Senin, 26 Oktober 2015

Resume Bincang Seru IPC - Istimewa Dihati Suami

RESUME BINCANG SERU (BIRU)

Islamic Parenting Community

�� Istimewa di Hati Suami ��

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

��Narasumber : Betty Yanti Sundari
�� IPC 7
�� PJ Management : Riesya Utami & Kamilah Fithri
��Admin : Dwi Mustika Handayani
��Host : Bunga Erlita Rosalia
��Co-Host : Amila Ingefoji
��MC IPC #6 : Santy Dewi Rahmah
��MC IPC #8 : Fauziah Novianti
��MC IPC #9 : Iin Maimunah
��MC IPC #10 : Metty Indrasari
��Tanggal Diskusi : Rabu, 9 September 2015
⌚ Waktu Diskusi : 15.30 - 17.00 WIB

BIRU IPC 6-10

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

�� Profil Narasumber

Betty Yanti Sundari adalah ibu dua putra dan satu putri, yaitu Ghariza Zhafir Al Lail, M. Ghazwan Al Hajj, dan Ghaniya Qolbi Al Karimah. Lulusan Biologi ITB ini sempat menjadi narasumber di MQTV dan 102,7 MQ FM Bandung. Aktivitas sehari-hari selain sebagai Ibu Rumah Tangga juga sebagai mompreneur, mengelola Qolbi Collection dan konsultan nutrisi. Beliau juga telah menulis dan menerbitkan beberapa buku, diantaranya:
��Selamat, Kini Kau Telah Dewasa
��Muslimah Goes To CEO
��Mengapa Tidak Secerdas Siput?
��B3P (berkolaborasi dengan suami tercinta H. Abdurrahman Yuri Ramdho Ganendra).

Teh Betty, panggilannya, tinggal di kawasan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, beliau bisa dihubungi melalui e-mail: betyansun@yahoo.co.id.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
�� Istimewa di Hati Suami ��

Oleh: Betty Y. Sundari

�� Menjadi wanita istimewa di hati suami adalah idaman bagi setiap istri.
Kedudukan tersebut musti diperjuangkan oleh setiap istri yang mendambakan ridhoNya. Karena ridho suami adalah bagian dari ridhoNya.
Kita ketahui bersama dalam sebuah hadist, Rasululloh SAW bersabda kpd Umar Ibnu Khatab RA. :
"Maukah aku beritakan kpdmu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya." (HR. Abu Dawud no. 1417)

��Dari hadis tsb ada 3 hal yang harus dicamkan oleh para istri :
1. Tampil menyenangkan dihadäpan suami
2. Taat pada perintah suami
3. Pandai menjaga dirinya dan diri suami

��Tentu harus ada ikhtiar lahir bathin untuk mencapai kriteria tersebut, dan semua kuncinya ada pada ilmu.  Action berlandaskan ilmu insya Alloh lebih signifikan hasilnya, dibanding kita harus mencari atau ngarang dan uji coba yang belum jelas hasilnya.

��Semua kembali pada kesadaran diri akan hak pribadi yang dimiliki oleh setiap orang, tak terkecuali seorang istri. Untuk memperhatikan hak diri, hak tubuhnya, hak jiwanya...istilah kekiniannya harus punya 'Me Time'...hehe.

��Memang tidak dipungkiri, seorang istri bejibun kewajiban rmh tangganya, apalagi bila sudah dititipi anak yg masih kecil2 dan non khadimat...namun percayalah tetap upayakan waktu khusus dan harus sadar untuk 'merawat' dirinya. Sisipkan 'me time' nya disela-sela kesibukan dengan sadar diri.  InsyaAlloh manfaatnya akan terasa jangka panjang...
Jangan kebablasan, krn alasan repot urus anak dll lupa urus diri sendiri...

��Ngapain saja sih saat 'me time' itu?
1⃣Rawat bathin kita dengan vitamin ilmu, bisa via buku, gadget (spt saat ini), radio, ikut majlis taklim, dll

2⃣Rawat lahir kita secara menyeluruh..maaf tidak cukup hanya sebatas wajah saja ya...hehe
✅Perawatan tubuh dasarnya diawali dengan pola asupan gizi yang baik dan seimbang..jadi perhatikan pola makan kita, gak asal enak dan kenyang saja -red.
✅Kokohkan pondasi perawatan tubuhnya dengan olah raga yang teratur..
✅Baru perhatikan lebih detail perawatan tubuh kita bagian luar, bisa dengan cara luluran, sekali2 spa, atur model style rambut, jaga kestabilan postur tubuh, dll
✅Taati apa yang diperintahkan suami selama tidak menyalahi aturan Alloh.
✅Gali dan cari tahu apa yg disukainya, lakukanlah, sementara itu jauhi apa yg tdk disukainya.
✅Pahami pekerjaan dan kedudukan suami, siapkan diri bila diperlukan utk meng'handle' sebagian pekerjaannya.
✅Perhatikan kesehatan+tampilan suami, jadikan rumah sbg 'salon&spa' baginya
✅Beri sentuhan perhatian 'khusus' saat suami di luar, misal dg kirim 'sms spesial'
✅Tinggalkan 'kesan spesial' saat suami di rumah
✅Lakukan semua ikhtiar tsb dg hati yang tulus
✅Pantaskan diri menjadi orang kepercayaannya, dengan menjaga diri dan amanahnya.

��Merebut hati pasangan tidak selalu harus dengan cara yg glamour atau mahal, kadang hal2 kecil namun dilakukan dengan tulus dan berkesinambungan bisa lebih kena di hati. Wallohu 'alam ��

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

❔Sesi Tanya Jawab

1⃣ Assalamualaikum Teh Bety terima kasih atas materi yang bagus..
mau tanya Teh.. dalam pernikahan itu kan pasti ada yang namanya konflik.. naah saat ada konflik kita dan suami kemudian kita seusainya berusaha memperbaiki kesalahan tapi suami terkadang masih kebawa sama  atau kelemahan kita yang lalu, yang akibatnya kita jadi mau berubah lebih baik semangatnya agak kurang.. mkasiih..
gimana menghadapi hal yang seperti itu teh.?
Likhah_IPC 10

JAWABAN:

Pertama sekali luruskan niat kita utk berubah, bkn krn semata suami...tp uk kebaikan kita dimata alloh jg. Lantas  tetap berkomitmen utk berubah, meskipun suami sk mengungkit-ungkit kelemahan kita, akui saja dan terima saja klemahan kita tsb...gak usah gengsi.
Begitu barangkali t likhah... ✅

2⃣ Assalamu'alaikum Teh Betty..
Saya mau nanya, jika punya anak (apalagi kalo lebih dari 1) kemudian yg terjadi adalah kita jadi kurang memperhatikan suami krn sibuk dg anak (jadi bukan yg disengaja utk kurang memperhatikan suami). Bagaimana triknya agar bisa tetap istimewa di hati suami? Sementara ga ada sodara alias perantauan, juga sbg IRT tanpa ART.
Terima kasih
Santy_Medan_IPC6

JAWABAN:

anak itu titipan alloh kpd ibu+bpk...jd bukan tuas ibu sj utk mengurus mrk...ikut sertakan suami kita jg
buat aturan yg jelas thd anak2...yg besar punya kwjiban utk jaga dadiknya
dan si adik hrs sayang sama kakaknya...buat team yg kompak di rmh...msg2 unya tgs sesuai kemampuannya...skali2 ttp hrs ada wkt spesial dg suami...saat anak2 sdg anteng atau mrk sh tidur...kita istri hrs siap dg extra energi pastnya utk hal ini...jd atur2 wkt, kerjaan dan diri✅

3⃣ Assalaamualaikum teh betty, Bagaimana seharusnya kita para istri berpenampilan di rumah? Ingin senyaman mungkin tapi khawatir suami tdk senang. Syukran atas jawabannya teh ��
Ica_jakarta_MANA team

JAWABAN:

yg paling utama kita dlm keadaan bersih, rai dan wangi...mslh pakaian bisa menyesuaikan dg sikon, maksudnya, bila hanya berdua dg suami kita bebas mau pk baju gmn jg...trutama yg suami suka...
makanya kita hrs tahu dan tanyakan ke suami msg2 apa yg disukai suami dari istrinya ( baju, tampilan, mode rambut, dll)

4⃣ Bagaimana cara memanage waktu agar kita bisa tampil fresh (cantik, wangi, segar) didepan suami, sedang anak baru umur 1 tahun & subhanallah lagi lincah2nya trus suka bangun subuh,  tidur malem.. Terkadang kerjaan rumah aja belum beres.. Hatur nuhun
Sitah_Bandung_ipc6

JAWABAN:

hehehe...iya kebayang sama tth juga...caranya, saat si anak lg anteng (kan gak slamanya lincah ya,) tth bisa rapi2 diri..khususnya ketika sdg kebersamaan dg suami
aatau sekali2 bisa jg minta tlg suami utk pegang anak...tth minta ijin utk dandan, bersih2 diri...insyaalloh suami jg pasi gak keberatan
spy gak tidur malam, anak diajak main sepuasnya saat sore jgn dibiarkan tidur...ubah pola mainnya✅

5⃣ Assalamualaikum... subhanallah serasa disindir banyak nih...saya termasuk yg kebablasan ngerasa ga punya me time apalagi we time dgn suami....gmn bunda memanajenya saya kok masih keteteran...selalu dibuntutin dua balita dgn aktivitas apapun...bahkan ketuka duduk sebelahan dgn suami saja mereka sdh keroyokan minta pangku ramerame...bahkan seringnya si adik tidur lbh malam dari ayahnya...ayahnya sdh capek hbs isya sdh ktduran, anak anak masih main.... Alhasil kami jarang punya we time...mrmang suami maklum sekali tapi makin kesini berasa monoton dan hambar...mhn pencerahan...syukron��
Hamba Allah_padang_ipc6

JAWABAN:

subhanalloh, semuanya terletak pd komunikasi yg lancar...utk saling memahami dan bisa  memenej bareng-breng urus klg...
nikmati kebersamaan dg anak2 mumung msh balita, nanti klo sdh gede2 kita akan mrs kehilanagn mrk..kangen dibuntuti mrk (itu yg sering dirasakan para ortu yg anknya sdh gede)...jd tth jgn merasa terbebani dg mrk..ajak suami utk menikmatinya jg...atur kembali pola aktivitas anak, buat aturan jam tidur utk mrk...✅

6⃣ Assalamualaikum. Teh..ketika saya tau kesalahan saya sama suami..saya berusaha memperbaiki..berusaha berubah sesuai ekspektasi nya..memenuhi semua keinginannya..kesalahan saya dibayar dg berpaling. semua sudah saya libatkan untuk membantu kami bertahan.. Saya tau..tmn dekat suami punya apa yg saya tdk punya,
menurut Teh betty...Apa yg hrs nya saya lakukan.Saya tdk pernah menuntut apa2 selain suami kembali pada saya dan anak2. Jika saja perempuan itu masih single...inshaa Allah saya siap poligami.
Hamba Allah_Bumi Allah

JAWABAN:

maksudnya suami selingkuh dg perempuan bersuami ? saran saya, teteh ttp berbuat lbh baik lagi, tunjukkan dg niat baik kesadaran tth utk berubah, barengi dg doa...doakan jg suami utk dibukakan hatinya...klo perlu ada org krtiga yg netral utk bisa membuka jalan komunikasi dg suami, menyadarkan beliau✅

7⃣ Assalamu'alaykum wr wb teh betty yang cantik dan shalihah ��,, bagaimana seharusnya sikap istri bila menghadapi suami yang sedang meledak amarahnya? karna sebagai manusia tentu saja kita kadang ingin mendebat. jika kita mendebat apakah dosa? jazzakillah khayran ..
echa_cimahi_management IPC

JAWABAN:

alhamdulillah...
saat suami sdg marah, jgn dibalas dg kemarahan lagi...diam saja, dengarkan apa yg dikatakan beliau, resapi apa yg diinginkannya...biarkan sampai tuntas kluar semua kemarahannya, kita hrs sabar dan mau mendengarkan
krn bila dibls dg marah lg sama aja, bahkan akan timbul mslh lbh besar...spy tdk terpancing emosi, dzikir minta lg kpd alloh utk disabarkan...nanti stlh slesai marah suami, baru kita bcr, tanya sdh slesaikah? dan minta maaf krn sdh menyebabkan kemarahannya.....ada saatnya nanti utk mendebat, bila sdh situasinya nyaman...jgn pas sdg panas2nya..sabar ya...insyaalloh bisa✅

8⃣ Assalamu'alaikum teh betty.
Bagaimana menyikapi perasaan kecewa/kesal terhadap suami sedangkan kita dituntut untuk menjadi istri shalihah dgn 3 criteria yg sudah dijelaskn tadi? Terimakasih
Rizky_jakarta_IPC8

JAWABAN:

kesal+kecewa itu wajar..tp tdk menyelesaikan masalah...yg hrs kita ingat, tdk ada mns yg sempurna..bgtupun suami atau kita...lihat sisi baik atau kebaikan2 suami selama ini...ingat2...jgn ungkit atau ingat2 kekurangannya...lalu gali kekurangan2 diri dan renungi...
jgn menuntut suami utk baik tp tuntut diri utk lbh baik....biasakan utk m
biasakan utk "me" bukan "di "...insya alloh akan mrgurangi kcw kita✅

9⃣ Assalamualaikum teh betty, semoga sehat selalu ya ,saya mau bertanya bagaimana untuk mengetahui bahwa kita itu istimewa d hati suami ya. Saya sudah menikah alhamdulillah 11 tahun dangan berbagai lika likunya. Makasih.
Wassalam
Rahmi_tangsel_IPC8

JAWABAN:

bisa ditanyakan kepada teman2 dekatnya....atau tanya langsung kepada suami saat suasana santai ...
kemudian kita jg bisa merasakan bgm "kebergantungan" suami kd istri utk hal2 ttt...contoh kcl,  suami sdh terpikat banget dg salah satu masakan istri...shg beliau suka  nagih misalnya✅

�� Assalamualaikum Teh Betty:
Gimana kalau suami tipenya cuek trhadap penampilan dan asupan makanan sehingga agak susah untuk diatur asupan makan dan  penampilanya? Alasan beliau karena ribet dan menganggap bukan hal yg trlalu penting.
Di lain sisi khawatir kalau dipaksakan ke suami kesan yg dtangkap suami bahwa istri ngga bisa menerima suami apa adanya?
Siti Fatimah_Jakarta_IPC6

JAWABAN:

kalau suami merasa nyaman dg tampilan apa adanya, kita gak usah byk mengatur..yg ptg kondisi bersih...
utk masalah nutrisi, sedikit2 saja dijelaskan ke beliau, tth siapkan sj makanan yg bergizi..gak usah diterangkan manfaat satu persatu dari hidangan tsb....rata2 memang suami gak mau ribet utk urusan gizi yg mrk tahu adlh ada makanan terhidang ..hehe...tugas istri lah yg menyiapkannya✅

1⃣1⃣ Assalamualaikum teh betty,
Bagaimana cara memikat hati suami yg cuek terhadap istri. Ada suami dr teman, jika sudah menjalankan hobinya istri dan anak dilupakan.
Istri sudah mengkomunikasikan. Tapi hanya janji di mulut suami saja. Nuhun.
Yullya karawang IPC8

JAWABAN:

saat suami punya hobi...pelajari hobinya tsb, klo perlu kita juga usahakan utk menyukainya, spy ada komunikasi dan 'nyambung'...
naah bisa kita curi perhatiaanya tsb  dg cara menanyakan hobinya tsb...cth minta diajarinlah..minta dipilihkan..atau minta pendapatnya dg hsl hobi dia yg kita krjakan...bila ada respon dari suami...saat itulah kita masukkan keinginan2 kita pd suami utk memperhatikan klg...✅

1⃣2⃣ Assalamualaikum teh betty
Ada tips gak biar selalu romantis sma suami dri awal pernikahan alias penganten baru sampai nanti sudah tua?
Amila_Cimahi_IPC7

JAWABAN:

wah..selamt yaa...moga lancar+berkah
tidak ada yg tetap di dunia ini...yg pasti mah pasti adanya perubahan...
berubah itu kepastian...kita tinggal mensiasati dg perubahan yg makin baik lg..
caranya dari awal bangun komunikasi sehat dg pasangan, hrs saling tahu mana yg disuka tdk disuka oleh psg...
buat istilah2 atau penamaan khusus utk moment2 ttt yg dipahami oleh berdua...termasuk panggilan khusus
dan yg pasti...belajar teruuussss..krn tiap episode pernikahan ada ilmunya✅

1⃣3⃣ Assalammualaikum, teh.. afwan saya mau tanya gimana kita memposisikan diri utk bisa mengatur rasa cemburu,??
Yulia_kalsel_ipc10

JAWABAN:

saat cemburu melanda, perbanyak istighfar, ambil air wudhu...sholat
kemudian hadirkan rasionalitas kita, jgn terlalu ikuti perasaan
cari tahu fakta yg sebenarmya, dan bersabar✅

��Div. Administrasi��

��〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Islamic Parenting Community �� 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

�� fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

�� Instagram: @islamicparenting

�� twitter: @isparentingcom

�� blog: isparenting.wordpress.com

Resume Bincang Seru IPC - Sibling Rivalry

RESUME BINCANG SERU (BIRU)

Islamic Parenting Community

�� SIBLING RIVALRY ��

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

��Narasumber : Fridha Zoelqaidawati, S.Psi., (Psikolog)
�� IPC 5
�� PJ Management : Riesya & Fithri (Div Program IPC)
��Admin : Dwi Mustika Handayani
��Host : Tika @Iburaynar
��Co-Host : Rahma Nuraini
��MC IPC #1 : Embang Maryana
��MC IPC #2 : Noni Supriyanti B
��MC IPC #3 : Ade Puspita K
��MC IPC #4 : Rosa Kumala
��MC IPC #6 : Ariprasta
��Tanggal Diskusi : Jumat, 21 Agustus 2015
⌚ Waktu Diskusi : 15.30-17.00 WIB

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

�� Profil Narasumber

�� Fridha Zoelqaidawati, S.Psi., (Psikolog) merupakan ibu dari Muti (19 tahun), Nida (16 tahun), dan Wafa (12 tahun), serta istri dari Benny Bandanadjaja. 
Sebagai anak dari 7 bersaudara, ia sejak kecil senang sekali mengamati kehidupan keluarga, menyukai interaksi, dan berbagai kesempatan yang memungkinkannya untuk belajar dan mendapatkan banyak hikmah. Kemudian ia menjalani pendidikan sebagai Psikolog di UNPAD. 

��Sejak Mahasiswa, ia telah aktif menjalani kegiatan sosial yang pada umumnya membantu perkembangan anak dan remaja, dengan mengobservasi dan menyusun program pengembangan anak-anak pada keluarga-keluarga muda serta menyelenggarakan berbagai pelatihan kepemimpinan secara informal di sekolah lanjutan. Mengawali profesinya sebagai Psikolog di bidang pendidikan dengan menjadi Psikolog Sekolah mulai dari tingkatan Play Group hingga Sekolah Lanjutan Atas di beberapa sekolah Islam, serta menjadi konselor bagi mahasiswa di ITB.  
Selama 10 tahun sebagai Psikolog Sekolah, memberinya juga kesempatan untuk mendalami bidang Special Needs dengan mengikuti berbagai kuliah, seminar, dan workshop terkait hal tersebut. Selama menjadi Psikolog Sekolah, ia aktif menjadi nara sumber terkait dengan perkembangan dan pendidikan anak-remaja serta permasalahan keluarga. 
Kini lebih dari 10 tahun menekuni bidang Psikologi Industri dan Organisasi sebagai Consultant Associate pada berbagai kegiatan Assessment Perusahaan, kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Diri, dan pemberian Konseling dan feedback bagi karyawan. Hingga kini, ia tetap melayani Konseling Keluarga dan Pernikahan pada kalangan terbatas

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

��SIBLING RIVALRY��
oleh Fridha Zoelqaidawati, S.Psi., (Psikolog)

Apa yang terlintas dalam pikiran ibu saat mendengar kata “sibling rivalry”?

��Jujur, di setiap fase kehidupan saya pribadi, kata tersebut ternyata dapat berubah maknanya sejalan dengan pemahaman dan penghayatan yang berkembang.

��Saat saya masih remaja, saya memaknakan itu sebagai “pertarungan ketat antara saudara kandung”…sangat sulit dan berat terasa….karena selain dengan keenam saudara kandung saya, saya pun merasa masih perlu bersaing dengan sekian banyak teman sekolah saya untuk bisa berhasil menjadi juara kelas, minimal berprestasi di bidang tertentu.

��Saat saya kuliah di jurusan Psikologi, saya mempelajari itu sebagai fase kehidupan berharga bagi seorang anak untuk bersaing secara sehat dalam keluarganya untuk mendapatkan perhatian dari keluarganya. Terkadang saya juga masih memiliki pemahaman parsial ….bahwa sibling rivalry ini seringkali menjadi sumber kenakalan remaja, bila tidak berhasil dilalui dengan sukses bagi seorang anak. Padahal untuk menjadi nakal, banyak sekali faktor penyebabnya, bahkan… sibling rivalry ini tidak selalu berlangsung selamanya, kan..?

��Dan saat saya menjadi ibu, saya justru berbahagia karena menyadari bahwa sibling rivalry di antara anak-anak bersifat alamiah, suatu wujud kedekatan emosi, saling memiliki dan saling mencintai satu sama lain. Hanya saja terkadang campur tangan orangtua yang tidak tepat, justru malah mempertajam perbedaan dan memperuncing persaingan.

��Saudara kandung yang hidup bersama dalam sebuah keluarga yang normal, tentu satu sama lain saling terikat dan mencintai, namun masih akan tetap merasa bahwa kecerdasan, kecantikan, ketrampilan, keluwesan bergaul, maupun kecakapan satu sama lain tampak berbeda. Perhatian orangtua mungkin sebenarnya sama bagi semua anak, namun seringkali ibu maupun ayah tidak menyadari bahwa mereka lebih sering membicarakan salah satu anak yang dianggap paling menonjol dan “berprestasi”. Jika kondisi tersebut sering terjadi, persaingan akan bergerak ke arah “perlawanan” atau sikap “protes” dari anak lain yang merasa diabaikan.

��Yang perlu dipahami betul oleh orangtua, sibling rivalry ini tidak bisa terelakkan, karena di luar keluarga pun pada nyatanya anak anak kita harus dapat bersaing secara sehat, dan berpikir positif dalam memaknai persaingan. Dalam keluarga, anak akan belajar tentang perbedaan, belajar menghadapi pertengkaran, dan menyelesaikan permasalahan saat menjalani relasi dengan saudara-saudaranya. Sebagai orangtua, kita hanya perlu mendidik dan mengajarkan anak-anak kita bagaimana menyelesaikan permasalahan dan memenangkan persaingan pada bidang yang memang dikuasai anak. Sekali lagi, orangtua perlu juga mengenali kekuatan dan keunikan dari masing-masing anak, sehingga mampu memfasilitasi kemungkinan semua anak untuk “menang” pada situasi yang berbeda satu sama lain.

�� Kita dapat memanfaatkan sibling rivalry ini sebagai sarana pendidikan bagi anak untuk lebih mengenali keunikan masing-masing saudara dalam keluarga.  Misalnya, si sulung sangat mandiri dan selalu berprestasi di sekolah, si tengah sangat perasa namun juga peka terhadap kebutuhan orang lain serta ringan tangan membantu, si bungsu sangat ekspresif (kadang kita me-label dengan sebutan manja), asertif dan mudah sekali beradaptasi dalam situasi sosial yang baru. Anak perlu terus belajar berkompetisi dengan sehat, ibu dapat menyatakan sulung berprestasi karena usahanya untuk terus bekerja keras secara mandiri. Di lain waktu, ibu perlu juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan si tengah dalam membantu permasalahan temannya kemudian mendorongnya untuk menuliskannya dalam bentuk cerita. 

�� Prinsipnya adalah Sibling Rivalry, hanyalah satu aspek dari dari sebuah Sibling Relationship. Jadi akan lebih mudah bagi kita membantu anak-anak kita tumbuh dan berkembang secara sehat dan positif, dengan meningkatkan kualitas Sibling Relationship.

Demikian ibu-ibu... senang sekali saya kembali membuka ingatan dan penghayatan saya tentang sibling rivalry ini. Walaupun terus terang, awalnya sulit sekali saya menuangkannya di sini, entah mulai darimana... kembali baca “Smart Parenting”
dari Sylvia Rim, Socialization & “Personality Development” dari Schaffer, serta selintas saya coba browsing tentang sibling ini. Semoga bermanfaat, renyah terbaca, dan hangat terasa di hati, yaaa… ��

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

❔Sesi Tanya Jawab

1⃣ Marina_kebumen_IPC 5
Assalamualaikum Bu Fridha.. Alhamdulillah senang sekali dan terimakasih sudah menjadi narasumner di BIRU kali ini..��
Ada beberapa yang ingin saya tanyakan terkait dengan tema:
1.Bagaimana menyikapi si kakak yang tadinya sudah mandiri tp menjadi manja setelah punya adik,hanya untuk mencari perhatian?
2. Bagaimana caranya kita menjadikan anak-anak dlm keadaan yang setara, misalnya jangan sampai salah satu menonjol sedangkan yang lain tertinggal, ada yg rajin tp ada yg malas.
Jazakillah khairan Bu Fridha

JAWABAN :

Wa'alaykumsalaam B Marina dari Kebumen.. Alhamdulillah.
1. Kakak usia brp tahun bu?  Jika balita,  namun beda 2 tahun berarti sebenarnya kakak sudah sedikit paham ya bu.  Kita fokus pada kemandirian yang sudah ditunjukkan kakak selama ini.  Kuncinya adalah komunikasi,  anak belum sepenuhnya faham cara menyampaikan perasaan cemburu ya,  dan cara mengungkapkan keinginannya untuk tetap diperhatikan.  Jadi kita perlu menanggapinya dengan komunikasi yang jelas.
Sampaikan bahwa selama ini ibu bangga karena kakak sudah bisa ini itu (sebutkan perilaku mandirinya apa saja).
Lalu tekankan rasa sayang ibu dan bapak sama pada kakak dan adik,  tapi kakak dan adik jelas berbeda.  Sampaikan perbedaannya bahwa kakak sekarang sudah sekian tahun dan bisa (sebutkan)  dan sekarang sedang belajar (sebutkan perilaku/ketrampilan yg sedang dipelajari).  Nanti ibu dan bapak juga akan tetap bantu kakak untuk belajar yaa

Sampaikan pula bahwa dulu kakak juga sama dengan adik,  yang belum bisa mandiri seperti kakak.  Jadi skrg ibu dan bapak sedang mengajari hal tersebut. ☺

2. Maksudnya memperlakukan anak dengan adil ya bu?  Karena kita tetap tidak dapat memperlakukan secara setara,  krn adanya perbedaan umur,  dan karakter anak masing2.  
Adil artinya kita menempatkan sesuatu pada tempatnya,  jadi untuk kakak usia remaja cara kita menyampaikan teguran akan berbeda saat kita menghadapi anak usia sekolah.
Adil dengan cara memberikan peraturan yang sama,  disiplin yang sama,  namun dengan cara dan pendekatan yang berbeda bu.  Disesuaikan dengan usia dan karakter anak. 
Maaf untuk detailnya perlu pembahasan khusus.

Sedangkan dalam konteks siblings,  seperti disampaikan di materi ibu perlu kenali keunikan anak dan motivasi anak untuk berhasil di bidangnya dengan disiplin dan rajin berusaha ✅

2⃣ Tyas_IPC 2
Anak saya 2, laki-laki (6,5y) dan perempuan (2,5y).
Si adek selalu ngikut apa yg dimainin Abangnya. Makanya semua mainan selalu saya belikan 2. Hampir tidak ada mainan cewek (karena adeknya maunya samaan dg Abangnya).
Tapi masih aja berebut. Kalo bukan saya yg melerai, selalu si Abang yg disalahkan. Atau dia yg disuruh mengalah. Kadang saya kasihan kalo pas si Abang merasa dirinya dibedakan.
Gimana ya cara mengisi "kekosongan jiwa" pada si Abang?

JAWABAN :

B Tyas...
Kita perlu mengajari anak tentang perbedaan... Bahwa di dunia ini memang Allah ciptakan banyak perbedaan supaya saling mengenla dan belajar. 

Ini hal yang mendasar bagi anak dan penting sekali diajarkan dalam keluarga.  Bahwa kakak dan adik berbeda .... Nanti kakak menjadi bapak dan adik menjadi ibu.   Jadi ada permainan yang sangat penting buat kakak (ketangkasan)  dan adik boleh aja ngikutin.  Tapi ada juga permainan yang asyik banget lho buat adik (anjangan)  tapi buat kakak biasa aja.  Akan lebih seru kalo sekali kali beda gak harus samaan.
Nah,  karena kakak merupakan model bagi adik,  mungkin adik ingin selalu sama dengan kakak.  Ibu hanya perlu "memperluas wawasan adik" dengan memberinya kesempatan untuk tuk mengenali aktifitas yang baru dan berbeda,  perkaya pengalaman adik dengan sosialisasi dengan teman sebaya dan jg yang sejenis.
Dengan demikian hal tersebut tidak mengungkung kakak dalam situasi selalu harus mengalah, padahal ia tidak bersalah.  Kakak dan adik perlu dikembangkan juga individualitas mereka agar satu sama lain dapat lebih mandiri dan saling menguatkan.   Jika kakak diperlakukan adil (tdk disalahkan padahal adik yang salah)  ia akan lebih merasa dihargai.  Dan perasaan ini juga menjadi dasar untuk ia bisa menghargai orang lain termasuk adiknya ✅

3⃣ Maya_Balikpapan_IPC2
Assalamu’alaykum wr wb. Bu Fridha, bagaimna cara mengatasi 2 permintaan yg bersamaan antara kakak dan adik, yg menurut saya, permintaan kakak adalah permintaan sdgkan permintaan adik adalah kebutuhan. Contoh ketika menjelng jm tidur.  Kakak cenderung minta dikelonin, sdgkan di saat yg bersamaan adik butuh ASI. Saya khawatir jika selalu mendahulukan kakak, kakak akan menjadi pribadi yg egois selalu menang. Jika adik yg didahulukan khawatir kakak merasa disisihkan. Mengingat jarak usia yg berdekatan.
������

JAWABAN :

Wa'alaykumsalam B Maya. 
Ini saat yang bagus untuk mengajarkan budaya pembagian waktu bagi anak.  Kakak dan adik secara sederhana kita ajaran untuk saling berbagi waktu.
Teknisnya diawali dengan mendahulukan kebutuhan adik,  selanjutnya permintaan kakak.  Selanjutnya dibahas,  Bahwa ibu perlu membagi waktu,  karena ibu ingin memenuhi permintaan dan kebutuhan kakak adik.  Jadi ajak anak anak untuk membagi waktu ke depannya.  Tulis dan gambar kesepakatan tersebut di dinding supaya mereka juga melihat dan mengingatnya ya.  Saya yakin Bu Maya bisa mengaturnya bersama anak-anak.  Semoga berhasil ✅

4⃣ Tika_Padang_IPC5
Assalamu'alaykum, Ibu Fridha yang di rahmati Allah insyaa Allah Aamiin...�� Senang sekali pada kesempatan kali ini bs bertanya sama Ibu Fridha..
Saya ingin bertanya,
1. Bagaimana membangun Sibling Rivalry pada anak tunggal ? anak saya cenderung mudah mengalah,  keinginan berkompetisi kurang..
(anak saya laki-laki umur 6 tahun)
2. Aspek lain apakah yang bisa "menggantikan" Sibling Relationship, agar kualitas & karakter anak tunggal sama atau setidaknya mendekati anak yang mempunyai saudara (kakak dan adik) ?

JAWABAN :

Wa'alaykumsalam bu Tika yang di rahmati Allah.. Aamiin... Alhamdulillah.... Pertanyaan menarik karena membahas sibling rivalry pada anak tunggal

��Pertama hal yang kita semua butuhkan untuk mengembangkan diri adalah kesempatan.  Prinsip ini yang perlu diingat ya.  Jadi sibling rivalry jelas harus dalam kondisi persaudaraan dimana ada ikatan emosional disana.  Persaingan padahal saling mencintai... Nah kalo memungkinkan buka kesempatan kebersamaan ini dalam konteks keluarga besar secara rutin
Jika tdk memungkinkan... Rivalry tdk semata mata hanya ada dalam sibling.  Bisa juga ada dalam lingkungan akrab lain dalam kehidupan anak, misalnya dalam kehidupan persahabatan di tempat tinggal,  sekolah,  tempat kursus dan komunitas lainnya

�� Kedua,  kita ambil esensinya bu,  persaingan mengajarkan kita untuk menang,  berarti di situ selalu ada target dan tantangan yang dituju.  Jadi,  ibu bisa tetapkan bersama anak target apa yang ingin diraihnya.  Atau ibu bisa "menggugah" anak untuk mencapai keberhasilan tertentu.  Jadi kenalkan anak pada berbagai situasi baru,  ibu perlu juga rajin cari info tentang kesempatan anak untuk mengikuti event tertentu dimana anak berpotensi untuk "menang".
Untuk pertanyaan kedua,  saya harap dapat terjawab di jawaban pertama td ya bu.  Semoga berhasil dan terus semangat ya bu✅

5⃣Polin_bogor_ipc#2
Sore ibu..gimana ya handle terutama anak usia 7,5t yg insya Allah dari adeknya dlm perut udah di explain, di kenalkan, di dekatin sampe sekarang adek sdh 3t masih terlihat irinya. Padahal sudah di jelaskan kalo kaka itu udah "cantik" sedang adek "imut".. makasih bu..

JAWABAN:

Perlu diperhatikan bu, bentuk irinya seperti apa?  Apakah iri karena masalah fisik, perhatian, ataukah "kesepian? Lalu ibu boleh perhatikan juga biasanya iri tersebut muncul dalam situasi/ moment seperti apa, frekuensinya sesering apa?

Bila frekuensinya sesekali tentu masih wajar, jika sering muncul perlu diperhatikan konteks situasinya untuk memudahkan kita memahami perasaannya. 

Jika iri karena masalah fisik, memang tidak bisa dihindari karenanya nyatanya bayi selalu lebih lucu bukan? Tapi, berita baiknya…ini bisa jadi momen yang bagus bagi ibu untuk membantu anak mengembangkan rasa percaya dirinya dengan menumbuhkan konsep dirinya.  Jadi ibu perlu ajak anak untuk mencari kemampuan  (bukan kelebihan) fisik yang dimiliki kakak, misalnya kakak sudah bisa mahir berlari, naik sepeda, menggambar dsb. jadi hindari menunjukkan kelebihan masing-masing saja, karena itu bersifat sementara.  Jadi lebih baik fokus pada kemampuan dimana anak perlu bekerja keras untuk mencapai hal tersebut.

Jika iri karena masalah perhatian, ibu bisa memperhatikan kebutuhan masing-masing anak sesuai usianya, usia balita, lebih banyak membutuhkan perhatian org dewasa, sedangkan usia anak (7,5 th) anak perlu belajar bersosialisasi dengan sekolah dan teman sebaya.  Nah perlu diperhatikan juga, apakah kakak memilki kesulitan untuk berteman baik dengan anak seusianya di lingkungan rumah, atau kesulitan saat bersosialisasi di sekolah ataukah sedang beradaptasi dengan tugas sekolah.
Demikian bu, semoga bisa membantu

6⃣Mutmainnah_Banjarmasin_IPC2
Kalo kita sbg orangtua mulai belajar utk bisa membangun sibling relationship,bagaimana memberi pemahaman kpd lingkungan sekitar termasuk nenek/kakek & tante/om si kecil utk tidak membanding2kan dia dgn saudara/sepupunya yg lain?padahal kita tau semua anak itu unik dan punya keunggulan masing2,tp ttp saja diberikan perbandingan trhadap apa yg dia "kurang" di sisi lainnya.

JAWABAN:

Ibu, itu memang kesulitan terbesar orangtua saat berada dalam keluarga besar.  Kita tidak mungkin memberikan parenting khusus untuk semua anggota keluarga besar yang kebetulan memiliki pemahaman dan pengalaman yang beragam dan berbeda dengan kita hehehe...
Secara praktis, kita bisa langsung menanggapi dengan santai saat mereka membandingkan anak-anak kita.  Jika memang sepupunya lebih hebat dalam kemampuan tertentu, kita bisa lebih dahulu mengapresiasi kemampuan tersebut dan bisa bilang bahwa anak kita memang sedang belajar hal tersebut (jika minatnya sama) atau juga menyampaikan bahwa anak kita punya minat yang berbeda (sebutkan kemampuan yang dikuasainya).
Hal praktis di atas sekedar mengingatkan secara tidak langsung pada pihak lain bahwa setiap anak berbeda, namun kita tetap mengapresiasi "kelebihan/kemampuan" saudara/ sepupu anak kita. Hanya saja, ini baru sebatas "mengontrol' lingkungan keluarga besar, sedangkan di luar sana, mungkin anak-anak kita akan menemukan persaingan yang lebih luas maupun dibanding-bandingkan dalam kelompok yang lebih luas pula. 
Karenanya hal terpenting adalah menanamkan konsep diri yang positif pada anak.  Bahwa setiap anak unik, punya kemampuan masing-masing, pada bidang berbeda,  dan hal tersebut perlu dipahami oleh anak. Selanjutnya anak perlu dibantu untuk mengeksplorasi apa yang bisa menjadi kekuatan mereka dan mungkin belum kelihatan saat ini. Sekali lagi, hindari "berbangga" atas kondisi fisik, tapi beri apresiasi atas segala "kemampuan" fisik yang diperoleh anak melalui proses belajar dan bekerja keras.  Misalnya dari hal kecil, bisa naik sepeda, memanjat pohon, menggambar, menulis, atau menyelesaikan tugas2 tertentu dengan cepat dsb.

Semoga dengan ini ibu dan anak-anak justru dapat menemukan konsep diri yang positif sekaligus menghargai kemampuan/ kelebihan dari anak lain ya.

7⃣ Dessy - ciputat-ipc#2
Keponakan saya juga ada yg spt itu,, dia tidak mau orang yg deket dengan dirinya .. Kaya mama,, papa,, kakek & neneknya nge-deketin orang lain trmasuk adik sepupunya sendiri .. Trkadang kalo slh 1 di antara mreka ngedeketin org lain slain diriny,, dia bs ngamuk" smp jedotin kpala ke tembok .. Nah cara mngatasi sikap anak itu bgaimana .. ??? & cara memberi pengarahan'a bgaimana kl prbuatan'a itu slh .. ??? Krn hampir stiap keluarga itu menganggap itu hal wajar yg di lakukan anak kecil,, & sll mnuruti apa kmauan anak itu meskipun itu slh ..

JAWABAN:

Betul sekali bu, hal yang salah bila kita menuruti semua kemauan anak,  karena fungsi kita sebagai orangtua justru adalah membimbing anak untuk menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai islam dan sejalan dengan norma sosial.  Pemahaman ini yang perlu diingat betul oleh orangtua, terlebih lagi saat anak berada dalam usia keemasan (5 tahun pertama).  Tantrum (menjedotkan kepala dan sejenisnya) reaksi yang mungkin dikeluarkan anak, dan itu adalah salah satu reaksi emosi karena cemburu dan menyatakan sikapnya yang tidak menerima serta meminta perhatian dari orang dewasa.  Sedangkan masih ada reaksi emosi lain yang sehat dan bisa dipakai oleh anak untuk belajar mengungkapkannya secara asertif (terbuka dan tepat).  Hal ini juga berarti bahwa cemburu dan sikap tidak menerima adalah wajar, namun perilaku tantrum tidak sehat bagi anak dan lingkungannya. Jadi karena anak sedang dalam proses berkembang, orangtua perlu mengajarkan perilaku yang sehat pada anak. Hal ini perlu diajarkan untuk menghambat tumbuhnya ego yang terlalu besar pada anak, mau menang sendiri dan menganggap bahwa semua keinginannya harus dipenuhi. Untuk memahami lebih jauh soal respon emosi yang sehat, ibu dapat pula mengkaji tentang kesecerdasan emosi.

Adapun untuk mengatasi kasus respon cemburu yang tidak tepat tersebut, hal pertama adalah meninjau kembali apakah pola belajar orangtua sudah seimbang?  Pola asuh,  dimana anak mendapat kehangatan emosi yang wajar tidak berlebihan (tidak memanjakan) sekaligus mendapatkan kontrol dalam bentuk aturan dan disiplin yang jelas dan terarah.  Maaf, ada pembahasan lebih jauh dalam hal pola asuh ini, sedangkan dalam konteks sibling rivalry, prinsipnya adalah anak perlu dilatih untuk bisa "bersaing" dengan sehat, seperti dalam islam ada istilah fastabiqul khairat.

Hal kedua, ajari anak untuk dapat "bersaing" dengan sehat tersebut, mulai dengan mengenali kekuatan dirinya disertai dengan penanaman konsep diri yang positif.  Nah untuk bahasan ini sudah saya singgung di  jawaban sebelumnya ya. Semoga sukses ya bu

8⃣ Ning/Jakarta/Management IPC Assalamu'alaikum bu ��
Saya punya 2 jagoan usia 6, 5 dan 2 thn. Gmn cara yg tepat untuk memberi pengertian dan menghadapi si kecil ketika saya harus sedikit fokus utk masnya, misal wktnya belajar atau spt saat ini sdg sakit. Ketika cemburu adiknya sering memukul/melempar mainan ke masnya. Sudah saya cb beri pengertian atau beri buku dan alat tulis agar sama tp selalu ingin yg dipegang masnya. Dan berakhir dengan teriakan karena berebutan barang atau bundanya �� terima kasih sebelumnya bu ��

JAWABAN:

Wa'alaykumsalam bu. Memang menghadapi anak usia 2-4 tahun membutuhkan waktu dan usaha "ekstra" karena biasanya dalam rentang waktu tersebut pada umumnya anak "membangkang" atau sulit untuk diminta mengikuti aturan.  Tentu saja, mungkin juga ada perbedaan tergantung karakter anak, situasi di rumah dan dukungan keluarga yang terlibat  ya bu��

Ibu sudah lakukan usaha yang baik dengan memberikan pengertian dan mencoba memberikan barang yang sama.  Mungkin yang perlu ibu tambahkan adalah adanya kegiatan yang lebih menyenangkan dibandingkan sekedar melihat ibunya mengajari kakak, atau sekedar bermain seperti biasa.  Karena kebutuhan belajar dan aktifitas usia 6,5 dan 2 thn berbeda, sebaiknya ibu perhatikan area bagi keduanya. Kakak perlu "space" dan ketenangan untuk belajar. sebalikya adik perlu teritorial dan permainan yang jelas dan lebih menyenangkan dibandingkan terlibat dalam proses belajar kakak.  Akan lebih mudah bagi ibu untuk memberi perhatian pada keduanya dalam waktu yang bersamaan bila keduanya mendapatkan kebutuhan mereka masing-masing. 

Nah, untuk keberhasilannya, ibu dapat mencari ide dari media online, atau website yang membahas tentang homeschooling.  Maaf ya bu, untuk detailnya ini perlu pembahasan khusus. Namun prinsipnya adalah ibu perlu memberikan aktifitas yang berbeda dalam waktu yang sama bagi kedua jagoan ibu yang aktif ini. Tetap semangat bu

9⃣Tika_Tangerang_Management IPC
Luar biasa materinya makasih Ibu Fridha, ini pelajaran juga bagi orang tua untuk membagi cinta sama besar terhadap anak anaknya dan menanggapi sibling rivalry dengan positif ��.
Pertanyaan saya, dengan karakter anak yang berbeda, bagaimana kalau dari pihak orangtua sendiri memiliki kecenderungan lebih sayang terhadap salah satu anak dibandingkan yang lain, dan itu secara tidak sadar dirasakan oleh anak yang lainnya, berupa sikap yang dirasa kurang adil ? Sayangnya dalam upaya si anak mencari perhatian orangtuanya, ia justru tidak mendapatkan perhatian yang dicari karena mungkin orang tua nya bosan / kesal dalam menghadapi tingkahnya. Bagaimana menghadapi kondisi seperti ini dan bagaimana dampaknya terhadap anak tersebut ?

JAWABAN:

Alhamdulillah bu,  ilmu tentang pengasuhan memang rasanya semakin banyak kalo terus kita gali.  Sebagai orangtua tentunya ibu juga seringkali mendapatkan banyak pelajaran yang didapatkan dari anak-anak kan ya? 

Soal kecenderungan bisa saja bu,  karena ini kedekatan kita dengan anak banyak dipengaruhi oleh emosi,  karakter dan juga fase perkembangan anak.  Dalam satu masa bisa saja sulung begitu manis,  penuh pengertian pada adik, membantu kita dan menghargai seluruh keluarga.. Tapi di masa tertentu egocentris sulung begitu menonjol.  Begitu juga dengan tengah dan bungsu..... Karena karakter berbeda, "sikap manis" mereka akan berbeda coraknya, demikian pula "sikap menjengkelkan" yang mereka tampilkan pada masa tersebut.
Secara teoritis, masa "menyebalkan"  pada usia balita tidak terlalu berasa karena secara fisik dan emosional anak masih "lucu" dan bisa menurut pada orangtua.  Nah begitu masuk usia pubertas, atau masa peralihan  dari anak-anak menuju remaja, mulai muncul "masa ketidaknyamanan" bagi anak dan orangtua. Terlebih lagi ada kecenderungan anak serasa "bosan" dan merasa bisa mandiri dan mungkin sudah mulai tidak "semanis" dulu. Pada saat yang bersamaan, orangtua pun mungkin sedang menjalani fase-fase kehidupan yang berbeda dengan tingkat kemapanan dan kesibukan yang berbeda, dan ini juga dapat mempengaruhi iklim kebersamaan dengan pasangan, juga bersama anak-anak.

Hal-hal tersebut perlu ibu pahami dan hayati sebagai bagian dari "live event" setiap orang, yang juga selama menjalani "live event" masing-masing...orangtua dan anak terus saling berinteraksi satu sama lain. 

Karenanya, ibu tidak perlu khawatir bila suatu saat ibu condong pada salah satu anak, yang paling penting ibu terus mengembangkan kepekaan dalam menghayati perubahan ibu dan pasangan sebagai orangtua, begitu juga perubahan pada anak-anak. Karakter kita cenderung menetap, namun masih bisa kita kembangkan jadi lebih baik.  Begitu pula anak-anak, bila ibu menganggap salah satu anak ibu memiliki karakter yang terbaik dibandingkan yang lain, ibu perlu mencari hal-hal baik apa yang dimiliki oleh karakter anak yang lainnnya.  Belajar dari sistem fisiologi dalam tubuh kita bu, ada sistem homeostatis, bahwa segala sesuatu mencari keseimbangan, saat kita sedih, kita akan menangis kemudian merasa tenang setelahnya.  Kita pun perlu demikian, saat kita menghadapi anak-anak, ketika kita bangga pada anak kedua, cari juga apa yang membanggakan kita dari anak pertama, dst. dengan demikian penghayatan dan pemikiran kita relatif terus berimbang pada semua anak

Masalah penghayatan ini yang perlu kita refresh secara rutin, dengan begitu kita juga dapat lebih menghayati kebutuhan anak masing-masingnya, dan  tentunya ibu akan lebih mudah memahami apa yang terjadi pada anak bila kita sebagai orangtua memberikan perhatian secara berimbang (bukan sama ya bu, karena emosi sifatnya relatif).  Semoga penjelasan saya ini sejalan dengan pertanyaan yang ibu maksudkan yaa...semoa dapat dihayati dengan menyenangkan dan membantu ibu tetap menjadi ibu yang hebat bagi anak-anak ya

1⃣0⃣ Karlina_ipc3
Sebenarny sampai usia berapakah sibling rivalry itu wajar terjadi?
Klw sampai usia dewasa masih jg terbawa, unsur2 apa yg harus diperbaiki?

JAWABAN:

Dalam psikologi, konsep sibling rivalry ini sebenarnya tidak selalu terjadi sepanjang kehidupan anak-anak dalam keluarga bu.  Seperti yang telah dibahas di materi, bahwa ada kompetisi tertentu padahal saling mencintai, dan dalam definisi psikologi, pada anak anak biasanya persaingan ditujukan untuk mendapatkan perhatian dari orangtua.  Karenanya, semakin matang perkembangan emosi anak, maka saat dewasa rivalry ini bisa saja jauh berkurang bahkan hampir tidak ada.  Terlebih lagi bila orangtua berhasil mengarahkan anak-anak untuk membangun sibling bonding....ikatan yang kuat dalam persaudaraan dalam artian yang positif.  karena sibling relationship yang sehat meningkatkan kemampuan anak untuk membangun hubungan yang positif secara timbal balik.  Dimana anak-anak dihargai dengan karakter dan kekuatan mereka masing-masing, diperlakukan secara adil sehingga membangun konsep diri yang positif dan dapat menghargai perbedaan.

Bisa jadi bu, ada yang terbawa hingga dewasa, tapi jika sudah dewasa sebenarnya konteks yang lebih tepat adalah karakter "rivalry" di dunia sosial bu.  Ada ketidakmatangan personality, dimana seorang individu sulit menerima pandangan yang berbeda dengan dirinya, merasa tidak aman bila org yang memiliki pandangan yang berbeda tersebut diakui oleh lingkungan sosial, karenanya ia terus berkompetisi dengan menunjukkan kekuatannya, dan menyampaikan keburukan 'lawannya'.  Yang ingin saya tunjukan di sini, bila sibling rivalry ini terus terjadi hingga dewasa, silahkan ibu amati bagaimana kehidupan sosial dari individu tersebut, apakah ia menunjukkan karakter yang sama? menganggap bahwa ia perlu terus berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan?

Wallahu 'alam bu, pada akhirnya di sini banyak sekali teori tentang sibling rivalry dari berbagai aliran psikologi, namun secara sederhana itu saja yang bisa saya sampaikan ya. Jika permasalahannya serius, sebaiknya ibu berkonsultasi secara langsung dengan psikolog, karena untuk memastikan permasalahan seorang psikolog perlu mengetahui riwayat "keluhan" ibu secara komprehensif.

Semoga bermanfaat informasi singkat ini ya bu

1⃣1⃣Ari_depok_ipc6
Assalamualaikum ibu....saya punya 2 anak perempuan. So far anak pertama udah on the right track....salahkah kalau saya minta anak ke2 mencontoh kakaknya krn kakaknya adl contoh yg baik, sementara karakter keduanya kadang berlainan. Trimakasih atas jawabannya��☺

JAWABAN:

Prinsipnya sama bu, tidak ada karakter anak yang persis sama, artinya cara belajar anak dan cara menunjukkan dirinya pun akan berbeda pada setiap anak.
Oya, apa yang ibu maksud dengan "sudah on the track?" Maaf bu, saya khawatir pemaknaan kita tentang "on the track" ini tidak sama. Jadi saya lebih baik menyampaikan hal yang bersifat umum saja ya bu.

Setiap masa perkembangan anak sejak bayi - anak-anak - remaja - hingga dewasa akan memiliki resiko atau bahaya perkembangan sendiri.  Jadi bisa jadi dalam perkembangannya salah satu anak merasa jenuh dan tidak merasa dirinya "baik-baik" saja meskipun kita seolah-olah  melihatnya tidak ada masalah (on the track). Dan sebaliknya bisa jadi adiknya memang ingin menjadi seperti kakaknya yang dipandang baik, tapi punya karakter yang berbeda sehingga cara belajar dan menampilkan dirinya juga berbeda.  Jadi akan lebih mudah bagi kita dalam melakukan pendekatan apa yang lebih efektif untuk membantunya "on the track" dengan cara yang berbeda, hanya bila kita sebagai orangtua rela untuk terus menyelami karakter anak dan memahami sudut pandang anak saat ini.

Ini yang saya maksud dengan senada bu dengan jawaban untuk pertanyaan no 9 di atas ya bu...tentang penghayatan kita sebagai orangtua, karena sibling rivalry itu prinsipnya adalah persaingan yang sehat untuk menjadi lebih baik tanpa menyamaratakan karakter anak yang sudah unik dan berbeda satu sama lain.  dan persaingan tersebut terjadi dalam suasana persaudaraan yang saling mencintai.  Jelas, kita sebagai orangtua hanya membantu anak belajar, bagaimana ia bisa menjadi lebih baik dengan karakternya saat ini.  Sama seperti kita bu, yang perlu terus belajar untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kita

1⃣2⃣Ikha_IPC6
Assalamualaikum...
Anak kedua (4th) dan ketiga (2,5th)saya bisa dipastikan tiap hari ada sesi berebut sampai pukul pukulan dan diakhiri drama menangis.biasanya selalu dimulai dari adik yg memang sekarang hobinya menirukan apa saja yg dilakukan orang lain dan dia suka meminta apa yg sedang dipegang oranglain.memintanya dgn memaksa kalo tdk diberi dia bisa menggigit atau memukul...
Si kakak sebenarnya sdh sering mengalah...tapi kl selalu diposisikan mengalah terus saya kasihan..mainan sdh direbut masih dpt pukulan pula
Si adik skrg kndsinya speech delay kl diajak ngomong dinasehatin blm ngeh...
Sekarang justru si kakak malah belajar mukul jg ke adiknya kl adiknya merebut mainannya.
Kl mainan sdh dibelikan sama cuma si adik aja yg mmg senengnya semua yg dipegang kakaknya.
Ketika berebut dan si adik yg mulai maksa minta, biasanya adik sy gendong menjauh kakaknya dulu stlh tenang baru saya bilang ke adik,  sabar antri ya tunggu kakak selesai...
Apa yg seharusnya sy lakukan dan yg sdh sy lakukan itu sdh benar belum?
Sy khawatir krn kl bermain dgn teman dia jg begitu ga mau mengalah atau antri bgantian mainan.
Apakah memukul menggigit mencubit itu naluri anak ketika merasa terancam? Krn tdk ada dlm keluarga kami kebiasaan melakukan itu...bgm menghilangkannya?
Jazakillah khoiron katsiran utk bantuan jawabannya

JAWABAN:

Wa'alaykumsalam bu. Maaf bu, kalau liat dari kondisinya, dimana kakak usia 4 thn dan adik mengalami speech delay usia 2,5 thn, lalu adik yang tidak mau mengalah, kemudian berlanjut dengan pertikaian kakak adik karena kondisi tersebut, ini bukan kondisi sibling rivalry.

Kembali ke konteksnya bu, bahwa sibling rivalry terjadi karena persaingan untuk mendapatkan perhatian. Sedangkan situasi yang ibu sampaikan adalah pertahanan diri kakak, karena selalu direbut mainannya oleh adik, di pihak lain adik mengalami kondisi speech delay yang berarti mengalami kendala dalam berkomunikasi.  Ini jadi kondisi yang jelas berbeda bu, karena usia 4 th anak juga sedang baru mulai belajar berbagi, dan posisi ibu untuk mengajarkan adik untuk berbagi sudah tepat tapi masih kurang cukup.

Apakah adik sudah menjalani terapi untuk membantunya berkomunikasi bu? karena kemampuan anak untuk berbagi juga membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi timbal balik, adanya kendala komunikasi seringkali menimbulkan emosi tersendiri pada anak, kadang anak menjadi tidak sabaran, ingin menang terus, atau menjadi cengeng karena sulit menyampaikan hal yang diinginkannya.  Untuk mendapatkan pembahasan yang lebih terarah, saya sarankan untuk berkonsultasi pada terapis, menjalani therapy secara teratur, serta lebih tepat dibahas dalam konteks pola asuh.

Meski demikian sebagai penutup, saya kembali sampaikan beberapa point secara umum dari pembahasan kita ya. Pada akhirnya, sebagai orangtua kita perlu membimbing adan membantu anak bagaimana menumbuhkan ikatan sibling yang kuat dan bersifat positif. 

��1. Bersikap adil, perlu memperhatikan rentang usia anak, anak dengan usia perkembangan yang berbeda membutuhkan aktifitas yang berbeda pula. Orangtua perlu memahami perbedaan tersebut sehingga saat melakukan  aktifitas keluarga bersama, perlu membuat kegiatan yang bisa diikuti oleh semua usia dan memungkinkan semua anggota keluarga untuk menang.

��2. Tetap mengarahkan anak untuk menghargai pihak lain, dengan mengapresiasi kelebihan saudaranya, serta mencari kekuatan dari masing-masing anak.  untuk anak tunggal, bisa memperluasnya dalam keluarga besar maupun dalam suasana persahabatan.

��3. Konsisten dalam membangun konsep diri masing-masing anak.  Menghargai pandangan dari setiap anak, memuji usaha anak saat berusaha meningkatkan kemampuannya, menghargai kekuatan yang diperoleh anak melalui proses belajar dan bukan hanya sekedar memuji kondisi fisik yang dimilikinya (seperti cantik, atau hal lain yang bersifat bawaan)

��4. Mengajari dan membimbing anak untuk berempati pada pihak lain, dan tentunya dimulai dari kita sebagai orangtua untuk belajar memahami karakter mereka dan mencari pendekatan yang tepat pada masing-masing anak sesuai dengan usia dan karakternya.

��5.  Membangun komunikasi : mendengarkan pihak lain, menyampaikan keluhan secara terbuka dan mencari jalan keluar dari masalah yang ada.  jadi saat anak berkonflik, perhatikan bagaimana mereka berkomunikasi satu sama lain, beri kesempatan untuk menyelesaikan masalah diantara mereka. Selanjutnya bicarakan secara terbuka, dan orangtua hanya sebagai mediator.  Tapi cara ini memang perlu pembahasan lebih jauh ya, karena perlu memperhatikan usia anak juga

��6. Hal yang paling mendasar adalah mencari persamaan dan terima perbedaan.  Kita semua perlu menghayati bahwa semua anggota keluarga memiliki kesamaan, yaitu adanya keterikatan emosional, memiliki hubungan darah dan perlu saling mendukung. Adanya perbedaan karakter membawa konsekuensi bahwa setiap orang perlu belajar menyesuaikan diri dengan pihak lain sesuai karakter mereka.

Kita semua bersaudara, karena itulah kita semua berada disini untuk saling mendukung dan mendorong/ menyemangati untuk menjadi lebih baik.

Demikian ibu ibu semua, semoga kita terus semangat untuk terus belajar dan menjadi lebih baik yaa....

��〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Islamic Parenting Community �� 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰��

�� fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

�� Instagram: @islamicparenting

�� twitter: @isparentingcom

�� blog: isparenting.wordpress.com

Resume Bincang Seru IPC - Meningkatkan Taqwa Ba'da Ramadhan

RESUME BINCANG SERU (BIRU)

Islamic Parenting Community

Meningkatkan Taqwa Ba'da Ramadhan

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Narasumber : Hj. Ninih Muthmainnah
IPC 4
PJ Management : Maya, Ica, Fitri (Div Program IPC)
Admin : Resa Rahmawati
Host : Ayumel
Co Host : Sofianna
MC IPC #1 : Melinda Ayu
MC IPC #2 : Muthmainnah
MC IPC #3 : Khalida
MC IPC #5 : Dwi Mustika Handayani (Management IPC - Div Admin)
MC IPC #6 : Niken Handhini Putri (Management IPC - Div Event)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Profil Narasumber

Hj. Ninih Muthmainnah, akrab disapa Teh Ninih, dilahirkan pada 28 Januari 1967 di Kampung Kalensari, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis.
Istri dari KH. Abdullah Gymnastiar ini adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Daarul Muthmainnah Bandung dan Dewan Pembina Daarul Ummahat Yayasan Daarut Tauhiid Bandung.
Beliau memiliki motto "Hidup ini adalah perjuangan untuk menjadi kekasih Allah SWT"

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
MENINGKATKAN TAQWA BA'DA RAMADHAN
Oleh Hj. Ninih Muthmainnah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirabbil'alamin

Allahuma soli'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad

Subhanallah hari ini adalah  jum'at berkah, berkah karena kita bisa berjumpa walaupun tidak bisa berjumpa langsung tapi hati-hati kita berjumpa. InsyaAllah mudah2an pertemuan ini pertemuan yang Allah berkahi, pertemuan berkah itu menambah taat, menambah yakin kepada Allah SWT. Baik saudara-saudaraku yang berada di rumah, yang ibu muda yang belum ibu selamat bertemu dengan teteh dari Daarut Tauhiid Bandung ingin menyapa sahabat-sahabat yang ada di rumah.

 

 Jadi apakah yang terpenting ketika kita selesai ramadhan yaitu hasil, dampak dari pelatihan raksasa selama ramadhan. Yang melatihnya adalah langsung Allah SWT, yang menilainya langsung Allah SWT, kemudian contoh yang langsung memberikan contoh sempurna adalah nabi Muhammad SAW, itu ketika dahulu rosul masih ada, sekarang ada para ulama yang melanjutkan risalah rosul, adalah contoh bagi kita.

Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan ramadhan tinggal sekarang evaluasi, apakah kita termasuk orang mendapat bonus ketika dilatih oleh Allah SWT raksasa seluruh dunia ini yang mengakui beragama Islam. Salah satu cirinya ketika orang diterima ramadhannya yaitu Idul Fitri, kembali ke fitrah. Apa itu kembali ke fitrah? Kembali ke fitrah itu adalah kembali kita menemukan "Laaillahaillallah". Bagi yang sudah yakin bahwa hidup kita ini berasal dari Allah, akan kembali kepada Allah, dan perjalanan hidup kita menuju Allah harus tahu apa yang diperintahkan Allah. Bagi yang sudah Alhamdulillah, dengan ramadhan itu kita akan tambah yakin dengan itu, sehingga kita akan berusaha keras untuk menjaga itu. Bagi yang belum, yang masih setengah-setengah, ketika ramadhan sudah berlalu, kita sudah menjalankan maka akan ada dihati ini, nah itulah orang yang mendapat lailatul qadar, tak hanya iman yang Allah tanamkan dihati seseorang yaitu hamba-hamba Allah yang terpilih tentu karena buah perjuangan ketika bulan ramadhan maka akan yakin. Salah satu ciri orang yakin seperti apa? Dia sudah tidak risau dengan apa yang akan terjadi. Nah jadi ibu-ibu muda khususnya yang berada di rumah yang masih galau, masih takut anaknya nanti tidak terbiayai, takut suami tak cinta lagi, takut nanti anak-anak tidak berterimakasih kepada kita sebagai orang tua, nah kalau masih ada galau seperti itu itu belum, harusnya kita bertemu lagi dengan ramadhan yang akan datang. Jadi satu, Idul Fitri (kembali ke fitrah), Allah tanamkan dihati kita keyakinan. Bagi sahabat-sahabat di rumah yang mendapat itu, jangan lepaskan, karena hati itu bolak-balik. Maka  sekarang syawal ini diuji oleh Allah, bisa tidak mempertahankan keyakinan itu supaya tidak dicabut kembali. Allah tidak akan mencabut kalau kita tidak lalai, tapi Allah akan terus mengingatkan kalau kita berusaha, jadi kita itu harus ada usahanya.

Yang kedua, ciri orang yang sukses ramadhannya adalah akhlaknya jadi mulia. Jadi dari keyakinan itu akan lahir akhlak , jadi para muslimah yang ada di rumah, para sahabat-sahabatku, subhanallah ya, para ibu yang sebelum ramadhan ini kalau menghadapi anak nakal itu langsung dengan mata yang bulet yah,, maksudnya melotot, sekarang bisa lebih bijak, bukan lemah bukan, tetapi bijak. Bijak itu ada saatnya jadi keras, bukan keras ya tapi tegas. Ada saatnya lembut penuh kasih saying karena memang rosul memberikan contoh seperti itu. Ada saatnya tegas, ketika anak sudah berulang-ulang diberi tahu tapi tetap tidak nurut nah itu kita wajib tegas. Ada saatnya sangat..sangat perhatian.. kita tuh..lahir batin kita itu bener-bener ditumpahkan rasa cinta kita kepada anak, nah itu untuk menumbuhkan rasa cinta kepada anak sehingga anak jadi cinta kepada kita. Nah jadi itu yang kedua Akhlak.

Perubahan yang Allah berikan kepada orang-orang yang khusyu pada romadhan. akhlak yang pertama yaitu akhlak kepada orang tua. Jadi akhlak anak kepada orang tua. Kalau dulu misalnya kita ini cuek kepada orang tua, padahal kita ini ke teman-teman sendiri seminggu tidak ada sms, tidak ada telepon, rasanya gelisah. Itu ke sahabat, padahal sahabat itu siapa? Iya baik sih ya baik, tapi tidak sebaik, tidak sebanyak pengorbanan perjuangan orang tua kita. Tapi kenapa kalau ke orang tua kita itu kok sepertinya itung-itungan. Coba saja kalau kita nelpon ke orang tua, orang tua udah curhat, baru juga beberapa menit udah,"aduh maaf ya mah, pulsanya mahal" coba gitu, itu kan akhlak yang buruk. Nah jadi kalau di Qur'an itu Walaataqullahuma Uffin,wala tanhar huma,waqullahuma qaulankariimaa="janganlah kamu mengatakan pada dua orang  tuamu ah,..cis,..jangan kamu hardik keduanya,..dan

katakanlah kepada kedua-duanya perkataan yang baik-baik ", "uffin" itu kan maknanya sangat luas. Bukan hanya mengatakan "ah mama …", bukan, termasuk kita menyetop pembicaraan ibu kita yang sudah lama tidak ditelpon, dia sedang curhat tentang penyakit asam uratnya. Terus oleh kita teh malah distop karena sok sibuk, ceritanya kita sok sibuk, padahal ga sibuk-sibuk amat, padahal itung-itungan lagi pulsa, itu termasuk "ah" juga. Nah ramadhan itu harusnya melatih kita untuk lebih empati, lebih perhatian kepada orang tua kita yang sudah membesarkan kita, yang sudah berjuang.

Kemudian Akhlak yang kedua, akhlak kepada siapa?  

Yang kedua akhlak kepada suami. Ibu-ibu biasanya yah kalau para istri itu suka nuntut yang sempurna dari suami. Ga ada yang namanya suami sempurna, mau cari ke seantero dunia, kemana mau Afrika kemana, ga akan ada. Yang sempurna itu hanya Rasulullah SAW. Suami kita itu manusia biasa seperti halnya kita, mungkin kita lebih banyak kekurangannya, kesalahannya, kita kalau dimaklumi sama suami kan seneng.nah tetapi kenapa para istri itu kadang-kadang seperti melihat disebuah taman yang indah, itu yang dilihatnya kandang sapi, kotorannya, padahal disebelahnya itu banyak bunga-bunga yang indah. Kita harus belajar sekarang setelah ramadhan selesai akhlak kita harus lebih baik kepada suami. Kita jadi istri yang pemaaf , istri yang bisa memahami suami, bisa memaklumi, itu istri yang baik.

Ada sebuah hadist rosul : "Wanita bisa masuk surga lewat pintu mana saja." Salah satu cirinya adalah yang keempatnya (langsung keempat), jadi dia tidak mau memejamkan mata sebelum dia meminta keridhoan suaminya. Nah ini kan membuktikan seorang istri yang sholehah itu adalah istri yang tawaddu kepada suami. Bukan yang "petantang-petenteng" merasa pinter, merasa lebih kaya, lebih tinggi pendidikannya.tapi justru tetap merendah,merendah . karena laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga. Kita lihat kelebihannya, pasti ada kelebihannya. Itulah istri yang akhlaknya baik.

Nah ramadhan kita dilatih dengan shaum, itu untuk  menurunkan ego kita, jadi dari hawa nafsu yang ditahan, dikendalikan dengan mengendalikan makan, menahan tidak makan pada waktunya, itu akan berpengaruh pada jiwa kita. Jiwa kita akan merunduk kebawah. Nah jadi, jadilah seorang istri yang lebih baik kepada suaminya, giat-giatlah terus tafakuri terus kebaikannya. Sering saya ketemu dengan ibu-ibu kalau ditanya "kenapa kok sering kesal kepada suaminya?"  aneh padahal anaknya udah 5, 7, ini yang diungkapnya itu yang jeleknya. Nah terus saya tanya, "itu rumah dari siapa?" "ya dari suami,  kan aku yang nabung" "itu nabung uangnya dari mana?" "dari suami" aneh, sepertinya uang kita gitu ya. Padahal itu syariatnya uang dan rumah dari suami. Baju dari mana? Dari suami. Ada sih  yang bisnis, "tapi kan kalau kita bisnis kan ditabungin, punya tabungan sendiri". Nah itu ego. Dengan shaum harusnya merundukkan hati-hati kita, bukan hanya kepada suami. Ternyata para istri yang kurang syukur kepada suami kurang berterimakasih kepada suami, klo syukur kepada Allah SWT maaf (koreksi). Maka dia akan menjadi pribadi yang kepada siapa pun belum, mau kepada tetangga, kepada anak, ke siapa yang dilihat tuh yang jeleknya. Kebayang yah ibu-ibu yang begitu tu waduh ‘rumeuk' deh wajahnya, walaupun sudah di ‘dempul' pake bulu mata palsu,maaf ya, itu gak memancar keindahan akhlaknya. Tetapi kalau seorang wanita yang, yaa secara lahir biasa-biasa tapi hatinya mulia, selalu melihat orang lain tu kebaikannya,keburukannya ah untuk dimaklumi namanya manusia. Maka itu akan bahagia hidup.

Nah itu yang kedua akhlak. Yang pertama tadi tauhid.

Nah yang ketiga, orang yang sukses ramadhan nya dia akan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. "Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi ta'muruna bil ma'rufi watanhauna'anil munkari…" (QS. Ali Imran ayat 110 *red)  . Ibarat kita berenang nih berenang,, kita sudah tau teori berenang , kemudian berenang, nah sudah berenang, kita mampu nih berenang, bisa lulus sampai ujung, nah kemudian ada temen kita yang tenggelam. Kalau kita mampu berenang, teorinya juga tahu maka kita bisa bantu, gak mungkin kita bisa berenang, teorinya sudah bisa, terus ada orang lain yang sedang tenggelam, terus kita biarkan," yang penting aku selamat". Tidak. Orang yang shaum itu, dia harus menjadi orang yang empati kepada orang. Ketika kita punya rumah baru,misalnya ,punya rumah baru bagus terus sering tafakur, "Ya Allah tetangga saya mau bayar untuk kontrakannya dia belum bayar, saya sisihkan uang sekian persen , untuk membayarkan kontrakan tetangga", ga harus dibangunkan rumah seperti kita yang besar, tetapi minimal ada empati disitu, bukan kita yang egois. Kita merasa sudah cukup tetapi bermanfaat untuk orang lain. Nah jadi sahabat- sahabat semua yuk kita jaga itu, ingin kita ya. Itu di dunia, kita memiliki keyakinan kepada Allah, akhlak mulia, itu akan disukai oleh orang lain. Kemudian diri kita bermanfaat itu didunia. Nah "la ‘allakum tattaquun" itu yang sebenarnya adalah kenikmatan yang hakiki yang Allah janjikan nanti di akhirat. Nah itu dia surat Ali- Imron ayat 15." A'udubillahiminasyaitanirrajiim"… itu yang sibuk-sibuk boleh dibuka ya.. karena saya bukan bicara diri sendiri tapi insyaAllah menyampaikan ayat-ayat Allah.. Jadi orang-orang yang taqwa, yang tadi 3 cirinya itu, ketika dilatih di bulan ramadhan maka jamiannya itu kata Allah " lil ladziinat taqou' inda robbihim jannatun tajri min tahtihal anharu kholidiina fiiha (QS Ali Imran : 15)". Subhanallah, ‘jannatun' itu surga-surga, bukan surga saja karna artinya sangat luas, sangat beragam kenikmatan. Nah kebayangnya kita kan surga itu taman yang indah, itu engga, itu ga mewakili. Jadi kenikmatan yang Allah berikan kepada seseorang "jannatun" itu baru kerasanya itu ketika nanti di akhirat. Ya itu urusan nanti akhirat, tapi biasanya kita kan pengen di dunianya dulu. Ooh ternyata tadi yang tiga itu, orang yang mulia akhlaknya, yang imannya kuat itu dia dapat surga dunia. Surga dunia itu tidak dilihat dari "physically" tapi bisa dirasa dihati masing-masing. Nah kalau di akhirat nanti sempurna. Semua aspek merasakan kenikmatan yang "kholidiinafiihaa abada". Sebenernya kita pengennya kita ketemu lagi ya nanti dengan ramadhantahun depan, karena kita merasa ramadhan ini belum..belum..belum ,, masih banyak kurangnya ya? Ya kita, apalagi "pakpikpek" (repot.*red) dengan anak, belum lagi yang diluar negeri nih.. mohon maaf teteh sapa, yang ga ada khodimat, anak 5 dibangunkan sahur 1 anak setengah jam, abis yah. Kadang-kadang keluar marah, nanti shaumnya berkurang deh pahalanya gtu bu, gak sempurna. Padahal itu ujian yang sebenarnya. Jadi sholat yang kita lakukan itu justru akan terlihat diluar sholatnya. Ketika shaum, shaum kita, gak makan ga minum, sholat, ketika itu, udah itu bikin repot anak-anak, gak jadi deh "inna sholati wa nusuki wa mahyaya" nya. Tapi mudah-mudahan sekalipun kita masih lama nih masuk ke bulan ramadhan yang akan datang, karena kita ga tahu apa ada usia atau engga, ya kita berusaha sekuat tenaga sekarang untuk mempertahankan kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan selama ramadhan. Kemudian kita harus berusaha nih yang belum shaum, kenapa ada shaum? Ya Allah…. Hikmahnya besar sekali. Kebayang kalo engga ada shaum syawal, ibu-ibu udah bablas nih kayanya, makan bakso tahu, cireng segala macam ga ada kendali. Oh ada shaum, apalagi perempuan nih, perempuan itu selain syawal ternyata ada qodo. Berarti hebat ya itu hukum Allah tu hebat. Kita ini… subhanallah, Maha Sempurna Allah SWT itu. Jadi Rasulullah memberikan contoh untuk me-rem hawa nafsu kita itu supaya terarah. Bukan ga boleh makan tapi ada shaum, kan hebat syawal itu shaumnya tidak setiap hari ya. Artinya boleh makan yang enak-enak dulu yang terkendali. Sekarang shaum aja dulu, yang belum qodo, ayo qodo dulu boleh, ada yang berpendapat syawal dlu boleh, kalo saya memilih qodo dulu karena saya tidak tau usia sampai kapan. Toh nanti ga keburu syawal, mudah-mudahan Allah tetap memberikan pahala kita itu, shaum qodo dapet, syawal itu urusan Allah SWT. Ya sudah, nanti kalo ada yang mau nanya atau member masukan silakan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

❔Sesi Tanya Jawab

1⃣ Assalamualaikum teteh yang semoga dirahmati Allah, saya senang sekali melihat teteh, pribadi yang tenang dan bersahaja, santun dan penuh kesederhanaan. Boleh kah teteh berbagi rahasia bagaimana cara agar menjadi sosok muslimah yang tenang dan kuat seperti itu? Bagaimana cara agar kita dpt mensyukuri segala sesuatu yg terjadi dalam hidup kita?
Resty_Bontang_ipc4
 
Jawaban :
Assalamu'alaikum teh Resty, dari bontang jauh. Alhamdulillah kita bisa silaturahim lewat media ini. Subhanallah ya, pertanyaanya ini mudah-mudahan jadi do'a buat teteh. Teteh baru bercita-cita ingin menjadi wanita yang kuat, wanita yang tegar, wanita yang santun, amin amin mudah-mudahan jadi doa. Teteh sih.. apa ya resepnya sedang belajar meniru pribadi rosul, sekalipun masih jauh dari mirip, wah masih jauh seperti bumi dan langit jauhnya, tapi mencoba. Ya ga usah ke rosul dulu, tapi ke keluarganya. Bagaimana Siti Khodijah,, jadi teteh berusaha untuk mencari orng-orang yang menjadi idola. Ternyata idola itu sudah tidak ada secara lahir. Tapi ternyata di kisah-kisah kita ketika membaca ayat-ayat Allah, Hadist, itu sebenarnya kita bisa belajar dan kita bisa lihat orang-orang di sekeliling kita yang mirip mirip pribadinya seperti pribadi para shohbiah dlu. Mudah-mudahan Allah memuliakan Ustadzah Yoyoh Yusroh beliau putra-putrinya 13, pernah bertemu beberapa kali tapi sampai sekarang membekas. Jadi ketika kita ada orang yang menjadi tauladan bagi kita ya kita tiru sisi kebaikannya. Jadi memang semuanya yang terjadi ini Allah SWT yang menakdirkan. Maka kuncinya adalah belajar terus, seperti ini saling berbagi. Ketika sudah belajar, bagaimana supaya kita tambah yakin kepada Allah, ys tentu apa yang kita dapatkan ilmu itu harus segera diamalkan, jangan ditunda. Nah dari situ baru nanti kita merasakan manisnya dari ilmu yang kita amalkan, walaupun masih bolong-bolong masih harus berjuang. Tapi nanti baru terasa manisnya. Ya mudah-mudahan forum ini menjadi jalan kita berbagi ya, teh Resty selamat  beraktivitas ya sudah berkeluarga ya? Mudah2an sudah sudah ada anak.✅

2⃣ Assalamu'alaikum teh.. Saya mau bertanya, bagaimana cara berbicara dan memahamkan kepada ibu kalau saya sebagai seoarang ibu juga ingin membesarkan sendiri anak saya sendiri tanpa bekerja? Karena ibu saya merasa klo saya sudah kuliah tinggi-tinggi sayang kalo ga di amalkan ilmunya..itu bagaimana ya teh, jazakillah khair teh.
Sari/bekasi/ipc1(timMana)

 Jawaban :
Ya teh sari, teh sari selamat ya jadi bidan. Berarti bisa mengurus anak-anak dengan ilmu yang benar, berarti ini kelebihan untuk teh sari. Tentu teh sari menjadi bidan ini dulu kan syari'at nya dari orang tua yang mengkuliahkan jadi sangat wajar kalau orang tua menginginkan anaknya bekerja sesuai dengan dulu kuliah, sudah dibiayai sekian banyak. Nah sekarang tinggal teh sari bisa memilah-milah, kalo misalnya ingin fokus ke anak, ya coba lihat, benar ga dengan fokus ke anak itu bisa memaksimalkan potensi teh sari. Tapi mungkin akan lebih baik, kalau misalnya gini, ke anak tetap fokus, tapi ketika misalkan ada potensi yang bisa bermanfaat untuk orang lain, ya jadilah bidan yang bisa menolong orang lain, ya tentu mungkin waktunya tidak seperti bidan-bidan yang lain yang justru lebih banyak diluar. Nah coba dikomunikasikan dengan ibu, dengan orang tua bahwa Alhamdulillah, teh sari ini mungkin bisa juga menolong orang lain, tetapi tidak full, tidak banyak diluar. Justru lebih banyak di rumah. Dan coba perlihatkan bagaimana sikap teh sari kepada orang tua lebih mulia, lebih perhatian ke orang tua. Orang tua itu bagaimana kita bersikapnya. insyaAllah mudah-mudahan orang tua terap ridho dengan apa yang dilakukan oleh teh sari.✅

3⃣ Assalamualaikum
Teh Ninih, bagaimana cara memberi pengertian kepada orang tua (terutama ibu) untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun dan mau untuk lebih mmperdalam ilmu agama? Jzklh khoir atas jawabannya..
Dessy Syukriya Aryati_selatpanjang_ipc6.

Jawaban :
Teh Dessy dari selatpanjang, jadi kalau kita ingin menjelaskan atau memberi masukan kepada orang tua, harus belajar jangan suka buruk sangka, beda kalo kita ke orang tua dengan ke anak. Karena kalau anak itu kan kita berada di atas, istilahnyakita adalah pembimbing, kita adalah guru buat anak-anak. Tapi kalau ke orang tua beda. Jadi kalau ke orang tua harus lebih lebih hati-hati lagi, harus lebih bijak. Isinya benar kita itu menyampaikan, tapi kalau ada di hati kita merasa mengajari kepada orang tua nah itu yang akan menyinggung perasaan.jadi caranya coba deh ini sederhana aja, misalnya kita sebagai anak, ibunya lagi pegal-pegal.. "ibu pegal ya?" terus dipijit dengan penuh cinta. Nanti ketika ngobrol-ngobrol nah biasanya nanti orang tua suka ngobrol apa gtu.. coba kalau itu ada sambungan dengan itu, nanti kita pakai bahasa yang sangat halus sekali. "wah ibu, ibu teh subhanallah ya, coba ibu kalau seminggu ada belajar agama, bisa lewat media, bisa lewat televisi wah ibu nambah pinter" . jadi kitra harus melakukan sesuatu dulu, baru setelah itu kita memberi masukan, itu pun kalau memungkinkan kondisinya. Kalaupun engga minimal do'a.  karena ada kalanya do'a itu lebih tepat untuk orang tua tertentu, karena kalau kita berbicara terkadang justru malah menimbulkan perpecahan, menimbulkan permusuhan, itu yang harus dihindari, jadi kita sebagai anak harus panadi melihat karakter ibu itu seperti apa.✅

4⃣ Assalamu'alaikum wr wb.. Salam ukhuwah dan cinta dari kami teteh.. Perkenalkan saya Shona, mau nanya teh.. Gimana agar kita bisa istiqomah dengan amalan-amalan selama Ramadhan. Kok ya terasa lebih ringan dikerjakan saat Ramadhan. Selepas Ramadhan kadang terasa lebih berat. Tilawah misal, semangat berlembar lembar, tapi sekarang satu dua lembar saja sudah bersyukur. Terlebih sebagai ibu rumah tangga yang rasanya aktivitas ga ada henti-hentinya Jazakillah khair atas penjelasannya..
Shona_Padang_ManagementIPC
 
Jawaban :
 Assalamu'alaikum teh shona, kenalkan ya. Selamat teh shona menjadiketua di acara ini, mudah-mudahan Allah membalas kebaikan teh shona, Allah membimbing terus ide-ide yang cemerlang, menjadi jalan kebaikan diri kita bagi orang lain. Jadi tadi tentang menjaga, waduh ini persis, saya pun sama. Jadi apa yang ditanyakan teh shona itu menjadi nasihat bagi kita semua. Apakah saya termasuk yang istiqomah, minimal menjaga amal ibadah yang standar ketika ramadhan. Ini bukan membela diri ya saya, karena memang kalau persis seperti ramadhan, itu memang tidak dituntut seperti itu. Karena Rasulullah SAW  itu menganjurkan kita untuk I'tikaf itu diluar ramadhan tidak, tidak terlalu difokuskan tapi kok 10 hari terakhir. Nah artinya setelah itu bukan berarti kita duduk manis kemudian I'tikaf di masjid, di 10 hari terakhir. Kita setelah ramadhan itu langsung terjun ke lapangan yang sebenarnya. Jadi yang paling penting ketika ramadhan itu adalah esensi, esensi npenguatan ruhiyah kita, jadi ketika kita nanti terjun ke lapangan sebagai seorang ibu. Nanti ketika syawal itu harus jualan pisang goring lagi, malamnya harus nyiapin buat anak-anak besok sekolah, besoknya harus nganterin, itu kan realita hidup. Nah tetapi ketika ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengisi ramadhan itu dengan amal-amalan yang mahdhoh itu akan menguatkan ruhiyah kita, jadi kita nanti mungkin beda dengan ramadhan, maksudnya gini, ketika ramadhan kita membaca Qur'an bisa 1 juz, 2 juz sehari. Diluar ramadhan karena ada aktifitas, nah tapi aktifitas itu harus jadi sarana amal dari Qur'an. Nah itu yang mungkin belum ya kita, jadi kayak ibu-ibu nih, harus mendidik anak, nganterin dari pagi, nungguin di sekolah, kemudian kalau waktu ramadhan kita tilawah,kita itu sebenarnya sedang mengamalkan satu ayat yang di Qur'an : " Yaa ayyuhalladziina amanu quu anfusakum wa ahlikum naaro" , kemudian sedang mendidik anak-anak supaya anak-anak menjadi anak yang pinter. Itu berjam- jam berarti amal dari Qur'an. Ini mah bukan membela diri ya. Mudah-mudahan kalau aktifitas yang sepertinya duniawi padahal itu amal kita, itu bisa sebanding dengan ramadhan ketika kita full benar-benar meningkatkan amalan yang mahdhoh. Tentu tetap ada standar yang memang tetap harus dijaga, seperti Qiyamul lail, kalau ramadhan jam 1 I'tikaf bisa, karena besoknya ga ada aktifitas. Tapi kalau diluar ramadhan sekarang minimal sekali 2 rakaat tambah 1 witir itu minimal, tapi ga boleh lepas, tapi dua rakaat itu yang berkualitas. Sehingga siangnya kita dengan aktifitas itu semua dibimbing Allah, yang sepertinya urusan dunia justru itu urusan akhirat. Yang dunia itu bisa jadi bekal ke akhirat. InsyaAllah.✅

5⃣ Assalamu'alaikum teh ninih..
teh bagaimana memanage hati untuk selalu berfikir positif namun tetap berhati-hati (agar tidak dibodohi)? apakah rasa takut (lebih tepatnya waspada) seperti itu termasuk rasa takut selain kepada Allah?
cahya_kudus_IPC5

Jawaban :
Teh Cahya di Kudus, Kudus itu daerah para wali katanya ya, mudah-mudahan kita bisa meniru para wali para ulama kekasih Allah yang dekat dengan Allah SWT. Ini teh Cahya tentang berbaik sangka. Pernah ada pengalaman teteh, ada santri ikut renang, santrinya ini orang kaya, jadi dari gayanya tu gaya yang bisa renang teh, jebur aja renang semua, teteh juga ikut. Nah jadi karena dari gayanya itu seperti gaya yang bisa renang, pas sekian menit kemudian santri itu kayak tenggelam, tapi ga percaya, jadi teteh gini "biarin dia mah pinter", ternyata beneran dia itu yang gayanya bisa renang ga bisa renang, akhirnya apa? Tenggelam itu beneran,nah itu kan salah besar. Artinya kenapa kita ga percaya sama dia bahwa dia benar-benar tidak bisa berenang, jangan melihat gayanya. Nah artinya apa? Bahwa berbaik sangka disini itu urusan hati kita. Ketika ada orang datang, compang-camping bajunya, kemudian ia minta-minta, minta bantuan. Nah apakah kita langsung kasih? kan engga. Artinya apa? Disitu ada baik sangka dulu, oh Allah yang menggerakkan dia datang ke rumah saya, sudah itu kemudian kita setelah baik sangka tetap ada yang namanya ‘tabayyun' nah itu di Qur'an "fatabayyanu" jadi kalau ada sesuatu yang meragukan, segera minta kepada Allah. Ya Allah siapa dia? Nah kita harus ikhitar, "adik dari mana? Mana surat pengantarnya,oh minta sumbangan ini, ada nomor telepon nya engga? Saya nanti telpon" supaya nanti tidak ‘tenggelam' dibiarkan. Nanti kita terjebak ngasih uang 20 juta misal apalagi 20 milyar. Ternyata dia bohong, karena kita terlalu memanfaatkan baik sangkanya tidak tepat. Jadi teh Cahya kalau ada sesuatu segeralah kontak sama Allah SWT, minta diperlihatkan ‘siapakah dia' kalau itu berkaitan dengan orang. Mudah-mudahan Allah menunjukkan. Kalau tetap masih ragu, sukur-sukur kalau bisa istikharah, tapi ya mana mau ya kita istikharah. Tapi minimal minta sama Allah , toh misalnya nanti kita sudah baik sangka, sudah ada syari'at dijalankan tapi tetap dia berbohong ya kita nanti dapat pahala sabar, untuk menyikapi orang yang bodoh. Di surat Al-furqan yah ada, kalau orang " ‘ibaadurrahman" itu "Alladziina yamsyuna alal ardhi hauna(n) wa idza khotobahumul jahiluna qolu salama(n) (Al-furqan: 63)" jadi kalau orang yang bodoh, yang menipu ke kita tetap kita harus berkata santun harus dengan kata-kata yang ‘salam', artinya apa? Supaya dia bisa merubah dirinya yaitu kita dengan bijak menyikapinya tidak dengan frontal. Wallahu'alam.✅

6⃣ assalamu'alaikum teteh, bisa dibagi tipsnya mungkin, saya termasuk yang kadang susah mengendalikan emosi ketika anak sedang tidak bisa diberitahu/dinasehati. Supaya kedepannya bisa lebih sabar lagi menghadapi anak. Dan mungkin bisa diberikan contohnya, karena kadang kita bermaksud tegas tapi ternyata hasilnya jadi emosional..jazakillah khayran teh ninih :)
Chacha_Tokyo_IPC5

 Jawaban :
Teh Chacha dari Tokyo. Mudah-mudahan teteh bisa kesana lagi, bisa silaturahim dengan yang disana. Jadi pertanyaan ini sama seperti kita dulu para ibu yang anak-anaknya masih kecil beda dengan yang anak-anaknya sudah besar. Kalau maih kecil lebih ke melatih emosi kita. Jadi prinsipnya bahwa anak yang dididik dengan kekerasan maka ia akan menjadi anak yang keras. Anak yang dididik dengan kasih sayang maka ia akan menjadi penyayang. Itu sudah otomatis. Terus anak yang dididik dengan emah, tidak ada pendidikan sama sekali itu akan lemah. Nah jadi penting disini bahwa kalau kita emsional, segala sesat it ditangapi dengan emosional, nanti yang direkam oleh anak itu marahnya buka nasihatnya. Nah jadi contohnya bagaimana? Caranya bagaimana untuk melatih kita?

Jadi ada pintu-pintu syetan masuk ke dalam hati kita itu pintu yang pertama adalah ketika marah. Jadi kalau lagi marah itu syetan benar2 masuk.

Kemudian ketika sedih, sangat sedih.

Yang ketiga ketika "love story". Ketika jatuh cinta kepada yang bukan haknya. Misalnya tiba-tiba CLBK (cinta lama bersemi kembali), itu masuk syetannya. Sekarang syetan masuk ketika marah, maka kalau sudah ada pemicu marah dari anak, itu yang harus kita lakukan adalah dzikir. Dzikir itu bukjan hanya dzikir lisan. Ada ibu-ibu yang anaknya nakal yang tidak baik, langsung dzikir tapi dzikirnya Cuma lisannya saja "Astaghfirullahal'adzim" (nada suara tinggi).. hatinya, fikirannya tidak ingat kepada Allah. Itukan semua aspek harus ingat kepada Allah. Ketika anak tidak mau sekolah, kemudian dia tidak mau mandi misalnya. Malah dia ngumpet di kolong meja, ini pengalaman teteh dulu. Pas dicari ternyata dia tuh nangis (guling2) tidak mau, padahal sudah jam 7. Itukan jam 7 harus sudah berangkat seolah. Disitu harus langung ingat Ya Allah " A'udzubillahiminasyaitanirrajiim",, ini udah mau marah nih, hati ini udah mau jewer, udah mau ngata-ngatain "kamu itu nanti bodoh"… coba kalo bilang bodoh ya, itu bisa jadi do'a. nah artinya isitu apa? Langsung kita harus connect langsung "Ya Allahg ini anak saya, Engkau yang memberikan kebaikan kepada anak saya, minta dibimbing lisan saya Ya Allah", pas sudah gitu "nak," (eh naik lagi suaranya) turunin  lagi.. "nak," nah itu kalau sudah dilatih nanti jadi terlatih tidak terpngaruh. Jadi ketika 5 menit pertama kita tidak terpengaruhg, lima menit kedua agak terpengaruh dikit, turunin lagiu. Inilah maknanya "Ala bidzikrillah tathmainnul qulub (Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, QS 13:28)", bukan hanya menghadapi anak tapi menghadapi urusan suami juga sama. Tiba-tiba ada SMS nyasar, handphone punya suami, memancing kita untuk cemburu, itu kalau tidak ingat Allah, syetan masuk. Bisa dilempar itu handphone, masuk sumur kan rugi ya? Tetapi kalau kita ingat Allah itu ketika mau marah sdah gemetar, jantungnya sudah berdetak (kencang/red), nanti Allah yang akan membimbing. Itu harus dilatih, harus belajar. Jadi kuncinya adalahg dzikir, dzikir, dzikir nya dzikir fikiran, dikir lisan, dzikir hati. Insya Allah bisa.✅

7⃣ Assalamualaikum.wr.wb. Teh mau bertanya adakah amalan atau doa agar hati dan fikiran selalu tertautkan kepada Alloh, dikala iman sedang turun hati bs langsung tergetar untuk mendekatkan diri pada Alloh
Linda_solo_ipc5
 
Jawaban :
Teh Linda dari Solo. Do'a supaya tetap berinteraksi dengn Allah SWT, do'anya sederhana ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada Mu'ad kalau tidak salah. Jadi sangat mencintai sahabatnya "Aku mencintaimu", sampai seperti itu. Kemudian Rasulullah memberikan amalan yaitu do'a  "Allahumma a'inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik [Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu] (HR. Abu Daud dan Ahmad)"  itu do'a dari Rosul sangat-sangat padat, singkat tapi padat. Kalau membaca itu setiap ba'da sholat, benar-benar dihayati "Allahumma a'inni" Ya Allah tolonglah aku, coba kita minta tolong kepada Allah  karena kita itu orang yang sering lupa sama Allah. Terutama kalau sedang marah, boro-boro ingat sama Allah. Jadi " Ya Allah berikan aku selalu mengingat engkau dalam kondisi apapun", kan maknanya begitu. Sedang marah, sedang punya uang, sedang gaji naik, suami lagi baik, suami lagi kurang baik, selalu ingat Engkau".  Begitu "Allahumma a'inni ‘ala dzikrika wa syukrika"… dan syukur. Wah ini cocok banget buat para wanita karena banyak wanita yang masuk neraka, penyebabnya apa? Kurang berterimakasih kepada suaminya. Jadi kemarau setahun lantis oleh hujan sehari, nah itu perempuan.Do'a nya "Allahumma a'inni ‘ala dzikrika wa syukrika.." supaya jadi ahli syukur kepada Allah, sekecil apapun nikmat yang Allah berikan dan berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan. ".. wa husni ‘ibadatik.." dan sebaik-baik ibadah artinya kekhusuan, kenikmatan ibadah tadi. Aduh itu teh "a'inni" ‘aku minta tolong'. "Ya Allah bantulah aku, tolonglah aku bisa menikmati sujud ku, bisa menikmati bacaan Qur'an, bisa menikmati dzikir. Artinya kita butuh pertolongan Allah. Tanpa pertolongan Allah kita tidak bisa.✅

8⃣ Assalamu'alaikum teh Ninih
MasyaAllah teh ninih idola muslimah sholihah semua,seneng banget bisa komunikasi langsung lewat media online ini.
Teh,gimana ya menghadapi dengan kelemah lembutan sikap dan tutur kata atas perlakuan sekitar yang kita rasa kurang tepat atau kurang sesuai dengan harapan kita. Misalnya teguran dari orangtua atau suami yang terdengar menuduh kita sementara kita tetap wajib berlaku baik terhadap mereka meskipun mereka ada kekeliruan?
Terima kasih atas jawabannya teh.
Mutmainnah_Banjarmasin_IPC2
 
Jawaban :
Alhamdulillah teh muthmainnah kita namanya sama ya.. mudah-mudahan jadi do'a. muthmainnah itu adem, ayem, tentrem, nafsu yang selalu mendorong kepada kebaikan, insya Allah ya. Tadi pertanyaannya tentang menghadapi orang disekeliling yang kurang baik kepada kita. Tadi sudah sedikit ya diulas di surat Al-Furqan ayat 63. Jadi ciri-ciri " ‘ibadurrahman"  itu dia rendah hati, berjalan dimuka bumi ini tidak sombong, tidak meremehkan orang lain. Karena dia melihat bahwa orang lain dihadapan Allah kita tidak tahu. Ada orang yang bajunya compang-camping hatinya kita tidak tahu. Ada orang yang bajunya hebat, bagus, rapi, syar'I hatinya belum tahu. Jadi kita tidak bisa menilai seseorang dari fisik. Artinya itulah ciri orang yang tawaddu. Yang kedua " ‘ibadurrahman" itu adalah "wa idza khotobahumul jahiluna qolu salama(n) QS. Al Furqon:63" Apabila ada orang bodoh yang berbicara, orang bodoh disini bisa jadi orang yang menghina, yang merendahkan kita, yang memfitnah, pokoknya yang menyakiti. Baik itu dengan kata-kata atau sikap, "qolu salama", maka berkatalah dengan kata-kata yang santun. Nah jadi kalau ada orang yang seperti itu, ingat dengan ayat Al-Qur'an disini, bukan yang buruk dibalas lagi dengan yang buruk. Tapi yang mulia itu yang buruk dibalas dengan kebaikan, itu namanya ihsan, mulia. Dan Rasulullah SAW memberikan contoh seperti itu, walaupun nafsu inginnya membalas. Nafsu inginnya justru lebih dendam, lebih benci kepada dia. Tapi bagi hatinya yang terlatih, lihatlah kemuliaan Rasulullah SAW. Rosul itu kepada kakek Yahudi yang setiap hari menghina ketika Rasulullah SAW menyuapinya, Rosul tetap menyayangi. Ujungnya apa? Ujungnya terbelulah hati dia dengan kemuliaan Rasulullah SAW dan akhirnya kakek Yahudi masuk islam. Nah orang disekeliling kita, orang yang terus menghina, merendahkan kita, memfitnah kita, dengan keyakinan, mudah-mudahan dengan saya mengendalikan marah saya ingin jadi jalan kebaikan untuk nya. Nanti suatu saat Allah memberikan hidayah taufik. Syari'atnya lewat kita mengendalikan marah. Insya Allah.✅

9⃣ Assalamu'alaykum teh ninih..
Saya nova, mau nnya, bagaimna mengasuh anak agar tetap dalam koridor islam sedini mungkin dan mengatur emosional kita yang kadang melihat anak dengan semua tingkah laku nya.
Nova/medan/ipc6

Jawaban :
Teh Nova dari Medan. Mudah-mudahan putra-putrinya menjadi putra-putri yang sholih sholihah. Bagaimana mendidik anak?

Satu, yakin bahwa yang mensholehkan anak itu Allah SWT, jadi bukan kita. Kita itu orang tua yang diditipi, yang diamanahi, kenapa harus yakin itu? Karena kalau yakikn bahwa Allah yang mensholehkan kita tidak akan emosi. Jadi tidak akan menginginkan anak yang segera langsung instan. Tapi ada disitu campur tangan Allah yang memberi kesholehan.

Yang kedua tugas kita sebagai orang tua berbicara dengan nasihat itu tidak sekuat kalau bicara dengan contoh. Jadi misalnya, kita ingin menjadi anak yang stabil emosinya nah ternyata kita yang emosional. Ketika kita bertanya kepada anak "kamu teh kenapa sih marah kaya gitu?" padahal kitanya marah. Nah anak itu jadi satu sisi ibunya ingin supaya anaknya tidak jadi pemarah, tapi ibunya pemarah. Berarti ketika mengingatkan sesuatu orang tua tetapi ortunya yang melanggar itu sudah aib. Sudah itu jelek pandangan anak-anak. Maka sekarang yang kedua itu benar-benar apa yang diinginkan dari anak harua ada pada diri saya. Kalau saya emosional ya tadi sudah ya resepnya. Bagaimana supaya terlatih mengendalikan emosi yaitu dengan selalu online dengan Allah SWT. Ibadah kita kemudian dilatih setiap saat. Ketika marah, oh ini tadi kenapa marah, penyebabnya ini, dicoba lagi, nanti lama-lama terlatih. Nah itu yang kedua. Kemudian yang ketiga..

Satu yakin Allah yang mensholehkan, dua contoh dari kita, yang ketiga harus tahu ilmu. Karena kita kalau tidak tahu ilmu apa yang mau disampaikan kepada anak, apa yang mau dicontohkan kepada anak? Jadi ilmu itu terus..terus tentu ilkmu yang tadi jadi amal. Kemudian yang keempat, cari lingkungan yang kondusif. Lingkungan buat anak itu mudah sekali terbentuk. Ada di lingkungan yang baik nanti terbentuk baik, dilingkungan buruk nanti terbentuk buruk. Jadi itu syari'atnya ya ikhtiar, tetap Allah yang melindungi, Allah yang menjaga anak-anak kita. Dan yang kelima adalah do'a. ini do'a itu senjata orang yang beriman. Jadi kita ini tidak boleh bosan untuk berdo'a. artinya apa? Do'a itu adalah buktiu bahwa kita ini tidak mampu apa-apa terhadap anak. Tapi dengan yakin bahwa Allah yang mensholehkan. Kita benar-benar butuh pertolongan Allah, baik cara mendidiknya maupun untuk keberlangsungan anak-anak kedepan disaat kita memangharus meninggal sebelum anak-anak sholeh. Tapi ada Allah yang menjaga, bisa lewat siapa saja yang Allah pilih untuk bisa jadi jalan kesholehan anak-anak kita. Mudah-mudahan bisa ya.✅

Assalamualaikum teh  ninih.. kita harus bagaimana kalau sudah tidak merasa nyaman meninggalkan anak bersama ibu sendiri tapi ibu saya tetap menyuruh saya bekerja dengan alasan untuk masa depan anak saya padahal suami sudah mengijinkan saya berhenti kerja.. terimakasih teh ninih
Dian_cimahi_Ipc 1
 
Jawaban :
Teh Dian, kalau ini sebaliknya dengan yang tadi ya?
Kalau ini ibunya malah menyuruh anaknya untuk bekerja. Kita llihat dulu kenapa ibu menyuruh anaknya untuk bekerta. Kalau itu karena faktor ekonomi, karena masih kurang untuk anak-anak dengan keluarga. Bahkan dengan kita bekerja bisa membantu orang-orang sekeliling yang lemah. Ya itu kan menjadi amal sholeh. Yang paling penting sekarang, kalau ibu menginginkan anaknya bekerja dengan tidak meninggalkan tanggung jawab dan ibu siap untuk menjaga cucu, tinggal diatur waktu. Maksudnya ada waktu yang anak itu tidak boleh diserahkan kepada nenek, nanti ibunya nenek dong. Nanti yang dibela oleh anak kita malah neneknya. Artinya apa? Kita harus pandai-pandai ketika nanti anak kita dititipkankepada neneknya tetap ada peran seorang ibu. Ketika kita pulang dari kantor, dari bekerja ya tarik anaknya, kita fokus sama anak. Nanti mamah bagian ngasuh kalau teteh pergi bekerja. Kalau teh Dian tetap tidak mau bekerja, sudah disepakati oleh suami, berarti ini pendekatan kepada ibu harus lebih intensif. Supaya apa? Supaya ibu tetap tidak merasa kurang dihargai. Kalau itu masalah ekonomi berarti teh Dian dengan suami harus berdiskusi supaya terpenuhi semuanya buat keluarga. Ibu juga dapat rejeki dari kita. Kalau itu yang menjadi permasalahan, insya Allah ga akan maksa untuk bekerja. Bahkan seorang ibu yang baik, senang kalau anaknya itu benar-benar tidak tersita dengan bekerja. Kalaupun bekerja ya secukupnya saja tapi anak-anak justru lebih terdidik dengan sempurna oleh ibu kandungnya sendiri. Itu idealnya seperti itu.✅

1⃣1⃣  Assalamu'alaykum. Senang sekali bisa berbincang dengan Teteh. Teh,bagaimana mulai mengajarkan agama/ibadah pada anak yang masih balita? Mengingat kondisi lingkungan disini yang sangat jauh dari agama. Bahkan untuk sekedar mengenalkan masjid saja sulit kami lakukan. Jazakillaah
Lisa_France_IPC 5

 Jawaban :
Teh Lisa dari Perancis. Persis seperti teteh, teteh juga perancis (perapatan ciamis) kalau teh lisa perancis asli ya. Baik teh Lisa subhanallah ya, teh Lisa harus mendidik anak di lingkungan yang belum kondusif. Jadi yang harus kondusif itu mulai saja dari kita. Jadi teh Lisa tidak usah takut ketika anak berada di lingkungan luar negeri. Kalau apa? Kalau ibu dan bapaknya membuat lingkungan rumah yang kuat. Nanti ketika anak kita keluar apalagi yang masih balita. Dia membawa kekuatan, jadi seperti intan. Kalau diluar nanti ada di semak-semak yang tempat sampah tetap saja mengkilat, tapi memang butuh pengorbanan ini. Berarti memang kitanya orang tuanya. Sekarang bagaimana kalau memperkenalkan masjid? Ya kan di perancis memang sedikit masjid. Artinya ketika jalan ketika melihat tayangan ada masjid, ini tempat beribadah. Sebenarnya semua itu bisa dipakai masjid kecuali WC, makam. Mesjid itu kan tempat sujud. Jadi di Perancis pun tempat sujud orang-orang yang beriman itu dimanapun bisa melakukan. Nah hanya ada masjid yang dikatakan masjid bisa untuk jum'atan, buat I'tikaf nah itu bedanya seperti itu.  Nah tapi tetap anak harus diberikan pemahaman bahwa ada tempat-tempat untuk bersujud orang-orang beriman. Maka kita harus menjadi anak yang rajin bersujud. Nah berikan contoh oleh kita. Yang balita, yang masih lari-lari kalau perempuan kita belikan mukena yang lucu kalau sekarang. Sejadahnya yang mungil. Kemudian kita bagian yang mengimami kalau itu perempuan sama perempuan. Kalau laki-laki berarti ke bapaknya. Kalau balita itu senangnya yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menakutkan. Kalau anak tidak langsung sholat jangan langsung ditakuti "nanti masuk neraka" "nanti ada malaikat jabaniah", nanti anak jadi langsung penakut padahal Allah mengajarkan kepada kita ayat-ayat Qur'an itu diawali dengan "Bismillahirrahmanirrahiim" artinya yang dikedepankan rahmat Allah. Tentunya nanti dibelakangnya untuk mengimbangi ada ancaman Allah yang disampaikan di Qur'an untuk dijelaskan juga kepada anak-anak, supaya ada rasa takut. Mudah-mudahan anaknya anak yang sholeh. Kapan-kapan ke Bandung ya, kita ketemu teh Lisa mudah-mudahan anaknya ada yang bisa pesantren di Bandung.✅

Ket : Transkripsi oleh Divisi Admin IPC
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Islamic Parenting Community 〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

fan page: https://m.facebook.com/isparentingcommunity

Instagram: @islamicparenting

twitter: @isparentingcom

blog: isparenting.wordpress.com

Sabtu, 17 Oktober 2015

Titipan Sholehah

Tiba2 ngaca & senyum..
Berbunga2 rasanya.. Allah titipkan batita sholehah ini...

Titipan... Iyaaa cuma titipan..
Anak yg lahir dgn Fitrah taat sm penciptanya..

Grogi.. Bingung.. Takut.. Deg2an.. Apa bs jaga fitrahnya.. Kenalkan penciptanya.. Kenalkan rasulnya.. Kenalkan kitabnya.. Pdhl yg dititipkan ini pun masih tertatih melangkah kembali ke fitrahnya..

27 bulan sdh berjalan.. Mulai sadar bnyk salah.. Tanpa ilmu & tanpa tawakal.. Semoga g ada kt terlambat.. Semoga belum terinstall banyak hal tak bermanfaat dunia akhirat..

Kelak titipan ini akan dikembalikan.. & ditanya pertanggungjawaban..

3rd Anniversary

3 Tahun sudah bersama..
Sulit gambarkan segala rasa..
Tak pernah terbayangkan.. Sakinah bersamanya..
Si teman SMA.. :)
Pilihan dr yg Maha segalanya..

Alhamdulillah ya Allah..
Alhamdulillahhirabbil'allamin..
Puji syukurku..

Ujian nikmat dr episode Rumah tangga yg menjadikan kami berdua ingin semakin dekat denganMu..

Allah lah yg Maha baik... Allah lah yg Maha penyayang.. Mempertemukan kami utk saling melengkapi langkah demi langkah menuju jalan yg lbh baik.. Saling memperbaiki satu sama lain..

Perbedaan karakter sikap sifat jg terselip harap & ekspektasi, jadi riak riak yg makin meng eratkan kami. Partner sejati yg sama2 ingin sampai di tujuan yg sama.. Ridho ilahi Rabbi..

Dear Ayah...
Hanya doa bs terpanjat.. dan syukur terucap..
Walau raga selalu berulang terpisah jarak.. Tp niat kita yg selalu memperkuat..

Amanah terberat & terindah pelengkap taubat..
Tak kan sanggup tanpa seluruh support, cinta jg kepercayaan yg tak pernah letih dtg dr ayah..

Jazakallahu khairan katsiiran ayah.. Telah jd imam terbaik utk kami.

Semoga Allah ijinkan & ridhoi.. Sakinah mawaddah warrahmah selalu ada di Rumah tangga ini.. Dimudahkan & diluruskan segala niat & cita-cita hingga sampai ke tujuannya..

Aamiin ya rabbal 'allamin..
Viki ❤ Indra
201012 - 201015