Jumat, 27 November 2015

RESUME BINCANG SERU (BIRU) IPC - Muslimah, Yuk Temukan Passionmu!

RESUME BINCANG SERU (BIRU)

Islamic Parenting Community

Muslimah, Yuk Temukan Passionmu!

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Narasumber : Harri Firmansyah
IPC 5
PJ Management : Riesya Utami dan Kamilah Fithri
Admin : Dwi Mustika Handayani
Host : Henny S. - Makasar
Co-Host : Yuniarti - Jogjakarta
MC IPC #1 : Khoirun Nissa - Banding
MC IPC #2 : Dinda Risky Amelia -Tangerang
MC IPC #3 : Aliya - Pasuruan
MC IPC #4 : Putri Nandari Elman - Bandung
Tanggal Diskusi : Jumat, 13 November 2015
⌚ Waktu Diskusi : 19.30 - 21.00

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Profil Narasumber

Harri Firmansyah R atau biasa disapa dengan Kang Harri, lahir di Bandung 22 September 1978. Beliau adalah seorang community leader sekaligus pendiri dan pemilik "Butterfly Fathunnafs Center".

Sejak tahun 2010 telah disebut oleh Harian Umum Pikiran Rakyat sebagai 1 dari 10 Trainer Terbaik di Indonesia yang memiliki gaya khas tersendiri.

Kang Harri dikenal sebagai Best Training Partner dari Bapak Tung Desem Waringin (Success Coach No.1 Indonesia) untuk Financial and Marketing Revolution. Kang Harri juga adalah alumni sekaligus murid terbaik dari Dr. Ernest Wong (Penasehat Menteri Pendidikan Malaysia, Singapura, & Hongkong) for Learning Revolution, pengisi program-program inspiratif di banyak sekali media (TVRI, Alif TV, IMTV, MQTV, RaseFM, MQFM), Indonesian Ambassador for Canada – Indonesia Youth Exchange Program, sudah berpengalaman mengisi training di Hongkong, Singapura, dan puluhan kota di Indonesia.

Alumni Training dari Harri Firmansyah saat ini secara total sudah lebih dari 100.000 peserta training. Peserta Trainingnya terdiri dari berbagai lapisan mulai murid SMU, Mahasiswa, Rektor, Profesional, Manula, Aktivis-aktivis masjid hingga Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Beliau juga konsultan dan trainer di lebih dari 150 perusahaan nasional dan multinasional.

Bukan hanya itu, orisiniltas materi dan gaya penyampaian materi Kang Harri semakin khas dan memukau. Kini ia banyak berbagi ilmu tentang kekuatan response. Kepiawaiannya meramu materi dan delivery training membuat lelaki ini dirindukan peserta training. Kedekatan secara emosional adalah apa yang dirasakan oleh para participants melalui pelatihan-pelatihannya.

"Respon yang Anda berikan terhadap suatu peristiwa menentukan persepsi dan tindakan Anda. Dan selanjutnya, tindakan Anda menentukan nasib Anda." Begitulah kira-kira inti pesan yang kang Harri sering tularkan kepada banyak orang.

Sumber:

http://jamilazzaini.com/profile-harri-firmansyah/

http://tdcindonesia.blogspot.co.id/2011/01/harri-firmansyah-r.html?m=1

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
PASSION
Posted on: @PassionateHarri by Harri Firmansyah

Passion adalah Gift dari Allah. Dan hadiah (gift) itu bisa jadi biasa2 saja, bisa jad luar biasa; tergantung pengkayaan kita terhadap #Passion

Setidaknya, 4 hal yg bisa kita lakukan untuk pengkayaan Passion:

1⃣ Periksa, Perlakuan apa yg paling sering kita lakukan terhadap #Passion

2⃣ Lingkungan juga bisa mengkayakan #Passion kita

3⃣ Simpul-simpul pertemanan kita pun sangat memperkaya #Passion

Namun dr semuanya, yg ke 4⃣ ini paling penting; #Passion akan mudah ditemukan ketika kita dekat dg Tuhan; ketika hati senantiasa terjaga padaNya

Selain Gift dari Allah, #Passion juga bagi saya adalah sebuah akronim. Dia kependekan dari kata "Pass It On" !! Sebarkan !!

Setelah tahu #Passion kita apa, "Pass It On"!, Sebarkan.
Kasih tau orang lain dengan cara2 yg luar biasa, yg berikan manfaat bagi orang banyak.

Jangan takut jadi miskin karena setia dg #Passion kita.

Jangan lupa untuk memberi Nilai Tambah & Faktor Kali agar #Passion kita Tumbuh Besar

Faktor Kali #Passion kita itu bisa social media, bisa juga teman2 kita yg luar biasa banyak

Dari sekian banyak Faktor Kali #Passion, yg sering kita lupa adalah Allah. Padahal Allah-lah Pemilik Segala Faktor Kali dari #Passion kita

"Duh.. Bisa jadi Kaya gak yaa..? #Passion saya cuma ini.."
Don't worry about that! Selama kita teruus libatkan Faktor Kali & Nilai Tambah

Bahkan gak cuma kaya, Saat Faktor Kali #Passion kita adalah Allah, disanalah kita akan bahagia dan insya Allah berkah

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

❔Sesi Tanya Jawab

1⃣
Muly_karawang_ipc5
Assalamualaikum, Kang Harri apa kabar? terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dengan kami. Kang ada yang ingin saya tanyakan, bila kita sudah menemukan passion kita misalnya di bidang kebidanan tapi terkadang terbentur dengan rutinitas sehari-hari kita sebagai ibu rumah tangga, bagaimana caranya agar passion kita berkembang/sukses tanpa meninggalkn kewajiban kita sebagai IRT ? mungkinkah kita punya passion di 2 bIdang sekaligus?

Jawaban:

Langsung jawab ya.. Makasi Bunda Muly. Walaikumsalam wr wb.. IBI Karawangmah punya ikatan batin sama saya yah hehe

Ok back to topic..

"Tugas jiwa adalah setia kepada hasratnya", maka mencari hasrat / passion itu penting banget krn dengan mengetahuinya hidup kita akan lebih  berwarna, dengan warna yang kita sukai. Passion adalah bahan bakar kita untuk menjalani hidup.

Tapi kan saya punya kewajiban sbg bu RT ? Dan bukan lagi untuk diperdebatkan IRT is the most beautiful and expensive career in dunya wal akhirat

Caranya bagaimana agar passion kita bisa berkembang ? Manajemen waktu. Jangan sampai ditinggalkan. Jikalau memang menjadi IRT sangat menyita waktu karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan yang mengharuskan kita ada bersama mereka. Setidaknya, berkomunitaslah dengan orang2 yg memiliki passion yang sama dengan kita. Disitu passion kita akan terjaga.

Smoga kelak bisa membangun klinik bersalin di rumah yaa.. Sehingga tanggung jawab IRT, passion dan bisnis bisa jalan.

Bisakah punya passion skaligus 2 ? Bisa, hanya saja manajemen waktunya akan jauh lebih ketat . ✅

2⃣ Nailah_IPC4_Jakarta

Pak Harry yang dirahmati Allah, apa yang menyebabkan seseorang tidak punya Passion, menjalani hidup menurut dia, datar datar saja, tidak ada hal yang menonjol dan harus diperjuangkan, jadi yang masuk kategori Passion itu apa?
Dan, apakah Passion berujung harus jadi mata pencaharian? Atau berending uang? (benefit). Makasih pak.

Jawaban:

2⃣ Bunda Nailah yang juga dirahmati Allah. Banyak sebab orang "mati rasa" terhadap Passionnya. Dari mulai saking sayangnya ortu terhadal kita, sehingga sangat menjaga kita dari hal hal yg (dianggap) bisa mencelakai kita, khawatir kita gagal sehingga penjagaannya berlebih..sampai kemiskinan struktural yang berkesimpulan : jadi orang miskin ga usah banyak maunya..jalani hidup apa adanya saja. Sehingga mereka tidak mengeksplore secara lebih kemampuannya.

Hal hal di atas membuat seseorang lupa menganalisa dirinya, kelebihannya apa.. keistimewaan yang membedakan kita dengaan orang lain apa..so dia akan merasa sama, alias datar. atau bahkan merasa lebih kecil dibanding dgn yg lain.

Ada 5 cikal bakal passion, bisa dari :
1. Hobi
2. Minat
3. Antusiasme
4. Kekaguman
5. Bakat

Apakah passion selalu harus berujung uang ? Tidak harus..tapi biasanya jadi profit dan benefit :)

Yang saya rasakan dan lihat orang orang membayar kita karena keistimewaan kita, dan kerelaan kita setia terhadap keistimewaan kita tersebut✅

3⃣ Winhy's_Sidoarjo_IPC3

Assalamualaikum. Bagaimana menemukan passion kita itu ya Kang? Apa bisa disebut passion kalo minat kita kadang tinggi kadang tiarap? Makasih jawabannya

Jawaban:

3⃣ Walaikumsalam Bunda Wihny, menemukan Passion itu dengan eksplorasi. Sumber sumber passion tadi sudah saya jawab diatas ya..

Dalam pencariannya, minat kita memang kadang naik atau turun drastis. Nah, disatu titik nanti Bunda akan menemukan mengerjakan seuatu yg semangatnya konstan.

Setelah mencoba berbagai bisnis sampai membangun bisnis ke LN.. akhirnya ayah saya menemukan bisnis yg terbaik baginya. Semangatnya tetap..konstan..sangat dinikmati olehnya..dan rezekinya berkah dirasa. Bisnis laundry kiloan..beliau hobbynya memang cuci baju!!!!

Tahukah bunda bunda di usia berapa ayah saya menemukan bisnis impiannya ??? 57 tahun...

Bunda Wihny silahkan coba berbagai hal..mana yg bisa membuat bunda "tenggelam" "lupawaktu" menjalaninya ??? Inget ya, lupa waktu...bukan lupa Allah, anak dan suami hehehe

Tenggelam dalam waktu itu bisa jadi ciri 2 bahwa kita sedang menjalani passion kita.✅

4⃣ Noni_Tangerang_IPC2
Terima kasih kang Harry sudah mau berbagi ilmunya kepada kami ibu ibu IPCers
Saya ingin bertanya...
1. Apakah hobby yang berubah-ubah bisa menentukan passion yang tepat..?
2. Apakah step step tersebut dapat digunakan untuk mencari tahu passion dan talent mapping untuk anak2 kita..?

Jawaban:

4⃣ Sami sami bu Noni
a. Hobby yang berubah artinya kita sedang mencari mana yang paling pas. Namun juga agar tidak terus berubah seiring trend waktu, maka kita harus melakukan yang dinamakan "self analysis" namanya sih gaya ya..padahal itu teh "muhasabah diri"..

Apa yang harus senantiasa kita analisa :
1. Kekurangan, kelebihan dan keistimewaan kita.
2. Nilai diri (prinsip prinsip yang kita anut dan jadi belief)
3. Tujuan hidup / cita cita (bukan hanya dreams ya..tapi life goals).

Jika kita senantiasa menganalisa diri kita..nanti yang muncul adalah self awareness (sadar diri). Hobby kita akan cenderung tetap..walau trend berubah ubah.

B. Tallent mapping, iyess..akan sangat membantu mencari tahu passion anak anak kita.

Anak saya dimapping dengan beberapa tools, STIFIn misalkan..sangat membantu sy menemukan passionnya. Saya tahu sifat dasar dia apa..saya sediakan beberapa cara untuk mengarahkan dan mengembangkannya

Semoga menjawab ya bunda Noni ✅

5⃣ Dina _Bandung_IPC1
1.Passion erat kaitannya dengan life purpose nah menurut Kang Harry Life purpose yang harus ditentukan lebih dulu (agar passion ditemukan kemudian) atau passion dulu baru memancang life purpose ?!

Jawaban:

5⃣ Makasi Bunda Dina, jika di design.. disengaja.. mencari passion..maka life purpose dulu baru mencari passion.

Tapi sangat sering, prosesnya berjalan sangat halus..menjalani passion menyebabkan life purpose makin jelas.

Hal Ini yg saya suka ~> maka life purpose saya akan senantiasa saya kaitkan dengan apa yang saya sukai ini.

Passion Mengajar misalnya..karena suka mengajar ada seseorang yg kemudian membuat life purpose "ingin sharing ke lebih 10.000 calon Bunda bahagia dunia akhirat"

Kiranglangkung sapertos kitu Bunda Dina :)✅

6⃣Miranti_Bandung_IPC 5
Assalamu'alaikum Kang Harri.
Untuk orang yang memiliki tipe banyak maunya, ikut banyak kegiatan dan gabung di beberapa komunitas tetapi masih merasa belum menemukan passion sesungguhnya, bagaimana cara paling jitu untuk meyakinkan kita dengan 1 passion yang tepat dan bukan karena faktor lingkungan?
Syukron.

Jawaban:

6⃣ Bunda Miranti hebat bener pertanyaannya..
Take an off Bund. Berhenti dulu daru semuanya sejenak. Sejenak saja yaa..jangan keterusan. Nanti dari sesi berhenti sejenak itu akan muncul kerinduan..mana yang paling dirindukan ?

Jika sudah menemukannya, coba fokus disitu..
Mis : setelah berhenti dari berbagai komunitas yang paling saya rindukan adalah sesi berkomunitas itu !! Lhooo kok bisa ??
Ya mungkin hobbynya memang kumpul, passionnya adalah ketika bermanfaat buat orang lain.
Maka, kembangkanlah.. jangan hanya menjadi komunitas yang kumpul kumpul semata tapi juga bermanfaat buat masyarakat sekitar dan berefek jangka panjang.

Apakah itu yg paling jitu ? Nggak jugq, tapi take an off patut dicoba ☺✅

7⃣Finda_Serpong_IPC3
Dalam materi ditulis "jangan takut jadi miskin karena setia dengan #Pasion kita". Selain dengan tetap yakin rejeki Alloh yang atur, apakah Kang Harri ada tips untuk mengatasi kekhawatiran ini?

Jawaban:

7⃣ Terimakasih bunda Finda..tips selain tetap yakin dengan rezeki yang Allah telah atur buat kita ya.

Selama kita mencintai apa yang kita lakukan..selama itulah kita akan berjuang mempertahankannya.

Jangan hanya berjuang mempertahankannya, tapi juga pelajari seninya.

Karena ini berkaitan dengan "kemiskinan" , izinkan saya menjawabnya dengann teknis pelipatgandaan kekayaan yah.
Bunda, yang harus kita lakukan terhadap passion kita ada 2.
1 . Selalu beri nilai tambah, agar dia punya ciri khas dan berbeda dari orang lain.

2. Berikan faktor kali. Gabung dengan komunitas yang tepat..dan saat ini komunitas tersebut bisa online ataupun offline

Selama kita buat nilai tambah dan beri faktor kali, insya Allah apa yang kita lakukan akan menjadi tabungan kebaikan. Cairnya kapan ? Allah maha tahu kapan yabg paling tepat waktunya buat kita✅

8⃣ Lia-jakarta-ipc5
Assalamualaikum Kang Harri, saya ingin menanyakan setelah melihat kebutuhan anak yang tidak bisa dipenuhi di lingkungan rumah, passion saya mulai terlihat untuk mengajarkan anak anak mengaji, tetapi ada kendala yaitu biaya dan kebetulan di komplek rumah sudah ada tetangga yang mengajar mengaji namun tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tadinya saya mau buka pengajian di rumah untuk anak anak tapi saya tidak enak dengan tetangga saya itu, sebaiknya apa yang harus saya lakukan. Apalagi pernah saya melihat guru tersebut kalau memarahi anak2 suka keluar kata binatang.
Terima kasih sudah diberikan kesempatan bertanya, jazakillah khoiron kang harri

Jawaban:

8⃣ Bunda Lia yg Dahsyat..maraknya keburukan bukan karena ketiadaan orang baik. Maraknya keburukan, salah satunya disebabkan karena ketidakpercayaan diri orang baik untuk menunjukkan kebaikannya.

Berkomunikasilah dengan tetangga Bunda, bukan mohon izin yaa..tapi bercerita dan minta doa..kita akan buat hal serupa dengan apa yang beliau sudah lakukan.

Kemungkinannya gimana ? Ya bisa jadi baik2 saja, bisa juga jadi tidak baik pada awanlnya. Namun, marilah kita mulai berani untuk setia terhadap passion kita..apalagi hal tsb berhubungan dengan mencetak generasi qur'ani kedepannya

9⃣ Dini_kudus_ipc 2
1. bagaimana jika pekerjaan kita berbeda dengan passion kita?
2. bagaimana menemukan passion anak kita? stimulus apa yang bisa kita berikan dan mulai usia berapa?
3. bagaimana menginspirasi para orangtua agar bisa menemukan passion anak anaknya, bukan malah memaksakan anak untuk mengikuti passion ortunya?
Terimakasih

Jawaban:

9⃣ Terimakasi Bu Dini..
1. Jika pekerjaan kita berbeda dgn passion kita..impactnya adalah galau. Misalkan..suka banget desain interior tapi saya dokter gigi .
Wajar kalau selalu ingin berlari ketika sdh merasa bosan praktek.
Dokter giginya jalan..desainnya jalan..tapi keduanya ga ada yg melesat..sedang sedang aja. Kalo yang standard mah banyak..dunia dipenuhi dengan orang2 seperti itu bukan ?

2. Menemukan passion anak anak kita bisa kita lihat dari apa yg paling senang dia kerjakan. Permainan apa ? Membangun bidang ? Menggambar ? Meronce / merangkai ? Ga bisa diem  dan cerewet ? Suka tebar pesona di depan orang lain ? Atau diam merenung seperti sedang meneliti dan berpikir ? Nyanyi ? Ngaji dengan suara kencang ?
Itu adalah gejala dasar..harus di observasi seksama oleh ortunya..

Saran saya, bantu dengan penelusuran minat . Banyak toolsnya..test sidik jari, test VAK dll dll
Dari situ kita bisa menstimuli mereka dengan lebih pas. Usia, ketika mereka sudah bisa berkomunikasi dengan kita stimulusnya akan lebih mudah. Jika masih balita lakukan observasi saja..

3. Inspirasi orang lain dgn apa yg kita lakukan. Agar dampaknya lebih massive..buat tulisan..posting di FB "pengalamanku mencari passion sang buah hati", kirim link-nya keseluruh grup IPC..500 lebih deh yang baca
Smoga bisa memberi jawaban ya Bu Din✅

Lendy_Bandung_IPC1
Saya ingin bertanya kang Harri,

1. Kalau passion berubah rubah, bagaimana menyikapinya yaa kang..?
Karena saya jualan online, rasanya saya berganti ganti trus jualannya, tidak bisa fokus.
Apakah itu termasuk passion atau hanya ikut-ikutan?

2. Seperti yg Kang Harri katakan,
Kalau passion saya mungkin tidak bisa membuat saya kaya..hanya menyalurkan keinginan untuk selalu ingin belajar.
Tapi ada di saat saat tertentu saya lelah.
Bagaimana mengatasi kelelahan yang kadang melanda..?
Mengingat saya selalu punya alasan utk merasa lelah..

Jawaban:

Nuhun Bunda Lendy,  passion berubah ubah, mungkin itu masih terbatas dalam "minat" belum jadi passion bund.

Kalo case nya jualan, berubah ubah apa yg dijualnya bukan berarti passionnya berubah.

Passionnya tetap "jualan". Adapun barang berubah ubah mah..memang alamiahnya pedagang update dengan selera konsumen kekinian. Saran saya, bangun sistem penjualan..jangan 'olangan teruss' mudah capeknya.

2. Passion apapun sangat bisa menciptakan kekayaan, jika kita menginginkannya, mengizinkan untuk hal tersebut terjadi.

Lelah ..jenuh itu sangat lazim terjadi, itu artinya kita sedang terjebak dalam aktivitas "ritual" kita.

Berlatih Memaknai hidup, mendekat kepada sang Maha Hidup akan membuat aktivitas kita tidak hanya menjadi ritual semata..tapi jadi aktivitas 'spiritual' full of spirit, menghadirkan diri sepenuh hati dan jiwa dalam setiap aktivitas kita.

Masih bisa jenuh ? Bisa saja, tapi tetap melangkah. Membangun moment demi moment sampai ia membangun momentum dalam hidupnya :)

Menyandarkan diri kepada Allah juga akan sangat meringankan lelah kita Bunda yang baik.

Kenikmatan bagi kita ketika kita bisa menyerahkan lelah kita kepada Allah sampai menjadi Lillah..

#ahinimahsayabicarapddirisendiri✅

1⃣1⃣ Arum_Malang_IPC 4
Assalaamualaikum Kang Harri,
Mungkin gak sih passion dalam diri berubah? Contoh misal, waktu kecil sampai kuliah passionnya nyanyi, banyak karya, prestasi dan kebaikan yang dihasilkan dari bernyanyi. Namun seiring berjalannya waktu, passion tersebut ganti dengan menulis, dan perlahan passion menyanyinya jadi tenggelam dan tergantikan oleh menulis.

Terima kasih banyak atas jawabannya

Jawaban :

1⃣1⃣Walaikumsalam Bunda Arum di Malang..mohon maaf harus menunggu lama ya..

Sangat mungkin passion berubah karena temuan temuan baru dalam masa ekspolarasi diri.

Apalagi jika kemudian yang semula Passion harus bertemu dgn Values yg dirasa kurang pas dlm diri. Menyanyi misalnya..pas anak anak sih oke oke aja. namun seiring dengan pertambahan usia, ilmu dan pemahaman..menyanyi terasa kurang pas dgn prinsip prinsip dasar yg dianut. Dan kemudian tanpa disadari kita mencari sesuatu yg baru..lantas menemukan deh yg "kenikmatannya" kurang lebih sama dgn passion semula dan yg ini tidak bertabrakan dgn personal  value...malah bisa jadi lahan dakwah :)

Selamat yaa, atas penemuannya :)
Ditunggu tulisan2 Bunda Arum ✅

Divisi Administrasi

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

Instagram: @islamicparenting

twitter: @isparentingcom

blog: isparenting.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar