Jumat, 27 November 2015

Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun

Resume Materi Grup WhatsApp Rumah Main Anak

Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun
Oleh Juditha Elfaj

��Pendahuluan
Anak pada rentang usia 4-6 tahun merupakan individu yang sedang belajar menguasai tingkatan lebih tinggi dari bberapa aspek, spt gerakan, berpikir, perasaan, dan interaksi dengan lingkungannya. Ia sedang mengalami perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang, dari sederhana menjadi kompleks, dan dari ketergantungan menjadi lebih mandiri. Perkembangan ini tentunya ditujukan pada perubahan yang sistematik, progresif, dan berkesinambungan.
Adalah hal yang penting bagi kita sbg orangtua utk memahami perkembangan anak usia ini, agar dapat membantu proses pembelajaran anak serta memberikan perlakuan yang tepat kepadanya.

��Karakteristik
Menurut Montessori (Hurlock, 1978), anak pada usia 3-6 tahun berada pada masa sensitif, dimana suatu fungsi perlu dirangsang dan diarahkan agar tidak terhambat perkembangannya. Misal, fungsi kemampuan bicara. Jika pd periode ini tdk dirangsang (distimulasi, dilatih, dll), maka anak akan mengalami kesulitan di masa berikutnya. Selain itu, pd masa ini anak jg sensitif thdp keteraturan lingkungan, eksplorasi lingkungan thdp objek kecil dan detail, serta sensitif thdp lingkungan sosial.
Erikson (Helms & Turner, 1994) memandang pribadi usia 4-6 thn sebagai fase sense of invitiative. Pd periode ini anak hrs didorong mengembangkan inisiatif atau prakarsa. Jika ia tdk mendapat hambatan dr lingkungannya, maka anak akan mampu mengembangkan prakarsa dan daya kreasinya, sehingga ia mampu tumbuh dengan percaya diri dan mandiri. Namun, jika ia terlalu sering mendapat larangan dan teguran, anak dapat diliputi perasaan guilty atau bersalah. Oleh krn itu, kepercayaan, kasih sayang, dan komunikasi yang baik dapat mendukung keberhasilan kita mendapingi perkembangannya pada masa ini.
Menurut pakar pendidikan Islam Asy Syantut (1994), selepas usia 4 tahun anak mulai mengenal dan meniru orang-orang di sekitarnya selain orangtuanya. Oleh karena itu, selain menyediakan lingkungan yang baik, kebiasaan-kebiasaan baik dari orangtua yang membentuk perilaku yang kuat pada anak harus sudah disiapkan pada masa sebelumnya.

��Ciri Perkembangan Usia 4-6 tahun
☆ mulai mampu memnuhi kebutuhan fisik scr sederhana
☆ mulai mengenal kehidupan sosial : berkawan, mengikuti aturan, dll
☆ masih memerlukan perlindungan org lain
☆ mampu meniru kesibukan orang dewasa lewat permainan
☆ mulai tumbuh dorongan mengeksploitasi lingkungan, ditandai dengan sering bertanya utk mengumpulkan informasi

Adapun perkembangan anak usia 4-6 tahun di berbagai aspek (motorik, kognitif, bahasa, dll) akan dibahas pada tulisan berikutnya.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.

Tanya Jawab :
1. Mbak, anak sy 6 th 1 bln.  Bisa dibilang mandiri utk seusia nya. Kadang saya kasihan di usia nya 6 thn,  sdh punya adik 2 org.  Saya takut anaknya jd merasa kurang diperhatikan. Krn sy juga bekerja.  Apa yg harus saya perhatikan dari kondisi anak ini mbak... Sehingga saya yakin dia tdk kekurangan kasih sayang atau perhatian dr kami ortu nya.

Yuanita_RMA4

Jawab : Hai mba Yuanita. Alhamdulillah ya Mba sudah mandiri. Yang diperlukan tentu saja quality time bersama ayah dan ibunya, terlebih jika keduanya sama2 bekerja. Bunda bisa menyempatkan diri untuk mengobrol bersamanya berdua saja, tanpa ada adik2nya. Bertanya tentang aktivitasnya, teman2nya, mendengar ceritanya, atau melakukan apapun yang ia sukai (menemaninya menggambar atau bermain lainnya). Begitu pula ayahnya, sempatkanlah berdiskusi berdua saja dengan si sulung tanpa ada ibu dan adik2nya, baik bercerita, berdongeng, bermain, dan sebagainya. Yang pasti, saat berquality time dengannya jauhkan dari hal2 yang dapat menganggu seperti gadget, tv, hp, dll. Agar bonding ibu-anak, ayah-anak tetap kuat meski kedua orangtuanya bekerja.

Dan, di saat orangtuanya libur pastikanlah bahwa hari libur tersebut diisi dengan kegiatan2 berkualitas untuk memperhatikan tumbuh kembang anak2.

Semangat ya, Bun.

2. Aslmkm mba lies...mau nanya kalo anak usia 3-5tahun itu kan sudah menginjak sekolah, baik itu PG/TK kalo sudah bisa mngenal huruf baiknya diarahkan les baca, les mwarnai atau tdk, bebankah utk anak kalo bnyak kegiatan belajarnya?

(Rifsy, fideria, 20m, sukabumi, rma4)

Jawab : Wa'alaikumsalam Mba Rifsy. Secara fisiologis, di usia 0-6 tahun otak kananlah yang berkembang lebih pesat. Sedangkan perkembangan pesat otak kiri baru dimulai saat memasuki usia 7 tahun. Memahami ini, akan membuat kita mafhum mengapa para ahli menyarankan untuk tidak mengajarkan calistung pada memasukkan anak usia dini. Namun, boleh2 saja mengenalkan huruf dan angka pada anak usia dini, asal disesuaikan dengan fitrah usia mereka, dibuat se-fun mungkin dalam kegiatan bermain, bukan dengan metode drilling.

Apakah lembaga les tersebut mengajarkannya dengan cara bermain? Atau anak harus senantiasa berkutat dengan buku dan alat tulis? Jika ya, akan lebih baik jika tidak dileskan. Sebab, stimulasi untuk anak di bawah 7 tahun lebih ditekankan pada stimulasi "kepala ke bawah" (motorik) daripada stimulasi "kepala ke atas" (kognitif, bahasa). Semoga menjawab ya :) (Sarah)

3. Assalamualaikum bunda lis..saya ingrita..
Bunda..keponakan saya 5thn skrg sudah TK..tapi dia tdk mau sekolah sendiri, jd sampai skrg msh hrs ditunggui ibu nya..pun ibu nya harus selalu berdiri didepan jendela dan melihat ke dalam kelas..jk ibunya menunduk atau tak telihat sebentar saja dia akan keluar kelas dan menangis..dia anak yg penyayang tetapi juga mudah sekali 'mutung' atau ngambek jika keinginannya tdk terpenuhi..kira2 apa yg harus dilakukan ya bunda untuk mengarahkan perilaku anak agar menjadi lebih baik?
Terima kasih atas sharingnya bunda

Ingrita dewi puspasari/ magelang/ rma4

Jawab:
Halo, Mba Ingrita. Sebelum anak dimasukkan sekolah sekiranya orangtua perlu mempersiapkan anak yaa. Karena  siap bersekolah bukan sekedar perkara bisa baca-tulis-hitung, namun lebih penting dari itu adalah mempersiapkan School Maturity (kematangan masuk sekolah) dan School Readiness (Kesiapan masuk sekolah).  

Kematangan, acuannya adalah pertumbuhan biologis yang perlu dicapai sebelum anak masuk sekolah. Termasuk dalam hal ini adalah kematangan otak untuk memahami konsep membaca, menulis, menghitung, dan memahami sudut pandang orang lain.

Dalam hal ini, ada beberapa kematangan yang perlu dimiliki anak, di antaranya:

1. Kematangan Emosi
- Tidak “terikat” lagi dengan ibu sehingga anak dapat berpisah dengan ibu dalam waktu yang cukup lama.
- Dapat menerima otoritas lain (seperti ibu/bapak guru)
- Mampu mematuhi aturan sekolah
- Mampu menyesuaikan diri dengan suasana sekolah serta dapat mengendalikan emosinya (misalnya tidak cengeng atau mudah marah).

# Untuk mempersiapkannya, Bunda dapat melatih mengenali emosi, sering mendongeng yang memainkan berbagai watak dan karakter, dll

2. Kematangan Sosial
- Anak lebih mandiri
- Mampu memilih kegiatan yang ingin dilakukannya.
- Tidak lagi diliputi perasaan ragu-ragu/takut dalam menentukan kegiatan tsb
- Anak telah memiliki kesadaran akan tugas yang dihadapinya
- Mampu menyelesaikan tugas yang dipilihnya (dalam menyelesaikan tugas yang dipilih sendiri dibutuhkan inisiatif daripada tugas yang diberikan guru).

Jika anak menangis saat melihat orangtuanya tidak ada, bisa disiapkan lagi kematangan emosi dan kematangan sosialnya ya, Bun.

Semoga menjawab ya Bun.
(Sarah, disarikan dari materi "Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah" oleh Thasya Sugito).

4. Anak saya sangat suka membaca *dibacakan* buku. Perkenalan dgn huruf pun sudah dilakukan dgn metode sambil bermain. beberapa sudah hapal, tangannya pun sudah luwes memegang alat tulis. Nah kadang saya pancing dengan worksheet2 sesuai usianya (preschool), tapi tergantung moodnya, kalau mau ngerjakan ya dikerjakan kalau ga tidak dipaksa. Begitu sudah pas kah?

Khusnul/halmahera utara/3y4m/RMA4

Jawab:
Boleh2 saja, Mba Khusnul. Yang penting anaknya senang, tidak ada pemaksaan, dan bukan menjadi aktivitas utama dalam kegiatan bermain sehari-hari (sarah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar