan atau meyelaraskan berbagai hal dalam satu tugas kompleks. Gerakan koordinasi meliputi kesempurnaan waktu antara otot dengan sistem syaraf
Kecepatan: ketrampilan yang berdasarkan satuan waktu tertentu
Keseimbangan: ketrampilan untuk mempertahankan tubuh dalam berbagai posisi
Kelincahan: ketrampilan mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain
Pada bayi yang baru lahir, gerak refleks merupakan gerak dominan yang ada pada bayi, namun gerak refleks akan tergantikan dengan gerak motorik kasar seiring berjalannya waktu. Gerak refleks juga berfungsi sebagai persiapan gerak yang disadarinya.
Beberapa contoh gerak refleks pada bayi baru lahir antara lain:
Kedipan mata : terstimulasi ketika terdapat cahaya atau sentuhan tangan di dekat kepala. Bayi akan menutup kelopak matanya. Gerak refleks ini berfungsi untuk melindungu bayi dari stimulasi yang terlalu kuat
Mencari (rooting): bayi akan mencari arah sumber stimulasi dengan mulut ketika pipinya disentuh. Fungsinya membantu bayi untuk menemukan puting susu ibu.
Menghisap (sucking): bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika ibu menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.
Moro: Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan tubuhnya, menggerakkan kaki dan tangannya ke arah depan, dan mendongakkan kepalanya ke belakang. Refleks ini akan muncul karena stimulasi suara yang keras dan tiba-tiba.
Menggenggam (palmar grasp): bayi akan refleks menggenggam jari ketika jari telunjuk disodorkan padanya. Refleks ini mempersiapkan bayi untuk menggenggam dengan penuh kesadaran.
Refleks leher (tonic neck): peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi menoleh ke salah satu sisi. Gerak refleks ini berfungsi mempersiapkan bayi untuk gerakan menggapai sesuatu.
Ketika bayi sudah mulai menyadari gerakannya, maka ketrampilan motorik kasar dan motorik halus akan berkembang sesuai dengan tahapan usianya. Perlu diingat bahwa kemampuan tiap bayi berbeda antara satu dengan yang lain. Di tiap kemampuan baru yang bisa dilakukan bayi, terdapat empat faktor yang saling mempengaruhi, yaitu:
Perkembangan sistem saraf pusat bayi (otak dan teman-temannya)
Kapasitas gerakan tubuhnya (yang berdasarkan umur)
Tujuan yang ada di pikiran bayi (motivasi internal yang dimiliki bayi. Secara naluriah, bayi memiliki tujuan ketika menggerakkan tubuhnya ataupun untuk mencapai tujuan tertentu), dan yang keempat
Dukungan lingkungan terhadap perilaku bayi.
Stimulasi yang diberikan lingkungan kepada bayi merupakan suatu faktor penting agar bayi berhasil melakukan tugas perkembangannya. Akan tetapi, stimulasi yang berlebihan tidak selamanya baik bagi bayi. Stimulasi harus diberikan sesuai dengan kesiapan atau kematangan bayi sesuai dengan umurnya.
Berikut merupakan capaian kemampuan motorik kasar dan halus berdasarkan tahap usia rata-rata bayi mencapainya:
Motorik Kasar
0-3 bulan
Ketika bayi menginjak usia 1 bulan, bayi mulai menggerakkan tangan dan kakinya ke atas. Bunda bisa menstimulasi bayi dengan menggantung mainan yang mencolok warnanya atau mengeluarkan bunyi. Atau bunda juga bisa menaruh mainan di sisi kiri dan kanan bayi agar bayi berkeinginan untuk menggapai mainan tersebut. Bunda juga dapat menstimulasi bayi dengan bernyayi sambil menggerak-gerakkan tangan dan kaki bayi.
Memasuki usia 2 bulan, tummy time sangat dianjurkan untuk merangsang gerak motorik kasarnya. Bunda bisa membaringkan bayi dalam keadaan tengkurap, lalu menstimulusnya dengan mainan yang berbunyi di sisi kanan, kiri, juga atasnya. Tengkurap juga dapat menguatkan otot perut dan leher bayi. Akan tetapi, Bunda harus memastikan posisi kepala bayi agar bisa bernapas. Bunda juga jangan terlalu memaksakan bila bayi menolak/menangis keras.
Memasuki usia 3 bulan, Bunda bisa menstimulasi bayi dengan menggerak-gerakkan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Di sekitar usia ini, bayi juga sudah mulai bisa menggenggam mainan seperti balok.
4-6 bulan
Rata-rata di usia 4 bulan, bayi sudah mulai bisa memiringkan badan ke kiri dan kanan. Bunda bisa menstimulasinya dengan memindahkan mainan secara perlahan ke sisi bayi agar ia memiringkan badannya dan juga mampu berguling. Posisi tummy time juga membantu bayi untuk melatih ototnya agar semakin kuat untuk membantunya saat ia belajar duduk. Bayi juga akan mulai belajar maju sehingga akan menguatkan otot lengannya.
Di usia 5 bulan, umumnya bayi sudah mulai bisa berguling ke satu arah. Bunda bisa memberikan bantuan/ mengajari bayi gerakan berguling bila bayi masih belum bisa melakukannya dengan baik. Rangsangan mainan juga sangat baik agar bayi memiliki keinginan untuk meraihnya. Bunda juga sudah mulai bisa menstimulasi bayi dengan cermin agar bayi melihat dirinya di cermin.
Di usia ini bayi juga sudah bisa untuk menjejak di pangkuan Bunda. Bayi akan menaik turunkan badannya dan mengoceh kegirangan. Gerakan ini akan menambah kelenturan otot tubuh bayi.
Di usia 6 bulan, bayi sudah mulai bisa diposisikan untuk duduk. Posisi didudukkan melatih bayi agar mampu duduk sendiri.
7-9 bulan
Di usia 7 bulan, bayi umumnya sudah bisa untuk duduk sendiri dan juga belajar merangkak. Saat memasuki fase ini bayi akan bereksplorasi. Bunda harus memastikan bahwa lingkungan ekplorasi bayi aman dari bahaya.
Di usia 8 bulan bayi akan berusaha berpegangan dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Akan tetapi, umumnya bayi belum bisa untuk duduk kembali tanpa bantuan.
Memasuki usia 9 bulan, bayi akan belajar berjalan dengan titah. Bayi sudah mampu untuk menapakkan serta melangkahkan kedua kakinya jika dipegang kedua tangannya.
10-12 bulan
Di usia 11 bulan, bayi akan dapat berdiri sendiri dalam waktu kurang lebih 2 detik. Bayi sudah mampu mengontrol dirinya dan keseimbangannya semakin berkembang dengan baik.
Memasuki usia 12 bulan, sebagian anak sudah siap untuk berjalan sendiri meskipun masih limbung. Akan tetapi, bila belum bisa berjalan di usia ini, jangan khawatir, karena rentang anak bisa berjalan sendiri dari usia 9-18 bulan.
12bulan -2 tahun
Di usia 12 bulan, anak sudah mulai mampu untuk menyusun bangunan dari dua buah kubus.
Mampu menaiki tangga dengan bantuan di usia 16 bulan, melompat di tempat di usia 23 bulan 2 minggu, dan berjalan berjinjit di usia 25 bulan.
Motorik Halus
0-3 bulan
Pada periode ini gerakan tubuh bayi kebanyakan merupakan gerak refleks (seperti yang dijelaskan di materi di atas). Stimulasi yang dapat dilakukan untuk melatih bayi dalam gerak motorik halusnya adalah dengan memanfaatkan refleks menggenggam (palmer grasp). Bunda dapat menyentuh buku-buku jari bayi, dan ketika jarinya terbuka, sodorkan jari bunda agar bayi menggenggamnya. Gerak refleks ini lama kelamaan akan menjadi suatu gerak yang disadari oleh bayi. Posisi tummy time di usia 2 bulan juga dianjurkan karena melalui posisi tersebut, bayi dapat memperkuat bagian punggung, bahu, tangan, serta otot-otot tangannya.
4-6 bulan
Periode ini merupakan periode krusial dalam pengembangan ketrampilan motorik halus bayi. Selama periode ini, bayi akan mulai belajar mengkoordinasikan pikirannya (keinginannya) dan gerakan tangannya. Bayi tidak hanya dapat mengambil mainan dan memasukkannya ke dalam mulut, pada periode ini bayi mulai mampu memegang tangannya, kakinya, dan memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lain.
7-9 bulan
Di periode ini, bayi mulai terampil dalam memegang mainannya. Menggoyang-goyang mainan, membenturkannya, menjatuhkan atau melemparkannya.
Di usia 8 bulan bayi mulai belajar berstrategi. Contohnya, jika Bunda memperlihatkan sendok di depan wajah bayi secara vertikal, ia mulai tau bahwa ia harus memutar pergelangan tangannya seperti gerakan saat mau berjabat tangan. Jika Bunda menaruhnya secara horizontal, ia akan memutar pergelangan tangannya sehingga mampu mengambil sendok tersebut. Lalu selanjutnya ia akan dengan mudah meraih sendok karena sudah terampil dalam sesuatu yang dinamakan sebagai anticipatory behaviour. Dengan ini, ia mulai belajar bagaimana cara memecahkan masalah atau problem solving. Di usia 8 bulan ini Bunda juga mulai bisa memberikan finger food yang sesuai agar bayi dapat mencoba untuk mengambil makanan tersebut dan menyuapnya ke dalam mulut mereka. Messy play juga mulai dianjurkan di periode ini.
10-12 bulan
Pada periode ini bayi mulai mengetahui apa yang ia inginkan dan bergerak di tugas yang lebih sulit. Bayi mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, menunjuk objek yang ia lihat atau yang ia inginkan, dan juga sudah mampu menggunakan sinyal tangan untuk memberi tahu Bunda bahwa ia ingin diangkat atau diberdirikan. Di periode ini ia juga sudah mampu untuk bertepuk tangan dan memegang tangan Bunda. Bayi pada usia ini sudah memahami bermacam kata. Bunda dapat meminta anak untuk melakukan tugas-tugas yang melibatkan koordinasi motorik dan pemahamannya terhadap sebab dan akibat, misalnya seperti meremas mainan (kertas, sesuatu yang keras, yang memiliki akibat yang berbeda). Bunda juga dapat menstimulasi anak dengan cara membuat lubang/cekungan di playdough. Hal ini merupakan cara yang cukup baik bagi anak untuk belajar menggunakan jarinya secara mandiri.
12 – 15 bulan
Di usia 12 bulan, Bunda dapat memberikan aktivitas yang mengharuskan anak untuk mengambil benda dan memasukkannya ke dalam kotak. Permainan menyusun juga merupakan sesuatu yang dapat menantang anak. Stimulasi dapat diberikan dengan mengajak anak menyusun balok berukuran kecil sekitar 2,5 cm. Bunda juga sudah bisa mengajarkan aktivitas permainan memasukkan benda dan mengeluarkannya dari wadah. Lalu bisa dilanjutkan memasukkan benda dari wadah satu ke wadah lainnya. Wadahnya juga bisa terdiri dari bermacam ukuran.
15-18 bulan
Stimulasi memasukkan benda ke dalam wadah dapat dilanjutkan.
Di usia sekitar 18 bulan bunda juga dapat memberikan aktivitas pada anak dengan menggunakan krayon. Meronce juga sudah dapat diajarkan kepada anak. Bunda bisa memulainya dengan menggunakan pasta yang diwarnai atau manik yang ukuran lubangnya besar dan dengan tali yang cukup kaku atau kuat. Bermain busa sabun dan belajar meniupnya juga bisa dilakukan di periode umur ini.
18- 24 bulan
Di periode usia ini, anak bisa distimulasi dengan permainan memasangkan bentuk dan lubangnya. Bermain puzzle bentuk juga sudah dapat dilakukan di periode ini.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menstimulasi perkembangan motorik bayi:
Berikan tugas dari tugas yang sederhana lalu perlahan meningkat ketika anak sudah mampu menguasainya.
Berikan bayi banyak kesempatan untuk belajar mengembangkan ketrampilannya.
Dukung bayi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan usianya dan juga aman baginya.
Selalu apresiasi setiap usaha yang dilakukan anak agar ia termotivasi untuk terus berusaha dan berusaha lagi.
Sekian dulu materi dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfat.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sesi Tanya Jawab
1⃣ Bagaimana menstimulasi anak usia 16 bulan supaya cepat jalan dan bicara?anak saya usia 16 bln tapi blm bs jalan dan bicara?
Femi_garut_ipc4
Jawab: Mba Femi, saya fokus ke jalannya dulu ya karena tema kali ini adalah perkembangan motorik. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, tiap level perkembangan merupakan kelanjutan dari level sebelumnya. Tahapan berjalan biasanya dimulai dari merangkak-berdiri berpegangan-berjalan dengan titah-berdiri satu dua detik tanpa dipegang- berjalan beberapa langkah-lalu mulai berjalan. Sejauh ini, nanda sedang berada pada tahap mana?
Seperti yang sudah saya jelaskan juga di atas, terdapat empat faktor yang mempengaruhi perkembangan. Untuk faktor di luar diri bayi, kita bisa terus memotivasinya untuk berjalan. Misal bayi mba Femi sudah berada pada tahap bisa berdiri 1-2 detik tanpa dipegang, tinggal lingkungan yang memotivasi bayi untuk melangkah. Motivasi bisa dilakukan, misal ketika bayi sudah bisa melangkah satu langkah, mba Femi bisa memberi tepukan atau sorak sorai sebagai bentuk apresiasi bagi bayi. Hal ini bisa dilakukan terus menerus sampai bayi akhirnya berani untuk melangkah lebih jauh lagi. Yang terpenting jangan sampai memaksa bayi ketika memang bayi merasa lelah. Untuk usia 16 bulan masih ok untuk terus distimulasi untuk bisa berjalan, karena batasan umur bisa berjalan sampai pada usia 18 bulan. Semangat terus melatih dan memotivasi si kecil, ya Mba.
2⃣ Assalamualaikum mb puti. Mau tanya bagaimana sebaiknya komposisi pemberian stimulasi motorik kasar dan halus untuk anak usia 12 bln? Apakah dalam satu hari harus selalu ada diberikan stimulasi dua2nya, bergantian atau bagaimana? Dan untuk anak usia segini apakah sudah dpt di identifikasi termasuk tipe anak yg bagaimana atau gaya termasuk belajar apa? Syukron mb puti' Marina_kebumen_ipc5
Jawab: Sebenarnya tidak ada patokan mba, selama anaknya happy dan tidak capek. Karena di usia 0-5 tahun anak belajar melalui inderanya, maka stimulasi juga dilakukan dengan kegiatan yang merangsang indera. Sebenarnya stimulasi motorik kasar dan halus bisa saling terkait satu sama lain. Contohnya, mba bisa meminta anak untuk merangkak dengan iming2 mainan yang disukainya. Nah, merangkak kan menstimulasi motorik kasarnya, sedangkan meraih mainan termasuk perkembangan motorik halus. Jadi, dua-duanya dapet. Asal asas anak happy dan tidak capek itu yang perlu dipegang, hehe.
3⃣Mutmainnah_banjarmasin_IPC2
Assalamu'alaikum
Mba Puti,anak saya laki2 usia hampir 14bulan. Belum bisa berjalan,duduk pun msh didudukkn (belum bisa duduk sendiri),dia ga merangkak,tp ngesot dada,ky militer2 gitu tangan & kaki nya kombinasi narik & dorong badannya tp ga diangkat seperti merangkak.
Stimulasi seperti apa yg bisa saya ajarkan agar anak saya segera bisa berjalan ya?
Makasih
Jawab: Mba mutmainah, tapi kalo diberdirikan apakah kaki bayi mba sudah bisa menapak dan kuat?
Jadi, sebenarnya fase berjalan tidak harus dilalui dengan fase merangkak (yang mengangkat kedua tangan dan kaki), yang terpenting adalah bahwa anak harus bisa melewati dahulu fase duduk-berdiri-dan berjalan, begitu mba. Untuk duduk sendiri, pada umumnya bayi sudah bisa melakukannya di usia di bawah 9/10 bulan. Untuk saat ini karena saya tidak bisa melihat bagaimana sebenarnya kondisi bayi Mba Mutmainah. Saran saya coba dikonsultasikan ke ahli tumbuh kembang yang ada di daerah mba untuk memastikan kondisi tersebut. Mohon maaf sebelumnya, ya Mba.
4⃣ Nurul_Medan_IPC 1
Salam Mbak Puti, anak saya usia 1bln 10hr, terkadang saya perhatikan, dia suka menjulingkan matanya itu apakah normal? Kemudian benarkah kalo bayi 0-2 bln bila tidak dibedong kakinya akan membentuk huruf O?
Sekian Terimakasih
Jawab: Mba Nurul, untuk usia 1 bulan memang penglihatan bayi itu belum sempurna mba. Mereka masih melihat secara samar-samar. Untuk permasalahan dibedong, sebenarnya itu lebih membuat agar bayi merasa lebih nyaman saja (hangat sehingga nyaman untuk tidur). Untuk kaki yang membengkok jika tidak dibedong, menurut para ahli bahwa bayi yang baru lahir wajar kakinya terlihat bengkok karena di dalam rahim berada dalam posisi meringkuk. Jadi hal tersebut akan 'normal' dengan sendirinya. Begitu mba, semoga menjawab.
5⃣Dwi_bima_ipc5
Assalamualaikum mba puti..
Salam kenal.. Trimakasih atas sharingnya..
Mba, cepat atau lambar perkembangan motorik apakah berpengaruh terhadap kecerdasan anak? Jika berpengaruh, motorik kasar atau halus yang lebih dominan memberikan pengaruh?
Jazakillah mba
Jawab: 'alaikumussalam mba Dwi, pada dasarnya setiap aspek perkembangan akan saling terkait satu sama lain mba. Misal ketika anak mencoba meraih gagang sendok dan kita balikkan bayi akan mengerti bahwa ia harus menggenggam gagang dari sendok, jadi ia tidak akan mengarahkan tangannya ke arah atas, tapi ke arah bawah. Hal tersebut mengajarkan bahwa bayi dapat berpikir bagaimana cara efektif jika sendok diberikan seperti posisi yang tadi atau sebaliknya. Pada dasarnya hal tersebut juga merangsang perkembangan kognitif bayi. Contoh lain ketika mereka meraih dan melempar benda sehingga bunyi, mereka akan belajar konsep sebab-akibat, oh jadi kalo aku lepas, bendanya jatoh dan bunyi. Dua-duanya, baik perkembangan motorik kasar dan halus harus distimulus dengan seimbang. Beri kesempatan anak seluas-luasnya untuk bereksplorasi, merasa dan mengindera berbagai macam hal/benda, maka hal tersebut juga sekaligus akan merangsang perkembangan kognitif dari bayi. Begitu Mba Dwi.
6⃣Assalamu'alaikum Mbak/Ibu Puti.
Anak saya laki-laki usia 18 bulan akhir-akhir ini menolak disuapi, lebih suka makan sendiri tapi belum terampil menggunakan sendok, seringnya makan pakai tangan jadi belum bisa makan berkuah. Bagaimana melatih/stimulasi agar bisa menggunakan sendok dengan tepat? Anaknya cenderung menolak bantuan dan belum fokus jika diberikan instruksi. Mohon saran Mbak/Bu. Terimakasih
Rina_banjarnegara_ipc4
Jawab: ‘alaikumussalam, Mba Rina. Untuk kemampuan menyendok makanan membutuhkan koordinasi antara indera penglihatan dan motorik halus (otot-otot tangan). Untuk melatih koordinasi tersebut, Mba rina bisa memberikan permainan-permainan seperti memindahkan air dari wadah satu ke wadah yang lain menggunakan cangkir plastik, lalu dilanjut memindahkan air dari wadah besar ke wadah yang lebih kecil menggunakan centong, lalu bisa dilanjut memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain menggunakan sendok.
Saat makan menggunakan sendok, mba Rina juga bisa sambil mencontohkan, misal “dek..dek..coba lihat bunda maem pake sendok, nih...dimasukkan ke mulut, nah sekarang coba adek makan kayak bunda?”. Biasanya balita kan suka dengan tantangan, hehe. Selalu apresiasi usaha anak, dan terima apapun hasil yang terjadi. Jadi jika masih berantakan, tidak mengapa. Dengan latihan terus-menerus insya Allah anak akan semakin terampil untuk makan dengan menggunakan sendok.
Dengan melatih hal tersebut diharapkan bayi akan semakin terampil untuk menggunakan sendok ketika makan. Untuk kemampuan makan menggunakan sendok sendiri rata-rata anak memang baru bisa di usia sekitar 1,5 tahun, namun tugas perkembangan ini berada sampai rentang usia 2 tahun. Semangat untuk menstimulus ya, Mba.
7⃣ Noni_Tangerang_IPC2
Assalamu'alaikum wr wb...
Terimakasih atas kesempatan pertanyaannya...
Bunda saya ingin bertanya, sekarangkan banyak anak2 yang disekolahkan sekolah todler...
Sebenarnya kemampuan apakan yang harus dikembangkan bagi anak usia balita...?
Dan benarkan kemampuan kognitif anak usia balita harus dihindari...?
Jawab: wa‘alaikumussalam wr wb, Mba Noni. Kalo kemampuan kognitif stimulusnya bisa dari bayi mba, hehe. Untuk anak usia balita, berikan aktivitas-aktivitas yang menstimulus semua panca ideranya, karena anak pada tahap ini belajar melalui semua panca indera yang dimilikinya. Mungkin yang dimaksud oleh mba Noni seperti menulis atau belajar menghitung ya? Prinsipnya, pada masa balita dikenalkan dulu saja. Jika anak memang suka dan senang, maka orangtua bisa melanjutkan untuk memberi stimulus lebih lanjut mengenai hal tersebut. Misal, anak usia 3 tahun memang pengin diajari baca, “Bunda, itu huruf apa? Itu bacanya gimana?”, maka sudah sewajarnya bagi orangtua untuk memfasilitasi anak belajar. Selama anak happy dan tidak dipaksa, sekali lagi tidak dipaksa, maka menurut saya tidak mengapa anak sudah dikenalkan huruf, angka, serta baca dan tulis. Begitu Bunda, prinsipya anak memang happy dan tidak dipaksa.
8⃣ Wafaa _bandung_ipc5
Ada ngga sih mba batas kelebihan aktifnya sampe disebut hiperaktif kalo msh di bawah 2th?
Jawab: Untuk mendiagnosa hiperaktif tidak bisa hanya dilihat sehari dua hari mba wafa. Perlu observasi dalam kurun waktu tertentu dan memenuhi kriteria-kriteria untuk menegakkan diagnosanya. Terlebih bayi masih berada di bawah umur 2 tahun. Jadi, untuk mengobservasi seorang anak hiperaktif atau tidak hanya bisa ditegakkan diagnosanya oleh para ahli. Begitu mba, semoga menjawab.
9⃣ Assalamu'aialkum,
Saya ingin tanya..dalam suatu standar tumbuh kembang anak, dinyatakan terlambat jika sudah melewati jangka waktu berapa lama kah?
terimakasih chacha_tokyo_ipc5
Jawab: ‘Alaikumussalam, Mba Chaca. Untuk menyatakan perkembangan anak terlambat atau tidak, maka pembandingnya ada dengan pencapaian rata-rata anak seusianya. Jadi begini contohnya, misal untuk kemampuan bayi berdiri tanpa pegangan dalam suatu populasi, 25 % anak berhasil di usia 7 bulan. 50% berhasil di usia 8 bulan. 75% berhasil di usia 9 bulan. 100 % berhasil di usia 10 bulan. Jadi, range kemampuan anak untuk berdiri tanpa pegangan berada dalam rentang 7 – 10 bulan. Ketika anak kita masih berusia baru memasuki 7 bulan dan belum bisa, berarti memang masih wajar.
Namun, misal ketika anak kita sudah berusia 9,5 dan belum bisa, maka masih berada dalam rentang yang wajar namun memerlukan stimulus yang intensif. Ketika anak kita berada pada usia di atas 10 bulan namun belum bisa melakukan hal tersebut, maka hal itu menjadi dikatakan terlambat dan sebaiknya diperiksa oleh ahli tumbuh kembang untuk dilihat bagaimana kondisi sebenarnya. Begitu, mba chacha kira-kira.
Untuk masing-masing ketrampilan sendiri, tiap kemampuannya memiliki standarnya masing-masing. Hal tersebut bisa dilihat contohnya dalam grafik checklist perkembangan denver (DDSC). Mungkin bisa di google untuk melihat lebih lanjut mengenai perbedaannya di tiap tugas perkembangan. Namun, untuk menggunakan tes denver sendiri para ahlilah yang bisa menginterpretasikannya. Jadi, ini sebagai bahan pengetahuan saja untuk orangtua. Semoga bermanfaat.
Assalamualaikum mbak puti, salam kenal, sy mau tanya, syifa 3th 9bln,PAUD sejak usia 2th, tp sampai sekarang kok blm apal warna dan angka ya, jd klo belajar tuh via lagu dia bs cepet apal, bidang kesenian jg cepet nyantol, tp klo di tanya, ini warna apa? Ini angka berapa? Syifa ga ingat lg.. sy takut syifa sakit seperti anaknya dedy corbuzier, perlukah di periksa? Namanya check apa dan dgn ahli apa? Terimakasih jawabannya..
Kokom_jogja_ipc 5
Jawab: wa‘alaikumussalam mba kokom. Mba kokom, memang dalam tugas perkembangan sendiri, anak mengenal 4 warna itu berada di rentang usia 3-4 tahun 9 bulan. Itu masih 4 warna ya mba, hehe. Coba saja dahulu dikenalkan warna-warna dasar, seperti merah-hijau-kuning dan biru. Setelah anak menguasai, baru dilanjutkan ke warna berikutnya. Kalau untuk check perkembangan bisa ke klinik tumbuh kembang anak mbak, biasanya ada di rumah sakit-rumah sakit pemerintah. Di sana anak akan diperiksa oleh para ahli, biasanya diperiksa oleh psikolog dan juga dokter anak. Semoga bermanfaat, ya mba.
Terima kasih sekali lagi atas kesempatannya. Semoga dari yang sedikit saya berikan bisa bermanfaat buat para IPCers . Saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Untuk menjalin silaturahim via media sosial, saya bisa dikunjungi di:
Fb dan email: putiayusetiani@gmail.com, atau
putiayusetiani.blogspot.com
Sampai bertemu di kesempatan selanjutnya....
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Div. Administrasi
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity
Instagram: @islamicparenting
twitter: @isparentingcom
blog: isparenting.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar